Tantangan Pengusaha Retail Hadapi Masa Keemasan Konsumen

Tahun ini konsumen memiliki kekuasaan dan mereka dapat menikmati pilihan. Kekuasaan yang dimaksud adalah pergeseran dari mereka yang membuat dan menjual produk kepada pelanggan yang membeli produk tersebut. “Pengusaha retail dipaksa untuk menawarkan nilai dan kenyaman secara menerus kepada konsumen,” ujar Ade Elimin, Retail & Consumen Leader PwC Indonesia.

Berdasarkan laporan Total Retail PwC di tahun 2017, masa keemasan pilihan konsumen menjadi masa penuh tantangan bagi pengusaha retail. Apalagi ditambah dengan berlanjutnya pergeseran pilihan pelanggan menuju belanja online. Survei yang dilakukan kepada hampir 25 ribu pembeli online di 29 negara ini menangkap mengenai perilaku dan harapan belanja mereka, di antaranya sebanyak 40 persen responden menyatakan ukuran layar adalah tantangan terberat dalam berbelanja menggunakan telepon seluler.

Laporan Total Retail PwC

Lalu sebanyak 78 persen merespon bahwa asosiasi penjualan dengan pengetahuan produk yang luas merupakan hal yang penting, dan 65 persen dari pembeli merasa khawatir jika data personal mereka diretas ketika mereka menggunakan telepon seluler. Untuk melihat secara holistik, maka survei PwC kali ini berfokus pada jenis investasi yang diperlukan oleh pengusaha retail untuk berkembang. Jawaban yang diberikan responden membantu para pengusaha retail mengatasi kebingungan mengenai di mana sebaiknya berinvestasi.

Ada beberapa faktor yang menentukan keputusan investasi, yang berkisar dari barang dagangan apa yang perlu dijadikan stok dan untuk alasan apa, hingga berapa jumlah toko yang harus dibuka di lokasi tertentu. Bagi pengusaha retail perseorangan, pertaruhannya belum seketat ini. Untuk bersaing dalam usaha retail, pendatang baru tidak membutuhkan toko atau gudang. Selain itu, mereka bisa memiliki basis di daerah sekitar tempat tinggalnya.

Kedua, pertumbuhan PDB yang lemah di seluruh dunia serta permintaan pelanggan yang rendah memaksa para pengusaha retail untuk membuat investasi lenih cerdas, seperti berinvestasi pada situs seluler, investasi pada sumber daya manusia, loyalitas pelanggan, dan lainnya. Terakhir, usaha retail secara umum memang masih melambat, terutama untuk bahan makanan, barang-barang rumah tangga,d an segmen pakaian serta alas kaki.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Pabrik Xiaomi Indonesia Luncurkan Dua Varian Redmi

Xiaomi meluncurkan dua smartphone terbaru yakni Redmi Note 4 dan Redmi 4X di Indoesia. Kedua smartphone ini dibuat langsung di...

Close