Teknologi EOR Dongkrak Produksi Minyak Hingga 20%

Produksi minyak di Tanah Air terus menurun. Pada tahun 1981, Indonesia pernah mengukir rekor produksi tertingginya yakni 1,6 juta barel per hari. Kini, angkanya merosot menjadi hanya 794 ribu barel per hari. Cara termudah untuk mendorong produksi minyak adalah membangun banyak sumur dan kilang baru. Banyaknya sumur tua serta usia kilang minyak yang juga sudah uzur membuat cadangan minyak di Tanah Air terus menurun.

Untuk meningkatkan produksi minyak nasional, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, I Gusti Nyoman Wiratmmaja Puja mengatakan, pemerintah siap menerapkan Teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Hal itu disampaikan saat mewakili Menteri ESDM Sudirman Said membuka Konferensi dan Pameran EOR Internasional 2015 yang diselenggarakan Neft Event Management di Grand Hyatt, Bali, 16-18 Maret lalu. Konferensi dan Pameran EOR Internasional 2015 dihadiri para profesional yang mewakili 15 negara dengan topik kunci seperti Gas Flooding, Chemical Flooding, dan teknologi baru untuk EOR

Konferensi yang juga diselenggarakan Pertamina dan didukung SKK Migas dan Kementerian ESDM ini, menyoroti pentingnya diskusi lewat acara yang pertama kalinya diadakan di Indonesia, tentang peluang dan tantangan di industri EOR. Teknologi EOR dinilai ampuh meningkatkan produksi minyak.

I Gusti Nyoman Wiratmmaja Puja, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia membuka International EOR Conference & Exhibition  di Hotel Grand Hyatt, Bali I Gusti Nyoman Wiratmmaja Puja, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia membuka International EOR Conference & Exhibition di Hotel Grand Hyatt, Bali

Advisor Hulu Technology Center, Pertamina dan Ketua Teknis Konferensi Putu Suarsana mengatakan pertemuan teknis dan diskusi dengan peserta internasional ini sangat penting bagi Indonesia untuk membahas tantangan dalam brownfield dan teknologi baru untuk meningkatkan produksi minyak mentah nasional.

“Indonesia dapat menyerap teknologi EOR dari luar negeri untuk kemudian diterapkan dalam menaikkan produksi minyak mentah tahap 2 (secondary recovery) dan tahap 3 (tertiary recovery), penerapan EOR dalam 10 s/d 15 tahun mendatang dapat meningkatkan produksi 10 s/d 20% dari original oil in place, sehingga dapat mengurangi impor minyak mentah di masa yang akan datang,” katanya dalam rilisnya.

“Setelah konferensi ini perusahaan-perusahaan minyak di Indonesia akan rutin melakukan rapat dengan para ahli EOR dunia untuk menerapkan teknologi EOR tersebut, dengan perkiraan dalam 3 tahun mendatang Indonesia sudah dapat menerapkan teknologi EOR.”

Direktur Minyak dan Gas Neft Event Management Rafeeq Kunhi mengatakan perseroan merasa bangga, dengan dukungan dari Pertamina, SKK Migas, dan Kementerian ESDM mampu membawa para ahli internasional di bawah satu atap untuk membahas tantangan EOR dan inovasi teknologi industri yang ditawarkan. Variasi teknologi EOR dikemukakan para ahli EOR dari 15 negara antara lain: Kanada, Amerika Serikat, China, Switzerland, German, Belanda, Libya, Abu Dhabi, Dubai, Oman, Malaysia, Singapura, UAE.

“Negara-negara Amerika latin dan juga Jepang, kami berharap pada perusahaan-perusahaan pendukung untuk menjadi tuan rumah pertemuan teknis dan berbagi pengetahuan " ujarnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)