SWA 100: INDONESIA'S BEST WEALTH CREATORS 2014 (SWA Edisi 13/2014)

SWA 100: INDONESIA'S BEST WEALTH CREATORS 2014 (SWA Edisi 13/2014) SWA 100: INDONESIA'S BEST WEALTH CREATORS 2014 (SWA Edisi 13/2014)

Majalah SWA Edisi 13/2014

SWA 100: INDONESIA'S BEST WEALTH CREATORS 2014

Pencapaian tingkat profitabilitas yang baik saja – bahkan dengan laba bersih hingga triliunan rupiah pun – tak menjamin emiten dapat memperkaya investor/pemegang sahamnya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memotret kinerja perusahaan publik. Salah satunya menggunakan metode WAI (Wealth Added Index) yang menggambarkan peningkatan kekayaan pemegang saham. Metode ini merekomendasikan saham-saham potensial untuk investasi jangka panjang. Apa strategi manajemen bisnis dan financing yang dibutuhkan agar emiten tidak hanya profitable tetapi juga mampu meningkatkan kekayaan investornya sebaik mungkin? Saham-saham apa saja yang masuk daftar pemeringkatan SWA100 dan menjadi pilihan para pelaku pasar? Apa keunggulan dan bagaimana potensi return-nya? Siapa sajakah CFO terbaik 2014 versi Majalah SWA?

“Potret 100 Perusahaan Publik Terbaik Berdasarkan Peningkatan Kekayaan Pemegang Saham”
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memotret kinerja perusahaan publik. Selama ... terakhir SWA menggunakan metode WAI (Wealth Added Index) yang menggambarkan peningkatan kekayaan pemegang saham. Metode hasil kerja sama SWA dengan Stern Value Management ini merekomendasikan saham-saham potensial untuk investasi jangka panjang.

“Customer Engagement Ala Pfizer”
Selalu menjalin hubungan dengan pelanggan (customer engagement), sehingga pelanggan tetap loyal menjadi langkah penting sebuah perusahaan. Dengan mendapatkan loyalitas pelanggan, bisnis dijamin bisa terus berkelanjutan. Demikian teori yang dianut PT Pfizer Indonesia

“Branding D’Eyeko Melalui Brand Ownership”
Konsep brand ownership dengan menggandeng para artis ternama membuat D’Eyeko melejit dalam waktu relatif singkat. Bagaimana mekanisme pemasaran bulu mata palsu premium ini?

“Berkah Bisnis Makanan Halal”
Berawal dari Pulau Dewata, Budi Mulyono sukses mengembangkan bisnis pemasok makanan halal hingga merambah 8 kota besar di Indonesia. Inilah kisah jatuh bangun pria yang membangun bisnisnya dengan modal dengkul.

TREN BISNIS

“Tinggalkan IBM, Sambut Tantangan Philips”
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di IBM, diawali dengan menjadi management trainee hingga mencapai posisi CEO, kini Suryo Suwignjo hijrah ke Philips. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada ini resmi menjadi Presiden Direktur Philips Indonesia per 1 April 2014, menggantikan Robert Fletcher yang saat ini menjabat sebagai General Manager Philips Lighting untuk Australia dan Selandia Baru.

EKONOMI & BISNIS

TEKNOLOGI INFORMASI

“Agar Karyawan Terkelola Lebih Baik”
Untuk mengelola puluhan ribu karyawannya dengan lebih baik, Bank Mandiri meningkatkan kapabilitas sistem manajemen SDM-nya dengan mengadopsi sistem berbasis cloud computing (komputasi awan). Bagaimana proses dan manfaatnya?

INDONESIA YOUNGSTER INC.

SELF EMPLOYED

Novita Theresia Purnawidjaja
“Nikmatnya Berbisnis “Es Campur” Taiwan”
Taiwan mulai dikenal tak sebatas produk elektronik dan komputernya di Indonesia. Kini, minumannya juga mulai menjadi tren. Setelah bubble tea lebih dulu populer, kini cincau hitam asal Taiwan mulai naik daun dengan merek Blackball. Adalah Novita Theresia Purnawidjaja, anak muda yang giat memopulerkannya.

Adi Setiadi

STARTUP
Willy W. Thomas
& Aldwin Wijaya


Read more on Google+

Read more on Facebook


SWA Magazine Subscription
SWA Digital Magazine Subscription and Download
SWA Mobile Apps Download
SWA Magazine Outlet

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)