UOB: Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,3% di 2013

PT Bank UOB Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh 6,3% di 2013. Besarnya investasi yang masuk serta kekuatan konsumsi domestik masih jadi penopang pertumbuhan ekonomi negeri ini.

Kepala Riset dan Hubungan Investor UOB Group, Jimmy Koh, mengatakan, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, Indonesia berada pada tempat istimewa di komunitas investor internasional.

“Kuatnya fundamental makro ekonomi, pertumbuhan konsumen kelas menengah dan tumbuhnya perdagangan antar regional membuka peluang bisnis seluas-luasnya untuk terus bertumbuh,” kata Jimmy Koh dalam Economic Outlook 2013 di Jakarta, Selasa (23/10).

Meski perekonomian Indonesia cukup tangguh, namun Jimmy mengingatkan pelaku bisnis untuk tetap mencermati tantangan-tantangan dalam ekonomi global terkait eratnya keterikatan antara perdagangan, bisnis dan sistem keuangan. “Yang harus dicermati adalah krisis di Eropa di mana situasi itu dapat berubah sewaktu-waktu dengan cepat,” katanya.

Quantitative Easing (Qes) atau inisiatif moneter di negara-negara maju telah mengalirkan likuiditas ke belahan bumi Asia, namun menimbulkan kecemasan akan terjadinya overheating ekonomi dan inflasi terhadap harga aset.

Banyak yang menghubungkan situasi krisis sekarang ini dengan krisis keuangan Asia di tahun 1997. UOB sendiri menilai ekonomi Indonesia dewasa ini jauh lebih kokoh. “Cadangan devisa kita saat ini mencapai lebih dari US$ 100 milyar, lima kali lipat dari US$ 20 milyar pada 1997. Karena itu kami berpendapat bahwa dinamikanya amatlah berbeda dengan krisis 1997.

Bank UOB juga meramalkan tingkat suku bunga acuan akan tetap bertahan di level 5,75% hingga akhir 2013. Sementara, inflasi diperkirakan mencapai 5,1% tahun depan dan 4,5% hingga akhir tahun ini. Sebagai catatan, di 2011, Indonesia mencatat laju inflasi 5,4%. (Lila Intana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)