Tiga Sektor Jadi Fokus Kerjasama Indonesia dan Selandia Baru

Dewasa ini wangi perekonomian Indonesia tercium oleh banyak kepala negara. Perdana Menteri Selandia Baru, John Key, salah satunya.

John Key tiba di Indonesia pada Minggu 15 April 2012. Sebelum bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung menyambut pemimpin partai nasional tersebut. Dalam pertemuan singkat di Menara Bank Mega, John Key dan Chairul Tanjung sempat menyinggung beberapa kerjasama yang akan dijalin Selandia Baru dan Indonesia.

"Fokus kita adalah kerjasama di bidan peternakan, pertaninan, energi, pendidikan, dan kesehatan," ujar Chairul. Rencananya Selandia Baru akan melakukan investasi senilai NZ$1,5 milyar di Indonesia.

Di bidang peternakan, Selandia Baru akan membantu memasok daging sapi dan kambing serta membantu peternak Indonesia dalam mengembangkan teknologi peternakan. Menurut John Key, saat ini negaranya memiliki lebih dari 12 juta ekor sapi dan 14 juta ekor kambing. Padahal penduduk mereka hanya berkisar 4 juta orang.

Chairul dan John Key juga membicarakan kerjasama masalah energi panas bumi, geothermal. Saat ini Selandia Baru merupakan negara yang menggunakan geothermal, sementara lebih 90 persen persediaan geothermal dunia ada di Indonesia.

"Investasi geothermal itu awalnya mahal sekali. Tapi biaya operasionalnya sangat murah," jelas Chairul.

Seoktor lain yang menjadi perhatian kerjasama Indonesia dan Selandia Baru adalah pendidikan. Saat ini biaya pendidikan PhD di Selandia Baru tergolong murah, yaitu NZ$3500 per tahun. Peluang ini tentu tidak akan disia-siakan pemerintah Indonesia. Apalagi disebutkan pula bahwa perguruan tinggi Selandia Baru tidak membedakan pelajar asing dan lokal.

"Saat ini ada 35 orang orang kita (Indonesia) yang menempuh studi PhD di sana. Totalnya ada 600 orang, dan ini akan kita kembangkan jadi 2000 orang," papar Chairul.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)