World Bank: Ponsel Memengaruhi Perekonomian Negara

Studi yang dilakukan oleh World Bank (Bank Dunia) menemukan bahwa perkembangan telepon selular (ponsel) yang pesat dapat mempengaruhi kesempatan untuk mengembangkan pembangunan ekonomi. "Komunikasi via ponsel meningkatkan pembangunan manusia dan ekonomi. Ponsel menyediakan akses dasar kepada informasi untuk membuat pembayaran tunai, memperluas penciptaan lapangan kerja dan menstimulasi keterlibatan warga negara dalam proses demokratis," kata Wakil Presiden World Bank, Rachel Kyte.

Menurutnya, tantangan dari perkembangan ponsel yang pesat di dunia adalah dengan memberdayakan warga, kalangan pebisnis dan pemerintahan di negara-negara berkembang untuk membuat aplikasi ponsel lokal yang relevan yang dapat memaksimalkan pengambilan manfaat dari kesempatan tersebut.

Laporan studi bertajuk "Information and Communications for Development 2012: Maximizing Mobile", kini diperkirakan sekitar 75% penduduk dunia memiliki akses kepada ponsel. Jumlah pelanggan jasa ponsel di seluruh dunia, baik prabayar maupun pascabayar, telah meningkat dari hanya satu miliar nomor tahun 2000 menjadi lebih dari 6 miliar nomor saat ini. Dari jumlah 6 miliar tersebut, sekitar lima miliar nomor di antaranya terdapat di negara-negara berkembang.

Selanjutnya, jumlah nomor telepon akan segera melebihi jumlah populasi manusia. Terdapat lebih dari 30 miliar aplikasi ponsel yang diunduh pada tahun 2011, mengakibatkan munculnya fenomena "ekonomi app", khususnya di sektor pertanian, kesehatan, jasa keuangan, dan pemerintahan.

Di negara-negara berkembang, warga negara semakin lama semakin meningkatkan ponsel untuk meningkatkan kesejahteraan atau gaya hidup, sedangkan pemerintahan menggunakannya untuk meningkatkan layanan jasa dan mekanisme feedback (umpan balik) dari warga. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)