Terobosan Koperasi Luncurkan Teknologi Keuangan Untuk UKM

Solusi teknologi keuangan kini tak lagi dimonopoli oleh perusahaan rintisan.  Koperasi pun kini telah turut membesut produk tekfin sendiri. Tepatnya pada hari Jumat minggu lalu (10/11) Koperasi Cakradhara Dana Mandiri (CDM) meluncurkan Prospera, solusi teknologi keuangan untuk menjembatani kebutuhan modal para pelaku usaha kecil menengah (UKM) dengan investor individual. "Prospera adalah sebuah kreasi dan inovasi produk keuangan berbasis teknologi yang menjamin pengelolaan investasi secara aman, efektif dan prospektif,” jelas Raden Aldi Ferdian, pendiri sekaligus pengelola dalam peluncuran Prospera di Kaffein Resto, SCBD, Jakarta  Selatan.

Raden Aldi Ferdian (paling kanan) dalam peluncuran Prospera di Kaffein Resto, SCBD, Jakarta (10/11).

CDM menyediakan tawaran investasi kepada para investor perorangan mulai dari Rp 100 ribu. Adapun pilihan bidang yang dipilih dari agrobisnis, makanan sampai industri kreatif dengan imbal hasil mencapai belasan persen per tahun. Berbeda dengan tekfin peer to peer lending lainnya yang menghubungkan langsung peminjam dengan investor, Prospera memilih untuk bekerjasama dengan koperasi lainnya. Koperasi mitra Prospera itu yang akan ‘menyediakan’ berbagai UKM yang akan didanai lewat Prospera.

 

Terkait keamanan, Aldi mengaku Prospera menggunakan sistem jaminan aset dari para UKM. Sehingga minimal dana pokok dari investor akan terlindungi. “Koperasi mitra prospera sekaligus yang akan berfungsi sebagai penyaring berbagai UKM yang layak untuk berinvestasi,” ujar Aldi.

 

Menurut Aldi Prospera berjalan di atas tiga prinsip, yakni mudah, aman dan bermanfaat. Kemudahan berinvestasi di Prospera lantaran seluruh informasi perkembangan investasi dapat diakses melalui situs www.danaprospera.com. Sementara Keamanannya dijamin melalui sistem penyaring yang mewajibkan koperasi atau lembaga keuang mitra memverifikasi UKM yang akan didanai. Sementara manfaatnya tersedia dalam bentuk finansial berupa imbal hasil maupun sosial. “Kami menyediakan pilihan untuk mengambil imbal hasil investasinya atau didonasikan untuk tujuan sosial. Pilihannya tersedia di Prospera,” jelas Aldi.

Menurut Aldi pihaknya pun sudah memperkenalkan Prospera kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski demikian, ‘stempel’ pengakuan dari OJK pun saat ini tengah diproses. “Kami sudah bicara dengan OJK. Tapi untuk mendapat pengakuan OJK dana kelolaannya perlu mencapai Rp 2,5 miliar. Kami sudah mencapai itu. Tapi saat ini prosesnya lagi migrasi. Saya perkirakan tidak lama lagi tuntas,” terangnya.

 

Koperasi CDM yang memiliki 50 pegawai sendiri merupakan koperasi simpan pinjam yang telah berdiri selama 5 tahun dengan jumlah anggota mencapai 3 ribu orang. Selama ini jumlah dana yang dikelola koperasi mitra CDM mencapai hingga Rp 7 miliar.  Aldi menargetkan dalam tempo 6 bulan ke depan Prospera mampu menggaet hingga 300 mitra koperasi dengan target investor mencapai 500 ribu.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)