Gebyar-gebyar Bisnis Layar Kaca, Adu Cerdik Berebut Rp 103 Triliun - Majalah SWA Edisi 06/2017

Meskipun dari luar tampak kebyar-kebyar, di dalam tubuh industri televisi sendiri, pertempuran antarpemain berlangsung amat sengit. Menghadapi persaingan yang kian sengit itu, berbagai strategi diterapkan para pemain di industri ini. Bagaimana strategi mereka? Dan, bagaimana potret selengkapnya? Semua dikupas habis dan dibahas tuntas hanya di SWA terbaru!

Gebyar-gebyar Bisnis Layar Kaca, Adu Cerdik Berebut Rp 103 Triliun - Majalah SWA Edisi 06/2017 Gebyar-gebyar Bisnis Layar Kaca, Adu Cerdik Berebut Rp 103 Triliun - Majalah SWA Edisi 06/2017

"Pertarungan (Masih) Seru di Bisnis Televisi”
Tahun lalu, belanja iklan di media televisi mencapai Rp 103,8 triliun atau 77% dari total nilai belanja iklan nasional –meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertempuran berebut iklan pun kian sengit. Simak strategi mereka.

Simak Sajian SWA lainnya!

“Adil Abdul Manief Makki Pengusaha Asal Arab Saudi Berdarah Indonesia "
Adil Abdul Manief Makki baru-baru ini diperbincangkan publik sebagai pengusaha muda sukses dari Arab Saudi yang memiliki garis keturunan Indonesia.

“Mengemas Kembali Kejayaan Taman Impian Jaya Ancol"
Sebagai wahana rekreasi pertama di Indonesia, Ancol memang harus terus berinovasi dan mengomunikasikan diri agar tetap diminati pengunjung dan tidak tergerus oleh pesaing yang bermunculan. Strateginya?

“70 Tahun Perjuangan Mengibarkan Grup Galva"
Selama tujuh dekade, Uripto Widjaja berhasil mengibarkan Grup Galva, yang antara lain memproduksi pengeras suara legendaris merek TOA. Kini, bisnisnya terbentang dari distribusi hingga manufaktur yang berorientasi ekspor. Suksesi pun berjalan mulus, bahkan kini generasi ketiga sudah terlibat.

Halaman Selanjutnya
TREN BISNIS...
Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)