Trik Sukses Gaet Investor dalam 10 Menit

Siapa bilang kemampuan pebisnis untuk 'jualan' produk unggulan kepada para investor teruji di pertemuan formal? Sekitar 78% proses kemitraan antara produsen dan investor muncul, malah, di acara nonformal seperti makan malam, pertemuan santai dan sebagainya. Karena itu, setiap pengusaha harus memoles kemampuan 'merayu' investor selama 10 menit.

 

Pernyataan tersebut diungkapkan Melany Tedja, Co-Team Leader Energy Eficiency in Industrial, Commercial & Public Sector (EINCOPS). “Karena itu, setiap wirausahawan harus mampu mengemas kemampuan mereka dalam mendeskripsikan produk secara singkat namun efektif, setidaknya 10 menit. Ini disebut elevator speech.” Sayangnya, meskipun bicara singkat terdengar sederhana, banyak wirausahawan yang gagal di proses tersebut.

 

Saat Anda bertemu dengan calon investor dan hanya memiliki 10 menit untuk menarik perhatian pertama, Anda seringkali terpaku dengan penjelasan yang panjang dan tidak penting. Misalnya, Anda menceritakan proses terbentuknya ide bisnis, pengalaman saat mengembangkan ide tersebut, apa yang Anda rasakan saat itu, dan banyak lagi. Kemungkinan besar, investor akan berpikir, “I don't care about it”,” tegas Melany. Dalam waktu singkat, satu-satunya yang ingin didengar oleh investor adalah apa sih produk Anda.

 

Karena itu, pertama kali yang harus wirausahawan lakukan adalah mengetahui siapa lawan bicara atau penyandang dana tersebut. “Hal yang paling penting adalah kita melihat siapa sih investor itu? Ini untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan dan menarik minat mereka. Perkenalkan produk Anda dari sudut pandang yang menarik bagi mereka, bukan Anda,” kata Melany lagi. Seringkali, wirausahawan yang baru mulai bisnis terlalu fokus dengan 'kehebatan' produk mereka tanpa memperhatikan apa yang dicari oleh investor. Padahal, sederhananya, tidak mungkin penyandang dana rela menggelontorkan sejumlah uang untuk sesuatu yang tidak mereka butuhkan kan?

 

Kedua, wirausahawan harus menemukan 'perbedaan' produk mereka dengan produk yang sudah ada di masyarakat. Produk tersebut harus memiliki keunikan yang belum diperkenalkan produsen lain. “Penting sekali untuk menonjolkan produk Anda dengan menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda dari produk lain. Ini bisa menjadi nilai jual produk sekaligus memberi semacam gambaran kepada penyandang dana akan prospek bisnis Anda,” kata Melany.

 

Jika wirausahawan bertemu pelaku perbankan untuk meperoleh pinjaman, Melany juga memberikan satu kiat khusus. “Hal utama yang harus Anda informasikan kepada pihak perbankan agar mereka tertarik untuk meminjamkan uang adalah kemampuan Anda untuk mengembalikan uang tersebut dan risiko bisnis yang minim. Mereka mencari pengusaha dengan laju bisnis paling stabil.” Selain itu, menurut Melany, wirausahawan harus menginformasikan soal seberapa besar kemungkinan bisnis itu untuk berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)