Tingkatkan Kecepatan, First Media Investasilkan US$ 2,5 Juta

Untuk mengakomodasi berbagai layanan dan aplikasi digital, PT Link Net, pemegang merek First Media, meningkatkan fasilitas layanan kecepatan ideal menjadi 3 Mbps dan menambah kecepatan FastNet Family dari 1 Mbps menjadi 1,5 Mbps. Untuk meningkatkan kapasitas bandwidth tersebut, perusahaan menggelontorkan dana investasi sebesar US$ 2,5 juta.

Hengkie Liwanto, Chief Executive Office PT Link Net, mengatakan perkembangan yang terjadi saat ini menuntut agar akses internet dapat dilakukan dengan koneksi dan kecepatan yang stabil. Dengan begitu, penambahan akan dapat mendukung keperluan akses kecepatan basic untuk keperluan hiburan, ajar-mengajar, dan bisnis, sehingga dapat memenuhi kepuasan pelanggan.”Penambahan kecepatan ini juga dilakukan untuk mengimbangi pertumbuhan pesat pengguna internet di masyarakat serta mengurangi perbedaan yang mendasar terhadap perkembangan era digital di Indonesia dengan negara lain. Langkah ini juga dilakukan dengan tujuan dapat menyediakan layanan broadband yang berkualitas, sekaligus.” terang Hengkie.

Dengan penambahan kecepatan hingga 50%, imbuh Hengkie, para pengguna akan semakin leluasa untuk memanfaatkan internet, baik untuk bisnis, bersosialisasi melalui social media, menikmati rich media, berbelanja, dan beragam hal lainnya yang bisa dilakukan disaat yang bersamaan melalui akses internet FastNet tanpa batas, tanpa tunggu dan tanpa kuota. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati pengalaman upload maupun download, tanpa buffering yang menganggu. Serta dapat pula menikmati hadirnya industri multimedia seperti VOD ( Video on Demand ), download musik dan film, serta teleconference dan kegiatan social media.

Kata Hengkie, penambahan kecepatan juga menunjang rencana yang telah disiapkan pemerintah Indonesia dalam menuju era digital melalui program National Broadband Plan. National Broadband Plan merupakan landasan perekenomian menuju Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045 mendatang dan mempunyai rencana jangka panjang dan jangka pendek untuk menjadikan broadband sebagai pemicu meningkatnya perekenomian nasional. Diharapkan tahun 2025 Indonesia bisa masuk ke dalam 10 besar negara maju, dan bahkan pada tahun 2045 bisa menembus posisi 6 negara besar.

National Broadband Plan mempunyai dua fungsi utama, pertama menjadi konektifitas bagi dunia maya baik dalam negeri maupun global. Lalu fungsi yang kedua, mempercepat terciptanya ekonomi berbasis pengetahuan, meningkatkan produktifitas, dan daya saing nasional dalam ekonomi global. National Broadband Plan juga menargetkan di tahun 2014 broadband sudah menjangkau 30% populasi di kota-kota Indonesia dalam 6 koridor ekonomi dan mampu memberikan akses broadband kualitas dengan kecepatan minimal 2 Mbps.

Kami penyedia layanan televisi berbayar dan jaringan komunikasi pita lebar terbesar di Indonesia. Untuk itu, kami memberikan perhatian ekstra terkait dengan kebutuhan digital ini, mengingat perkembangan era ini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi para pengguna internet terutama dari sisi hiburan, pendidikan dan gaya hidup, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tutur Hengkie. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)