Tahun Ini Penjualan Oriflame Naik 30%

Lipstik Oriflame termasuk salah satu produk yang melesat tingkat kepuasan konsumennya pada survei Indonesia Customer Satisfaction Award 2011. Tahun lalu produk kosmetik ini berada di peringkat 8, dan kini melesat berada di posisi kedua. Posisi pertama masih tetap dipegang jawaranya oleh Revlon.

Merek kosmetik yang dijual secara langsung (direct selling) ini menggunakan kekuatan konsultannya --- demikian para direct seller disebut—sebagai ujung tombak penjualan. Sebagai produk asal Swedia, Oriflame cukup agresif menggarap pasar Indonesia. Ratusan ribu konsultan telah berhasil digaet sebagai pemasar handal.

Selvi Novita Kosasih, Direktur Pemasaran PT Orindo Alam Ayu, perusahaan pemasar Oriflame di Indonesia, mengatakan kepuasan pelanggan merupakan hal paling krusial bagi mereka. Dalam 1-2 tahun terakhir pihaknya banyak melakukan perubahan internal baik itu dari segi produknya, marketing, posisi harga yang tepat dan penawaran-penawaran menarik bagi para konsultan. Di sisi lain, pihaknya bekerja sama dengan bagian training department yang banyak mendukung dalam hal meningkatkan kualitas SDM (konsultan) dalam pengetahuannya tentang kosmetik.

Kami juga ada secara regular, random check pada para konsultan kami, menanyakan apa feedback, apa yang perlu di-improve, apa mereka puas dengan produk-produk Oriflame, itu dilakukan rutin tiap bulan,” kata wanita yang banyak berkarier di luar negeri ini.

Secara garis besar dikatakan Selvi, core business Oriflame itu di beauty product. Sedang colour dan decorative itu menjadi pilar bagi Oriflame. Agar lisptik memuaskan konsumen, pertama yang pasti harus memahami benar kebutuhan wanita Indonesia. “Warna-warna seperti apa yang wanita Indonesia suka. Ini sedikit kompleks, karena Indonesia terdiri dari banyak suku dan kulit berbeda. Jadi, Oriflame harus punyai range pilihan warna yang sesuai dengan kebutuhan orang-orang yang berbeda,” katanya. Selain itu jenis lipstiknya disediakan dengan berbagai kebutuhan konsumen (mate, glossy, long lasting dan sebagainya).

Indonesia adalah pasar yang penting bagi Oriflame. Tiap tahun Indonesia berperan memberi masukan tentang kebutuhan pasar. “Biasanya mereka akan bertanya kembali setelah memberikan range produk baru, menurut saya bagaimana dengan range tersebut. Saya akan kasih masukan apa yang lebih cocok untuk pasar di sini,” imbuhnya.

Jika ada konsumen yang mengalami ketidakpuasan pada produk Oriflame, yang dilakukan pihaknya, pertama penanganan melalui customer services, menanyakan ke level mana yang menyebabkan konsumen tidak suka pada lipstik jenis tertentu Oriflame. “Kami akan tanya, warnanya apa, produk tipenya seperti apa, dari situ kami bisa memberikan rekomendasi dan solusi,” ujarnya.

Komplain itu pasti ada, tapi menurut Selvi sangat jarang. Lebih pada pertanyaan mengapa konsumen kurang sreg pada satu produk, sarannya dari Oriflame apa.

Saat iniOriflame ada 5 kategori produk: colours, skin care product, fragrance, personal & hair care, serta aksesoris. Lipstik sendiri ada 4 sub kategori: geordany gold, oriflame beauty, very me, dan pure colour. Rata-rata setiap sub kategori juga dilengkapi berbagai pilihan warna. Jadi jika ditotal bisa ratusan pilhan warna. Jika dibandingkan dengan merek ritel, menurut Selvi, pihaknya menjamin memiliki pilihan sangat pas dan lengkap dengan kebutuhan wanita Indonesia.

Tentang kepuasan konsumen dihubungkan dengan kinerja merek tersebut, Selvi memandang sangat terkait sangat kuat keduanya. “Produk yang baik itu, orang akan cari, karena orang suka dan puas. Dari mana saya tahu orang puas? Tentu saja dengan angka sales, berarti mereka keep buying the product,” katanya. Apalagi konsumen Oriflame adalah wanita, yang kala puas, mereka biasanya cerita ke teman-temannya untuk ikut mencoba. Berarti mereka akan membawa teman-temannya untuk membeli produk tersebut. Jika terjadi penurunan kinerja, Selvi meyakini konsumen tidak puas dengan produk tersebut, dan itu pekerjaan rumah bagi produk tersebut.

Kinerja lipstik Oriflame 2010 ke 2011 cukup signifikan pertumbuhannya kurang lebih 30%,” ungkapnya. Kunci keberhasilan Oriflame berupa berubahan besar : punya banyak produk baru, dengan harga sesuai, positioning benar, cara mempresentasikan di dalam katalog benar serta mengedukasi para konsumen. Konsultan Oriflame sangat aktif untuk memenuhi ekspektasi konsumen yang menggunakan produk-produk Oriflame. “Kami akan lebih banyak lagi produk-produk lipstik, dengan terobosan baru,” kata Selvi.

Selvi menargetkan, tiap dompet make up wanita Indonesia minimal ada 1 lipstik Oriflame. “Tidak harus menggunakan make up komplet, dengan menggunakan lipstik saja wanita sudah terlihat cerah,” ujarnya sambil tersenyum. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)