Upaya Bank Mandiri Berkontribusi Ilmu kepada Dunia Finansial

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mendirikan sebuah lembaga riset independen, Mandiri Institute, yang ditujukan untuk menghasilkan karya-karya riset yang dapat berguna untuk bangsa dan negara, khususnya riset bidang ekonomi dan finansial. Keberadaan lembaga ini sejalan dengan visi Bank Mandiri dalam memakmurkan negeri dan misi menjadi bank terbaik di ASEAN pada 2020.

Launching Mandiri Institute“Kami ingin pastikan Mandiri Institute ini apolitical, netral dan impartial, jadi memang ini lembaga paling independen yang kita miliki. Kita ingin lembaga ini tidak hanya memberikan advice, tapi juga menghasilkan impact,” kata Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Menurut Budi, nature lembaga ini nantinya diusahakan tidak begitu informal, misalnya bisa digunakan sebagai sarana pertemuan (gathering) dari para pemikir terhebat dan tercemerlang di negeri ini, supaya mereka bisa mendiskusikan apa yang mau dilakukan untuk Indonesia ke depannya.

“Jadi misalnya dari pertemuan antara orang-orang yang punya pengaruh di dunia finansial, pasti nantinya akan berpengaruh di inklusi finansial juga. Lalu, kita juga bisa membiayai para Profesor dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia, ataupun para konsultan, untuk membuat riset ke desa-desa soal suku bunga, dan setelah itu bisa didiskusikan dengan stakeholders. Sehingga ini akan lebih berguna dari sekadar laporan riset saja,” papar Budi.

Darmin Nasution, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), yang ditunjuk sebagai Chairman Board of Advisory Mandiri Institute, menambahkan bahwa dukungan tim research and development (R&D) yang handal dan reliable dalam setiap pengambilan kebijakan sangat dibutuhkan, agar Indonesia dapat menjadi negara besar. “Jadi, lembaga ini didedikasikan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan publik terbaik melalui interaksi aktif antar pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Pada tahun pertama, ujar Darmin, Mandiri Institute akan memfokuskan kajiannya dalam tiga tema utama yakni keuangan inklusif, pendalaman sektor keuangan dan kewirausahaan. Pemilihan tema tersebut sejalan dengan semangat pemerintah yang ingin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi nasional.

Aktivitas lembaga independen ini akan meliputi diskusi ahli, konferensi kebijakan publik, Program Pengkajian dan Rapat Dewan Penasehat. Adapun hasil kajiannya akan meliputi Laporan Mandiri Institute, Indikator Ekonomi dan Keuangan Mandiri Institute, konferensi serta penghargaan.

“Ini lebih dari sekadar institut riset. Riset yang dilakukan bukan semata-mata riset konvensional, tapi bisa juga ini membentuk satu kegiatan yang menjadi sebuah forum bagi orang-orang yang punya kelebihan di bidang itu,” ucap Darmin.

Dalam melakukan berbagai aktivitasnya tersebut, Mandiri Institute akan melakukan kemitraan dalam kegiatan pengkajian, penyebaran hasil riset, program magang dan fellowship dengan berbagai universitas, lembaga nirlaba, organisasi internasional dan tokoh bisnis. Lembaga-lembaga tersebut antara lain Bank Dunia, IMF, IFC, McKinsey, Oliver Wyman, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)