HARGA MATI BISNIS HIJAU (SWA Edisi 16/2013)

HARGA MATI BISNIS HIJAU (SWA Edisi 16/2013) HARGA MATI BISNIS HIJAU (SWA Edisi 16/2013)

SWA Edisi 16/2013

HARGA MATI BISNIS HIJAU

Menjadi perusahaan hijau yang bertumpu pada tiga pilar: provit, people dan planet, kini bukan lagi pilihan tapi sudah menjadi harga mati jika perusahaan anda ingin tetap tumbuh dan berkelanjutan. Apa saja yang harus dilakukan? Siapa saja perusahaan yang layak menyandang predikat Indonesia Green Company 2013? Simak hasil kontes Indonesia Green Company Award 2013 yang diselenggarakan SWA. Apa pula keuntungan berinvestasi di saham “hijau” yang masuk Indeks SRI-Kehati?

Selamat Datang, Gelombang Hijau!

Merebaknya gerakan konsumen hijau memaksa para industrialis membenahi produk dan jasa yang merekatawarkan. Juga, proses bisnisnya. Ke depan (yang tak lama lagi), bila tak ingin terlindas perubahan, bisnis hijau memang harga mati.

“Pelajaran Merger dari Tetangga Sebelah”
Setelah merger pada Juli 2010, kinerjanya terus melesat. Proses merger dan transformasi bisnis yang digelarnya berjalan efektif. Apa rahasianya?

Pages: 1 2 3 4

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)