Terobosan Deny Liaw dkk. Kembangkan Minuman Kurma

Kurma yang selama ini dikenal sebagai kudapan di bulan Ramadan, sekarang bisa dinikmati dalam bentuk minuman. Tidak tanggung-tanggung, sejak diluncurkan pada Juni 2016, minuman buah kurma dengan merek Nafoura Kurma Water ini sudah bisa diperoleh di beberapa ritel, seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Gelael, Hari-Hari, Yomart serta Dan+Dan. Bahkan, Nafoura juga sudah masuk ke online, melalui Blibli.com.

Adalah Deny Liaw bersama empat temannya yang mengembangkan minuman baru ini. Awalnya, lima sekawan ini tertarik bisnis bersama di industri fast moving consumer goods (FMCG). Mereka melihat industri FMCG seperti tidak ada matinya. Bahkan hingga 2015, tercatat ada Rp 55 triliun perputaran uang di sana; terutama untuk kopi dan teh yang berkembang luar biasa. Deny dkk. pun tertarik mencicipi kue bisnis yang legit ini.

Air Kurma Deny Liaw, Direktur Kiera Bahari Aksara, bersama Bella Almira (Brand Amabassador)

Namun, dari awal mereka menyadari industri FMCG bagaikan lautan merah tidak bertepi. Selain kompetisi ketat, daya hidup industri minuman siap minum (ready to drink/RTD) tidak panjang. Mengikuti saran Chan Kim dalam bukunya Blue Ocean, Deny dkk. pun berpikir keras mencari diferensiasi. “Sejak Mei 2015 kami sudah melakukan riset segala macam, termasuk mencari premiks vitamin mineralnya dari sumber yang baik,” cerita Deny. Pilihan kemudian jatuh pada minuman berbahan baku kurma.

Menurut Deny, pilihan kurma sangat mudah dijelaskan. Pertama, masyarakat sudah lama mengenal kurma. Kedua, manfaat kurma banyak. Dengan mengonsumsi sebotol Nafoura Kurma Water setara mengonsumsi tiga buah kurma, yang memiliki manfaat: menambah energi, membantu pencernaan, membantu pembentukan hemoglobin dalam tubuh (karena mengandung zat besi), plus mencegah osteoporosis pada tulang (mengandung kalsium). Ketiga, belum ada produk sejenis Nafoura Kurma Water. “Kami yakin kami yang pertama mengeksekusinya menjadi RTD,” kata Deny.

Namun, Deny tak mau berpuas diri. Sejak diluncurkan, pihaknya terus melakukan promosi, baik above the line maupun below the line (BTL). Bahkan, yang menarik, Nafoura juga melakukan promosi ke kampus-kampus, seperti ke Universitas Telkom Bandung dan Universitas Negeri Jakarta.

Tentang hal ini, Deny beralasan bahwa Nafoura memang masih harus meningkatkan awareness. Dengan memasuki kampus dan menyelenggarakan seminar, diharapkan proses edukasi terjadi. Selain itu, “Kami memang ingin menyasar segmen anak muda. Kami ingin produk kami dikenal di kalangan anak muda dan mereka yang nge-lead pasar,” kata Deny tandas. Dengan menggarap anak muda, usia 18-25 tahun, dua sasaran tercapai karena memang Nofoura bermanfaat baik untuk stamina. “Nah, anak-anak muda ini kan aktivitasnya tinggi, tetapi sering terlambat makan, maka minuman ini bisa jadi pilihan,” lanjut Deny yang memilih tema besar: healthy good performance.

Jahja B. Soenarjo, konsultan pemasaran dari Bandung, memberikan acungan jempol terhadap langkah berani produsen Nafoura untuk out-of-the-crowd. Menurutnya, di tengah pasar yang hiruk-pikuk menggarap produk RTD berbasis kopi dan teh, yang mulai menjadi red ocean, Nafoura tampil sendiri. Terlebih, dengan populasi yang mayoritas Muslim dan sedang haus produk-produk bernuansa islami, maka Nafoura yang mengusung kurma memiliki peluang yang luar biasa. “Strateginya dengan gerilya pasar dan merapatkan distribusi lebih dahulu disertai program BTL melalui event sponsorship saya nilai cukup efektif,” katanya memuji.

Jahja mengingatkan, Nafoura harus terus gencar melakukan penetrasi dan merapatkan distribusi, mengingat pasar yang menggiurkan ini berpotensi akan membangunkan macan tidur, yakni pemain-pemain raksasa, untuk menggarap pasar yang luput dari lirikan mereka.(*)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)