Indonesia Best Brand 2016: Menjadi Bintang di Era Inovasi Disruptif (Majalah SWA Edisi 18/2016)

Pasar dunia berubah! Merek perlu menyesuaikan dengan kondisi persaingan global! Kalau tak dirawat serius, merek-merek besar yang dibangun puluhan tahun bisa sirna digilas merek-merek pendatang baru yang lebih responsif menjawab kebutuhan konsumen di era disrupsi ini. Bagaimana mereka menyikapi dinamika baru ini? Apa saja yang harus mereka lakukan? Dan siapa sajakah merek-merek yang tetap hebat dan menjadi juara Indonesia Best Brand 2016?

Indonesia Best Brand 2016: Menjadi Bintang di Era Inovasi Disruptif (Majalah SWA Edisi 18/2016) Indonesia Best Brand 2016: Menjadi Bintang di Era Inovasi Disruptif (Majalah SWA Edisi 18/2016)

"Semua Merek Rawan Lenyap"
Kalau tak dirawat serius, merek-merek besar yang dibangun puluhan tahun bisa sirna digilas merek-merek pendatang baru yang lebih responsif menjawab kebutuhan konsumen di era disrupsi ini.

Simak Sajian SWA lainnya!

“Strategi SDM di Balik 35 Ribu MW”
Dihadapkan pada tugas berat menjalankan percepatan megaproyek kelistrikan, manajemen PLN ngebut melakukan persiapan bidang SDM. Berbagai strategi baru ditempuh.

“Kisah Sukses Si Ratu Sampah Plastik"
Memulai bisnis dari garasi kecil di Surabaya, Christine Halim berhasil menjadi pengusaha daur ulang sampah plastik dengan produksi ribuan ton per bulan. Belakangan, ia bahkan mengembangkan bisnisnya ke hilir dan mengekspor hasilnya ke mancanegara.

“Jessica Lays, Membawa Penyegaran untuk Saga Machie"
Mereka yang belum tahu mengira sepatu Andre Valentino adalah sepatu impor dari Italia. Maklumlah, selain desainnya menarik, produknya pun terlihat dibuat dengan rapi. Sepatu ini juga terpajang di department store ternama. Padahal, sepatu ini buatan sebuah pabrik di Tangerang.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)