Tahun 2012 Unilever Targetkan 50% MT yang Direkrut Wanita

Josef Bataona, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) mengakui, Unilever merupakan perusahaan yang cukup banyak mempekerjakan wanita. Saat ini jumlah wanita dalam jajaran direksi Unilever mencapai 38 persen, level Senior Manager 30 persen, dan level manager ada 40 persen. Jumlah wanita dari total Management Trainee Unilever tahun 2010 juga cukup tinggi, yaitu 57 persen.

Menurut Josef, angka-angka tersebut dapat dicapai oleh Unilever bukan tanpa usaha. Dalam praktek di bidang SDM-nya Unilever senantiasa menerapkan konsep diversifikasi, di mana Unilever selalu berusaha memperhatikan keseimbangan jumlah pria dan wanita khususnya pada level manajer ke atas dan management trainee. “Kalau ditanya, apakah memang ada kuota harus jumlah wanita sekian, kami tidak ada. Di sini tidak ada diskriminasi pada karyawan,” dia menegaskan.

Dalam hal penerimaan karyawan baru, promosi jabatan, dan sebagainya, Unilever selalu menerapkan kesetaraan bagi semua karyawan. Selama mereka memenuhi syarat, harus diberikan kesempatan. Pihaknya juga selalu menjaga keseimbangan jumlah pria dan wanita setidaknya balance dalam shortlisted candidate, baik yang akan direkrut maupun dipromosikan.

Keseimbangan jumlah pria dan wanita tersebut juga diatur dalam peraturan perusahaan Unilever. Bagaimanapun produk Unilever sebagian besar adalah produk yang pengambil keputusan untuk pembeliannya adalah dari wanita, atau kebanyakan adalah produk kebutuhan rumah tangga. Itu pula yang menjadi bahan pertimbangan, sehingga cukup banyak mempekerjakan wanita.

Namun, Josef juga mengakui, usaha untuk terus meningkatkan keseimbangan di perusahaan itu saja tidak cukup. Perusahaan juga harus berusaha agar karyawan loyal dan betah bekerja di perusahaan. Dan terkait hal tersebut, Unilever telah melakukan beberapa kebijakan terkait kenyamanan pekerja wanita. Yaitu: menerapkan flexy hour; working from home; disediakan nursery room; mengadakan day care pada saat Lebaran; medical facility untuk biaya melahirkan karyawan.

Untuk mendorong lahirnya seorang leader, baik pria ataupun wanita, menurut Josef, semua kepala bagian perlu memahami setiap karakter anggota timnya. “Yang kami upayakan di sini adalah bagaimana agar perusahaan ini care terhadap perempuan yang kodratnya menjadi ibu dan harus mengurus anaknya. Dan kenyataannya, sudah cukup banyak juga pemimpin wanita yang lahir di Unilever Indonesia ini, misalnya Ibu Sri Urip. Beliau adalah Chairman wanita pertama di Unilever di seluruh dunia,” tambahnya.

Kelak tahun 2012 Unilever menargetkan 50 persen dari management trainee (MT) yang akan direkrut adalah wanita. Sebanyak 50 persen wanita pada level manajer, 40 persen wanita pada level senior manager, dan 25 persen wanita di level direksi. Sedangkan di 2015, Unilever menargetkan 55 persen wanita dari perekrutan MT, manajer 55 persen, senior manager 50 persen, dan level direksi 35 persen. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)