World Bank: Pertumbuhan Indonesia Kuat di 6%

Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat, namun memiliki risiko yang tinggi terhadap gejolak keuangan global. Seperti proyeksi World Bank (Bank Dunia) yang dirilis Kamis (12/10), tahun 2012 Indonesia akan tumbuh di angka 6%. Namun gejolak aliran modal portofolio dan pasar saham menunjukkan bahwa ekonomi negeri ini masih tidak kebal dari krisis zona Eropa.

Menuju tahun 2013, proyeksi baseline untuk pertumbuhan adalah 6,4%. "Namun krisis ekonomi global yang parah dapat menekan pertumbuhan turun ke sekitar 4%," ujar Shubham Chaudhuri, Ekonom Utama World Bank untuk Indonesia, di Jakarta.

Dengan gejolak pasar keuangan internasional tampaknya akan terus berlanjut dalam jangka pendek, meningkatkan kesiapan menghadapi krisis harus menjadi prioritas kebijakan, kata laporan Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia edisi Juli 2012 mengingatkan.

Pemerintah Indonesia telah membuat kemajuan penting, seperti telah mempersiapkan protokol manajemen krisis (crisis management protocol) dan mengatur pembiayaan kontingensi bagi pemerintah jika terjadi pengetatan kondisi pasar. Namun, pekerjaan lebih lanjut dapat dilakukan.

"Persiapan rencana kebijakan fiskal, sebagai contoh belanja untuk mendukung ekonomi dan melindungi masyarakat miskin harus dimulai sekarang, sehingga mereka dapat dilaksanakan secara cepat ketika krisis terjadi," ujar Shubham.

Kejelasan dan konsistensi kebijakan juga dapat meningkatan kepercayaan investor dan langkah-langkah kebijakan dalam perdagangan dan investasi baru-baru ini yang membatasi impor barang-barang tertentu. Sementara itu, kebijakan pemerintah yang mengeluarkan aturan-aturan baru membawa risiko mengirimkan sinyal yang tidak seragam tentang reformasi.

Indonesia menghadapi tantangan ganda yakni meningkatkan kesiapan menghadapi goncangan krisis jangka pendek. Pada saat bersamaan mendukung pertumbuhan jangka menengah.

"Hal ini akan membutuhkan kelanjutan reformasi struktural dan investasi yang dapat meningkatkan rasa percaya diri investor. Tak ada ruang untuk rasa puas diri. Di lingkungan pasar yang rentan saat ini," tambahnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)