Tantangan Industri Reksadana untuk Tingkatkan Jumlah Investor

Melalui kampanye #InvestasiAjaDulu, Tokopedia menargetkan peningkatan literasi keuangan di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga.

Guna meningkatkan edukasi investasi dan manajemen keuangan demi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat Indonesia, Tokopedi menggandeng Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia serta didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia men-support Gerakan Money Market Fund (GM2F).

AVP of Fintech Tokopedia, Samuel Sentana, mengatakan, Tokopedia berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis di bidang keuangan untuk meresmikan kampanye #InvestasiAjaDulu."Kolaborasi ini merupakan proses yang berkelanjutan sekaligus dukungan Tokopedia terhadap gerakan nasional #PasarUanginAja yang diluncurkan oleh OJK. Kampanye ini pun merupakan salah satu strategi Tokopedia untuk meningkatkan semangat investasi di tengah masyarakat Indonesia demi mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital," ungkapnya.

Melalui kampanye ini, pihaknya menargetkan peningkatan literasi keuangan di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga, lewat serangkaian kegiatan edukasi yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai investasi serta manajemen keuangan dalam mempersiapkan masa depan mereka.

Hasil studi berjudul “Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia” oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada tahun 2018-2019 menyebutkan bahwa Tokopedia telah membantu 78% pengguna menjadi lebih paham terhadap produk investasi digital.

Selain itu, 82% dari pengguna juga menjadi semakin paham dalam menggunakan dompet digital. Hasil ini menunjukkan bukti kontribusi positif Tokopedia dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Di Tokopedia, produk investasi juga mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Tokopedia Reksa Dana, misalnya, mengalami peningkatan jumlah transaksi serta pengguna di kuartal III 2019. Transaksi dan jumlah pengguna Tokopedia Reksa Dana masing-masing meningkat hingga 1,5 kali lipat pada bulan September 2019, jika dibandingkan dengan bulan Maret 2019.

Selain bisa dilakukan hanya lewat telepon genggam kapan pun dan dimana pun, Tokopedia juga menawarkan investasi mulai dari Rp10.000 lewat Tokopedia Reksa Dana.

Pihaknya juga memastikan keamanan dalam berinvestasi karena para mitra penyedia layanan keuangan digital yang terhubung telah diawasi oleh OJK. Berbagai nilai tambah ini membuat layanan investasi reksa dana lewat Tokopedia terus mendapatkan antusiasme positif dari masyarakat,” kata Samuel.

Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sujanto menambahkan, di tengah ketidakpastian global, industri pasar modal masih mencatatkan perkembangan yang positif. Per 14 November 2019, dana kelolaan reksadana juga sudah mencapai Rp551 triliun dengan jumlah produk sebanyak 2165.

Saat ini, jumlah investor sudah mencapai lebih daripada 1,5 juta. Peningkatan ini juga tidak terlepas dari insiatif digitalisasi penjalan reksadana yang dilakukan oleh pelaku industri, salah satunya adalah Tokopedia.

"Jumlah investor kita jika dibandingkan dengan populasi masih sangat jauh sekali yakni berkisar 0,8%. Kalau kita bandingkan di negara ASEAN saja itu bisa mencapai 20% dari jumlah penduduknya. Jadi, kita harus lebih bekerja keras lagi untuk meningkatkan jumlah investor,” tegas Sujanto.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)