Terminal Batu Bara Terpadu Diresmikan di Banten

Cigading International Bulk Terminal (CIBT) sebagai terminal bongkar muat batu bara terpadu telah diresmikan di Pelabuhan Cigading Cilegon, Banten kemarin (20/9). PT Cigading International Bulk Terminal sebagai pengelola fasilitas terminal mendapatkan hak khusus dari PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) untuk mengembangkan, menjalankan dan mengoperasikan terminal batu bara untuk bongkar muat simpan untuk ekspor batu bara di Pelabuhan Cigading, Banten Indonesia selama 32 tahun mulai tanggal 13 Juli 2007 yang lalu.

Cigading International Bulk Terminal sebagai perusahaan yang mengelola fasilitas terminal merupakan mitra kerja Krakatau Bandar Samudera, anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS), yang memberikan hak eksklusifnya untuk membangun, membiayai dan mengoperasikan terminal bahan curah internasional yang canggih ini di area Pelabuhan Cigading. Tanpa kerjasama dan bantuan semua pihak terutama investasi MTD Group, operasional terminal ini tidak akan terealisasi. Oleh sebab itu, penghargaan kami berikan yang setinggi tingginya untuk pihak MTD Group,” kata Fawzar Bujang, Presdir PT Krakatau Steel.

Cigading International Bulk Terminal diresmikan oleh MTD Group , salah satu perusahaan infrastruktur di Malaysia dan Gubernur Banten, Hajah Ratu Atut Chosiyah. Turut menyaksikan peresmian itu Kepala Kantor Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Capt B. Soegiharto.

PT Cigading International Bulk Terminal sendiri merupakan usaha yang 95% sahamnya dikuasai oleh Sinomast Metacorp (Labuan) Ltd, sebuah usaha patungan 50:50 antara Metacorp Berhard (Metacorp) dan PT Bintang Sinomast Limited. Metacorp sendiri adalah anak perusahaan MTD Group yang bergerak dalam bidang konstruksi, jalan tol, manufaktur, pengembangan properti, pengelolaan energi dan limbah.

CIBT bertujuan untuk menjadi operator terminal batu bara kelas dunia sekaligus membangun reputasi yang kuat. Hal ini menjadi tantangan terbesar untuk MTD sebagai pemain baru dalam industri pelabuhan. Namun demikian, kami percaya dengan dukungan dan kerja sama terus menerus dari para otoritas lokal dan pemerintah Indonesia secara keseluruhan, akan membantu kami mencapai misi tersebut,” kata Dato’ Azmil Khalid, President & CEO MTD Group.

Proyek Pelabuhan Cigading dimulai dengan peletakan batu pertama pada bulan Juni 2008. “ Visi kami bersama dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) adalah memperluas fasilitas pelabuhan yang sudah ada menjadi sebuah pelabuhan terminal curah kelas dunia dengan solusi unggul untuk kebutuhan kargo curah,” tambah Azmil.

CIBT diklaim mempunyai fasilitas terpadu lengkap termasuk bongkar muat barang dan gudang penyimpanan dilengkapi dengan peralatan mesin derek (crane) untuk bongkar barang dari tongkang, alat pembawa barang (conveyor), gudang, dan alat memuat barang kembali ke kapal. Teknologinya akan membantu operator untuk mengawasi alur batubara ke dalam kapal.

Mulai dari bongkar sampai muat barang, jumlah bahan-bahan dalam gudang penyimpanan diawasi terus menerus dari menara pengawas pusat. Semua barang yang melalui terminal ini diawasi dan dianalisa oleh pengawas yang ditunjuk oleh pelanggan. Auto-samplerjuga dipasang untuk mendapatkan jumlah, prosedur dan waktu yang layak. Sistem bongkar muat batubara juga dilengkapi dengan alat deteksi metal dan alat pemisah besi magnet untuk menghindari kontaminasi metal dari batubara.

Barang dalam gudang penyimpanan dapat dicampur secara spesifik memungkinkan kelompok operasional mengatur sesuai konfigurasi mereka. Batubara disimpan sesuai dengan kualitasnya. Mencampur batubara dapat dilaksanakan sebelum memuatnya ke dalam kapal.

CIBT juga menggunakan PLC Programmable Logic Control System(sistem pengawasan lojik terprogram) yang terpusat yang dapat mengawasi pengelolaan setiap aktifitas atau proses secara akurat dalam keseluruhan operasional.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)