Transformasi Bisnis Radana Finance Hadapi Kelesuan Pasar Sepeda Motor

Lesunya penjualan sepeda motor di Indonesia beberapa waktu terakhir memberikan dampak yang signifikan kepada PT Radana Bhaskara Finance Tbk. Pasalnya, perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai Trakindo Group dan Orang Tua Group tersebut selama ini memiliki fokus bisnis pada pembiayaan sepeda motor baru. Karena itu penurunan penjualan sepeda motor dari 6,48 juta unit di tahun 2015 menjadi 5,93 juta unit di 2016 atau anjlok sebesar 8,5% cukup mempengaruhi bisnis perusahaan yang juga melayani pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB motor, BPKB mobil serta sertifikat tanah dan bangunan (SHM/SHGB) dengan atau tanpa agunan serta pembiayaan modal kerja dan investasi.

Manajemen Radana dari kiri ke kanan : Krisdianto Soedarmono selaku Deputy Direktur, Henri Gunawan Deputy Direktur Keuangan, Evy Indahwati Direktur Utama, Nico Handoko Wakil Direktur Utama dan Anang Haryanto Direktur Operasional pada saat paparan publik yang digelar bersamaan dengan program CSR Pengobatan Gratis bertema Radana Berbagi Cinta di RS Ali Sibroh Malisi, Jagakarsa, Jakarta Selatan (16/12)

Berbagai tantangan lain pun menerpa Radana selama tahun 2016. Antara lain, kemampuan daya beli masyarakat yang stagnan akibat stagnasi pertumbuhan ekonomi di level rata-rata 5% selama beberapa tahun terakhir, dan perubahan perilaku konsumsi masyarakat dari konsumsi untuk kepemilikan aset menjadi konsumsi untuk kesenangan alias tumbuhnya leisure economy.

 

Menghadapi kondisi tersebut Radana tidak tinggal diam. Di bawah komando Evy Indahwaty, Presiden Direktur Radana, berbagai strategi pun disusun. Radana pun meggelar transformasi bisnis dengan cara mempercepat pertumbuhan bisnis multiguna melalui berbagai saluran distribusi seperti penyedia teknologi finansial dan market place digital serta mengembangkan website komersial dan aplikasi Rajadana sebagai media penjualan Perseroan. Radana juga berupaya meningkatkan penjualan melalui mekanisme telesales dan repeat order, meningkatkan kerjasama dengan mitra bisnis, efisiensi biaya, meningkatkan pengelolaan piutang untuk memperbaiki kualitas pembiayaan (NPF) perseroan. Tak ketinggalan Radana berupaya secara terus menerus melakukan perbaikan pelayanan kepada konsumen dan juga mitra bisnisnya. “Perseroan berkomitmen memberikan yang terbaik bagi stakeholder dan mitra bisnis dengan terus meningkatkan kualitas SDM, business process dan pengembangan teknologi sesuai tagline kami, Radana Finance Mitra andal, sahabat Anda,” jelas Evy dalam acara Public Expose Radana Finance yang didahului dengan aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan berupa Pengobatan Gratis di Rumah Sakit Ali Sibroh Malisi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (16/12).

 

Hasil dari berbagai strategi itu sendiri mulai menampakkan hasil. Perlahan tapi pasti pendapatan perusahaan dari sektor pembiayaan multiguna mulai meningkat. Pendapatan perusahaan sendiri mengalami peningkatan 15% dibandingkan tahun 2015 yaitu dari Rp. 737,08 miliar menjadi Rp. 847,59 miliar . Peningkatan tersebut terutama berasal dari kontribusi kenaikan Bisnis Multiguna. “Year on year pembiayaan multiguna mobil tumbuh 45% sementara mutiguna rumah meningkat 224%,” papar Henri Gunawan Deputy Direktur Keuangan Radana dalam kesempatan serupa.

Namun demikian, dari sisi profitabilitas perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 25,63 miliar atau turun sebesar 35% dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp 39,85 miliar. Menurut Evy, penurunan tersebut terutama disebabkan oleh suku bunga jual pembiayaan multiguna yang lebih rendah dari suku bunga pembiayaan sepeda motor baru dan juga aktivitas investasi infrastruktur , tekhnologi informasi dan sumber daya manusia.  Selain itu biaya bunga dan keuangan tahun 2016 meningkat 19,8% menjadi Rp 344,78 miliar dari sebelumnya Rp 287,82 miliar di 2015. “Kenaikan tersebut seiring dengan kenaikan jumlah pinjaman kepada pihak ketiga sebesar Rp 2,28 triliun yang digunakan untuk pendanaan produk multiguna dan juga untuk investasi infrastruktur dan sistem informasi,” papar Evy.

Adapun ke depan Radana yang kini memiliki 58 cabang dan 5 pojok pelayanan di Indonesia masih akan terus meningkatkan porsi pembiayaan multiguna. Bahkan targetnya pembiayaan multiguna yang akan terus digenjot hingga 5 tahun ke depan akan memberikan kontribusi mayoritas. Sementara pembiayaan sepeda motor baru yang selama ini menjadi tulang punggung perusahaan hanya ditargetkan berkontribusi sebesar 30% saja. “Ke depan kami akan lebih banyak pembiayaan multiguna termasuk pembiayaan syariah, seperti perjalanan umroh. Hal ini sesuai perkembangan leisure economy,” tambah Henri.

Di tahun 2018 sendiri Radana menargetkan pertumbuhan pembiayaan multiguna untuk mobil meningkat 38%, rumah naik 134% dan lainnya melesat 119% dengan total target pembiayaan keseluruhan mencapai sekitar Rp 4 triliun. Adapun nilai belanja modal Radana pada 2018 diperkirakan akan mencapai Rp 12 miliar yang akan dikucurkan untuk pengembangan teknologi informasi dan penambahan 4 titik pelayanan baru. “Omset di 2018 kita targetkan meningkat 10% dibanding tahun ini, sementara target profit 2018 Rp 25 miliar atau sama dengan 2017,” tegas Henri.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)