Tahun 2011 Konsumsi Obat Naik 11%

Bertambahnya populasi penduduk dan peningkatan pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia diperkirakan akan mendongkrak konsumsi obat dalam negeri sebesar 11% menjadi US$ 4,4 miliar dari tahun lalu. Pada 2010, pasar farmasi nasional mencapai US$ 4 miliar. Dari jumlah itu, nilai omset obat resep atau etikal menyumbangkan kontribusi sebesar US$ 2,4 miliar. Sementara untuk obat bebas atau over the counter mencapai US$ 1,6 miliar

Chairman International Pharmacutical Manufacturer Group (IPMG), Lutfi Mardiansyah, mengatakan meski pasar di dalam negeri terus tumbuh signifikan, namun industri farmasi masih banyak menghadapi persoalan. Salah satunya bahan baku. Menurutnya, bahan baku obat kimia 100% masih mengandalkan impor dari India dan Cina. Sedangkan untuk bahan baku herbal cenderung lebih banyak diproduksi di dalam negeri. “Industri ini sulit berkembang karena membutuhkan investasi yang sangat besar,” ujarnya.

Selain besarnya investasi, lanjut Lutfi, pemerintah juga tidak memberikan insentif bagi industri farmasi. Dia menyarankan, pemerintah seharusnya memberikan tax holiday dan menyediaan lahan serta mampu menyederhanakan prosedur dan perizinan berinvestasi.

Sebagai informasi saja, industri farmasi asing di Indonesia kesulitan dalam berinvestasi terkait aturan Daftar Negatif Indonesia (DNI) dimana menetapkan kepemilikan modal asing maksimal 75% dan 25% oleh modal dalam negeri. Industri farmasi menurutnya industri yang berbasis riset. Jika harus bekerja sama dengan industri lokal, maka rahasia hasil riset susah dijaga. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)