Trik Jitu Bikin Perusahaan Sukses Secara Singkat

Vice President & Chief Knowledge Office MarkPlus Inc, Jacky Mussry, mengungkapkan bahwa kemampuan perusahaan untuk melejit dengan cepat tidak hanya terkait kemampuan inovasi, jaringan, gaya manajemen ataupun kemampuan IT, tetapi juga casual ambiguity. Selalu ada faktor yang tidak mudah dilihat oleh masyarakat luar, namun justru inilah yang memegang kunci penting kesuksesan.

Kemampuan inovasi misalnya, tidak cuma membutuhkan orang berbakat yang bekerja dalam suatu perusahaan tetapi juga perlu budaya pantang menyerang, tidak pernah puas serta berbagai infrastruktur penunjang,” kata Jacky Mussry. Ada pula faktor kepemimpinan, sensitivitas yang kuat terhadap pasar, pesaing, pelanggan dan lainnya.

Perusahaan yang 'mengepakkan sayap' dengan cepat umumnya perusahaan yang memiliki strategi jelas. Artinya, mereka secara terperinci, memahami apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan. “Jangan sampai dilakukan setengah-setengah. Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang menyadari keterbatasan sumber daya mereka dan memahami bagaimana mengalokasi sumber daya tersebut agar tercapai kinerja yang maksimal,” tegas Jacky.

Air Asia misalnya, ujar Jacky, secara sadar menerapkan prinsip low cost supaya bisa menjual tiket secara low fare. Begitu pula budaya perusahaan yang menyosialisasikan biaya rendah. 7-Eleven menjadi fenomena di kalangan anak muda karena mereka menyadari budaya 'nongkrong'. 7 Eleven mendesain outlet mereka senyaman mungkin bagi siapapun yang ingin menghabiskan waktu bersama teman dalam waktu lama namun tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Dari perusahaan/merek yang dianggap melejit kinerjanya tersebut, dinilai Jacky, ada beberapa benang merah yang dapat ditarik. Pertama, perusahaan/merek tersebut mempunyai kemampuan membaca pasar secara cepat dan cermat, kemudian merespon perkembangan pasar juga dengan cepat. Kedua, perusahaan/merek tersebut, seperti telah disinggung sebelumnya, menyusun dan menjalankan strategi yang jelas dan konsisten.

Mereka sangat jelas apa target perusahaan. Tidak banyak basa-basi atau wacana belaka, tetapi konkrit dan result-oriented berdasarkan ukuran-ukuran yang jelas dan keras,” kata Jacky. Ketiga, perusahaan/merek tersebut, khususnya yang sudah eksis cukup lama dalam suatu industri, tidak pernah mau terjebak dalam situasi cepat berpuas diri. Mereka akan tetap ‘gas pol’ meskipun dari tahun ke tahun kinerjanya tetap dalam level mengagumkan.

Dalam lingkiungan bisnis yang sangat dinamis setiap perusahaan dituntut untuk terus bertransformasi sehingga kapabilitas dinamik perusahaan menjadi penting. Salah satu kendala utama adalah aspek manusia yang secara kolektif, apabila tidak diarahkan, akan membentuk budaya perusahaan terkait.

Apabila para pegawai resisten terhadap perubahan, tidak merasa perlu meningkatkan kualitas diri, mempunyai sifat terlalu membanggakan kesuksesan di masa lalu, maka makin sulit bagi perusahaan mengantisipasi perubahan. Inilah kendala yang sering dialami masyarakat,” kata Jacky lagi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)