Untuk Transparansi, Nestle Luncurkan Laporan CSV 2013

Setiap dua tahun sekali, PT Nestle Indonesia mengeluarkan Laporan Creating Shared Value (CSV). Termasuk pada awal 2014 ini, Nestle meluncurkan Laporan CSV 2013. Laporan tahun ini berfokus pada upaya-upaya Nestlé untuk menjaga keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan-kegiatan pelestarian dan ketersediaan air. Laporan lengkapnya dapat diakses di http://www.nestle.co.id/ina/csv/laporan-csv-2013.

Nestle CSV,Arshad

“Laporan ini untuk menjelaskan apa saja aksi yang sudah kita lakukan, juga perubahan yang telah kita buat. Kita mempunyai KPI tersendiri mengenai sustainability dalam laporan ini. Tujuan laporan ini untuk transparansi, membagi ide-ide bagus dan diharapkan akan mendapatkan feedback, sehingga bisa meningkatkan kualitas (implementasi)nya,” jelas Arshad Chaudhry, Presiden Direktur Nestle Indonesia.

Laporan CSV ini sudah mulai dibuat sejak 2009. Isinya adalah mengenai program-program corporate social responsibility (CSR) yang dijalankan Nestle Indonesia dalam dua tahun. “Jadi ini program berjalan, tapi karena dibuat laporannya (dalam buku) dua tahun berikutnya (dari sejak dicetuskan), maka di laporan ini lebih membandingkan apa kemajuan yang sudah dicapai program, jika dibandingkan dengan dua tahun lalu,” paparnya.

Nestle, ujar Arshad, menyadari bahwa sudah banyak upaya praktik berkelanjutan yang dilakukan dengan baik di Indonesia, namun hal tersebut tidak cukup untuk menyokong pertumbuhan negara dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya percaya bahwa tantangan tersebut hanya bisa dihadapi jika semua pemangku kepentingan saling bahu-membahu, dan melakukan tindakan nyata. Tidak ada pihak manapun yang mampu mengatasi masalah tersebut sendirian. Sebuah upaya bersama untuk mencapai keberlanjutan adalah solusinya,” ujarnya.

Arshad juga mengatakan, meskipun sudah banyak perusahaan yang menyadari kebutuhan akan praktik-praktik berkelanjutan dan melakukannya, namun masih sulit bagi mereka untuk mengembangkannya dalam skala yang lebih besar. Dukungan aktif Nestlé dalam menjaga keberlanjutan air dapat dibuktikan melalui keterlibatan perusahaan dalam CEO Water Mandate Working Group of the UN Global Compact – Indonesia network.

Selain itu, perusahaan juga aktif dalam pelestarian air, yang dibuktikan dengan penggunaan air yang efisien di pabrik-pabriknya, dan para karyawannya ikut membuat lubang biopori dan menanam ribuan pohon untuk penyerapan air hujan yang lebih baik.

“Sangat penting bagi kami untuk membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih melalui kegiatan menciptakan manfaat bersama (creating shared value), dan pada saat yang bersamaan menimbulkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan air,” pungkasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)