UKM Binaan YDBA Raih ASEAN Business Award 2011

Dalam KTT ASEAN Business Advisory Council (BAC) yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali pada 16-18 November 2011, sebanyak enam perusahaan Indonesia memperoleh penghargaan ASEAN Business Awards (ABA) 2011 dengan kategori penilaian untuk aspek pertumbuhan, sumber daya manusia, inovasi, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi kepada perusahaan besar dan kecil menengah sebagai bentuk apresiasi bagi “Para Pengusaha ASEAN Paling Cemerlang”.

Pemenangnya diumumkan dalam acara makan malam yang dihadiri Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan. Perusahaan besar yang memperoleh penghargaan adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional untuk nomor 2 kategori Pertumbuhan Perusahaan Besar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk nomor 2 kategori Sumber Daya Manusia, dan PT Kalbe Farma untuk nomor 1 kategori Inovasi.

Sedangkan, perusahaan kecil-menengah adalah CV Media Kreasi Bangsa untuk nomor 1 kategori Pertumbuhan, PT Sarandi Karya Nugraha (SKN) untuk nomor 1 kategori Sumber Daya Manusia (employment), dan Jati Arta Mas untuk nomor 2 kategori Inovasi.

SKN merupakan UKM binaan Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA), yang pada saat pemberian penghargaan yang diserahkan oleh Surin Pitsuwan kepada Pembina YDBA, FX Sri Martono. “Satu kata yang ingin kami ungkapkan atas perhargaan ini adalah “Exciting Experience”, kata Arief Rahman , salah satu pendiri perusahaan ini.

Dalam rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi Asean ke-19 tersebut, BKPM menyelenggarakan Seminar “Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean 2015 di Nusa Dua Bali. Dalam kesempatan tersebut Martono menyampaikan makalah tentang Pengalaman YDBA dalam membina UKM baik di sektor manufaktur yang terkait dengan bisnis Grup Astra maupun UMKM yang tidak terkait.

Dijelaskan Martono, UKM memegang peranan penting bagi dunia bisnis dalam melahirkan berbagai inovasi. Untuki pemerintah ia memberikan pajak, bagi masyarakat ia mampu menyediakan lapangan kerja yang layak dan menjadi mitra sejajar bagi perusahaan skala besar.

Martono juga menyampaikan tantangan UKM adalah keterbatasan modal, SDM, akses pembiayaan, pemasaran produk dan teknologi. Selain itu kurangnya pembinaan yang komprehensif. Disinilah semestinya peran perusahaan besar bisa menjadi mitra bagi mereka. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)