Aceh Pasca Tsunami dalam Sorotan World Bank

Mengingat kembali peristiwa tsunami Aceh memang sangat menyakitkan. Bangunan rata dengan tanah, mayat-mayat bergelimpangan, peristiwa tersebut seperti mimpi buruk bagi Aceh. Namun ternyata banyak hikmah diperoleh dari bencana tersebut. Pembangunan Aceh tampak lebih nyata. Tak heran bila kemudian World Bank menyoroti hal tersebut.

Akun twitter World Bank bahkan dua kali mengapresiasi perkembangan Aceh. Pertama, World Bank menulis, "Aceh's amazing new infrastructure," diikuti tautan blog World Bank dan hash-tag #disaster. Dua jam berikutnya, World Bank kembali mengupdate akun twitternya. Sekali lagi, World Bank mengapresiasi pertumbuhan Aceh, "How #Aceh has been transformed in just four years,".

Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh

Kedua update tersebut diikuti tautan blog World Bank. Dalam tautan, David Lawrence menceritakan kekagumannya terhadap pembangunan Aceh. David Lawrence adalah Senior Operations Officer for the Multi Donor Fund Aceh & Nias (MDF) dari International Finance Corporation, World Bank Group.

Dalam blog World Bank, David mengagumi pembangunan infrastruktur Aceh empat tahun terakhir. Spesifiknya, David terpesona dengan bandara, jalanan, dan pengaturan air di Aceh. "Bandara baru di Banda Aceh seagung Taj Mahal, sangat terang dengan lantai marmer dan kubah indah," tulis David. Ia pun mendeskripsikan Bandara Sultan Iskandar Muda empat tahun lalu seperti terminal bis Greyhound di rust-belt city, kota yang kacau lantaran populasi berkurang drastis, kriminalitas meningkat, lapangan kerja langka.

"Dulu saya bersepeda keliling Aceh, jadi saya tahu betul pembangunan Aceh sejak masih jelek, banyak lubang dan genangan air seperti danau. Tapi sekarang? Anda pasti berpikir bahwa Anda sedang berada di Jerman," David mengomentari jalanan Aceh. Ia memaparkan, kini jalanan Aceh sudah beraspal. Bahkan dataran yang rendah pun tak lagi tergenang air.

"Meski demikian," lanjutnya, "Aceh perlu sentuhan pihak swasta,". Masih banyak PR yang harus dikerjakan untuk membangun Aceh. Pemerintah telah membangun sisi layanan publik, termasuk bandara. Giliran swasta menyokong pembangunan tersebut, salah satunya melalui Public-Private Partnership (EVA).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)