Visa Global Travel Intentions Survey 2011: AS, Inggris, Jepang Tujuan Utama Wisata

Berdasarkan hasil temuan Visa Global Travel Intentions Survey 2011, Amerika Serikat, Inggris dan Jepang terpilih sebagai tujuan wisata utama di antara 11.620 responden dari 23 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Satu dari lima responden (20 persen) mengatakan, mereka ingin berwisata ke Amerika Serikat pada dua tahun mendatang. Inggris menjadi pilihan kedua dengan 19 persen responden menyatakan ingin ke sana untuk berlibur, diikuti oleh Jepang (16 persen), Perancis dan Italia (keduanya 15 persen).

Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, mengungkapkan dengan keragaman budaya, pemandangan yang indah dan surga belanja untuk para pelancong, tidaklah mengagetkan jika satu dari lima orang responden mengatakan mereka ingin mengunjungi AS dalam dua tahun mendatang. Sebelum survei dilaksanakan, nilai tukar uang yang kompetitif semakin membuat AS menjadi lebih menarik untuk para wisatawan internasional. Inggris menjadi pilihan wisata favorit kedua, 27 persen mengatakan mereka ingin menghadiri acara olahraga di sana. Olimpiade London 2012 yang akan datang dapat menjadi faktor penarik dan merupakan indikasi bahwa wisata olahraga terbukti menjadi daya tarik wisatawan saat ini.

Sementara itu, Jepang selalu menjadi favorit bagi wisatawan dari Asia Pasifik dalam dua tahun survei ini dilakukan. Visa kembali melakukan survei pada Agustus 2011 di Cina dan Korea Selatan, kedua pasar wisatawan utama bagi Jepang untuk menilai bagaimana tsunami pada Maret lalu memengaruhi para wisatawan.

Hasilnya, responden Cina dan Korsel masih menjadikan Jepang sebagai pilihan wisata favorit mereka . Lebih dari satu di antara tiga (34 persen) responden asal Cina dan satu di antara empat (24 persen) responden Korsel menyatakan mereka berkeinginan untuk berwisata ke Jepang dalam dua tahun mendatang. Hal ini sejalan dengan Tren tujuan wisata Pacific Asia Travel Association (PATA) yang menyatakan bahwa kedatangan para wisatawan asing ke Jepang telah meningkat pasca tsunami.

Riset menunjukkan bahwa rata-rata pembelanjaan global untuk perjalanan wisata yang telah dilakukan responden pada dua tahun yang lalu adalah US$1,481 dan rata-rata global yang diharapkan naik menjadi US$1,895 pada dua tahun mendatang. Hasil survei juga mengemukakan bahwa pembelanja terbesar adalah responden dari Australia yang menghabiskan rata-rata US$3,636 pada perjalanan terakhir mereka. Responden dari Saudi Arabia adalah pembelanja kedua terbesar yang menghabiskan rata-rata US$ 3,129 pada perjalanan mereka yang lalu. Proyeksi belanja dalam dua tahun mendatang juga menunjukkan bahwa responden Australia tampaknya akan menjadi pembelanja utama dengan anggaran wisata yang diperkirakan hingga US$3,582.

Hasil survei juga menunjukkan adanya promo perjalanan wisata (70 persen), pemandangan alam (69 persen), stabilitas politik dan cuaca yang baik (keduanya 66 persen) serta tempat tujuan wisata baru (65 persen) sebagai faktor-faktor utama yang memengarahui wisatawan dalam memilih tempat tujuan wisata.

Rata-rata, para responden berencana melakukan empat perjalanan internasional dalam dua tahun mendatang, dengan lebih dari 11 persen responden berencana untuk berlibur dalam dua tahun mendatang, dibandingkan dengan dua tahun terakhir. Sebagian besar wisatawan menyatakan mereka berencana untuk menghabiskan waktu 10 malam dalam liburan mereka berikutnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)