Yuz Museum Gelar Pameran Tunggal Lukisan Ye Yongqing

Bila anda kurator, dan kolektor lukisan sejak 29 Juli hingga 29 Oktober, Yuz Museum menggelar pameran lukisan karya Ye Yongqing di Darmawangsa Square, Jakarta Selatan, dari 29 Juli hingga 29 Oktober 2011. Dengan tema Broken Flow, pameran ini mencakup karya Ye Yongqing dari periode-periode berbeda. Menurut Budi Tek, Ye Yongqing khusus datang ke Indonesia untuk mengadakan pameran yang menampilkan sekitar 90 karyanya di Yuz Museum. “Kami merasa terhormat Ye Yongqing pelukis kelas dunia mau memamerkan karya lukisannya di Yuz Museum,” ujar Budiardjo Tek, pemilik Yuz Museum, yang juga Presdir PT Sierad Produce.

Lukisan karya Ye Yongqing sudah terkenal ke mancanegara, terbukti tamu-tamu yang hadir dalam pembukaan pameran lukisan berasal dari Amerika, Prancis, Jepang, Taiwan, dan Korea. Selain itu, juga para kurator dan galeri untuk melihat langsung karya pelukis dunia asal Cina ini di berbagai instrumen seperti kertas Koran, sutera, tinta serta memori visual campuran lainnya. “Ini adalah suatu interaksi dua kultur,” ungkap Ye Yongqing.

Selain mengadakan pameran, lanjut Ye Yongqing, kehadirannya bisa memberi kontribusi kepada para pelukis dan kolektor lukisan di Indonesia. “Saya juga punya banyak teman kolektor di Jakarta. Kedatangan saya bisa lebih banyak teman di sini dan ini adalah satu momentum yang baik untuk bisa ketemu banyak orang,” kata Ye Yongqing. Pria kelahiran Kunming, Provinsi Yunnan, Cina pada 1958. Pendidikan seni yang berhasil ditempuhnya hingga lulus pada 1982 sejak masuk pada 1978 adalah Oil Painting Department, Sichuan Fine Arts Institute, Chongqing. Sejak 1980, ia sudah bereksperimen dengan media dan struktur lukisan. Saat ini, Ye Yongqing sudah menggelar 13 kali pameran solo di berbagai negara, termasuk  Indonesia.

Menurut Diana Wibawa, kurator in house Yuz Museum, pameran di Yuz Museum hanya untuk memperlihat hasil karya Ye Yongqing dan tidak ada transaksi jual beli lukisan. Selain itu pameran ini sekaligus mengedukasi masyarakat soal karya seni. Karena sifatnya lebih banyak mengedukasi, sehingga pihak Yuz Museum membuka selebar-lebarnya kesempatan bagi masyarakat untuk datang menikmati pameran secara gratis. Selain itu, Yuz Museum akan menggelar pameran seni karya seniman-seniman Indonesia. April 2012 adalah jadwal bagi seniman Dadang Christanto memamerkan karya perupa kontemporer kelahiran Tegal, yang kini tinggal di Brisbane, Australia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)