3 Manuver Bertumbuh dalam Ketidakpastian

 

 

Oleh; Jazak Yus Afriansyah, Author, Coach, Trainer, Founder and Managing Director Manuver Corp

FB/IG/Twitter @jazakYA

 

Mungkinkah saat ini kita bisa selamat dan bertumbuh didalam ketidakpastian?

Sebuah pertanyaan besar yang akhir-akhir ini semakin sering kita dengar. Pertanyaan ini kami yakin juga terus menjadi buah bibir para pebisnis, karyawan hingga para birokrat.

Jazak Yus Afriansyah                                                                                                 Jazak Yus Afriansyah

Jawabannya adalah sangat mungkin dan sangat bisa. Yang penting saya dan Anda berkenan mengikhtiarkan beberapa pendekatan yang berdasarkan kajian empiris dan pengalaman praktis terbukti ampuh!

Ada 3 Manuver ampuh yang bisa kita lakukan agar kita bisa bertumbuh dan berkembang bersama dengan ketidakpastian yang saat ini semakin cepat dan sering terjadi.

Tiga manuver ini adalah ikhtiar yang bisa Anda lakukan dalam rangka merespon kondisi yang memang secara umum telah membuat para pelaku bisnis, karyawan hingga eksekutif menjadi sangat bingung dan frustasi.

Dan, 3 Manuver ini pada dasarnya adalah pilihan reaksi atau sikap terhadap berbagai macam episode perubahan yang memicu terjadinya ketidakpastian.

Manuver pertama adalah sikap kita memilih untuk lebih lambat dari perubahan yang menimbulkan ketidakpastian.

Jika Manuver ini yang kita pilih, maka sangat berisiko kita akan menjadi korban dari perubahan, dan kehilangan kesempatan untuk bertumbuh bersama ketidakpastian yang menyertai setiap perubahan. Manuver pada pilihan pertama ini sering disebut dengan istilah pasif terhadap aneka perubahan yang terjadi, indikasinya adalah wait and see!

Sebagai contoh adalah apa yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi, ketika harga minyak jatuh dan tidak ada tanda-tanda perbaikan harga, barulah mereka sadar bahwa menggantungkan pembiayaan pembangunan negara dari devisa emas hitam, ternyata sungguh sangat menyakitkan.

Akhirnya untuk pertama kalinya dalam sejarah Arab Saudi, mereka ber-manuver dengan mengajukan pinjaman untuk pembiyaan pembangunan, dan mereka membuat rencana besar untuk secara bertahap meninggalkan ketergantungan terhadap minyak bumi dalam 30 tahun ke depan.

Manuver kedua adalah, kita memutuskan untuk bergerak sama cepatnya dengan perubahan yang membawa ketidakpastian tersebut, sering disebut dengan Manuver Aktif.

Pilihan Manuver kedua ini relatif lebih baik berdasarkan pengalaman empiris penulis, jika dibandingkan dengan pilihan manuver pertama. Ini bukan berarti pilihan pertama adalah buruk. Ingat bahwa ketiga pilihan Manuver yang kita kaji ini semuanya bermanfaat dan memiliki keunggulan masing-masing, dan sebenarnya saling melengkapi satu sama lain.

Jepang pada zaman pemerintahan Kaisar Meiji di abad ke 17 adalah contoh yang baik terhadap pilihan Manuver kedua ini, beliau sang Kaisar ingin memodernisasi Kerajaan Jepang melalui program Restorasi Meiji dan tidak ingin tertinggal dengan kemajuan bangsa-bangsa Eropa dan Amerika.

Meskipun menimbulkan pro dan kontra, namun kenyataannya hari ini bangsa Jepang menikmati manuver besar Sang Kaisar Meiji untuk bergerak sama cepatnya dengan perubahan yang menimbulkan ketidakpastian.

Kembali kepada pilihan manuver kedua, dengan kita bergerak sama cepatnya dengan kondisi ketidakpastian tersebut, maka ada kemungkinan kita bisa bertumbuh dan berkembang dengan perubahan yang terjadi, sehingga akan meningkatkan kemungkinan survive and success.

Pilihan manuver ketiga adalah, kita berlari lebih cepat dari kondisi perubahan yang membawa ketidakpastian. Pilihan ini secara relatif tentu lebih baik dibandingkan dengan 2 pilihan di atas, karena dengan kita bergerak lebih cepat dari perubahan yang akan terjadi maka kita akan memiliki kemungkinan bukan hanya survive, tapi juga memimpin perubahan itu. Bentuk nyata bermanuver lebih cepat dari ketidakpastian ialah tindakan antisipasi atau proaktif.

Jika kita memilih pendekatan yang ketiga ini, ada kemungkinan Anda akan menjadi trend setter dan pelopor dengan bonus menjadi market leader. Contoh implementasi pilihan ketiga ini adalah apa yang terjadi di Uni Emirat Arab, tepatnya di kota Dubai.

Salah seorang Sheikh yang termasyur, memiliki visi yang sungguh tidak lazim dan mampu membaca masa depan, beliau meyakini bahwa hanya masalah waktu mereka akan hancur jika hanya menggantungkan hidup kepada isi perut bumi mereka yang suatu saat akan habis mengering.

Oleh sebab itu, mumpung mereka meraup uang melimpah dari hasil penjualan minyak bumi, mereka melakukan Manuver ketiga ini dengan mengantisipasi dan berinvestasi kepada komoditas yang tangguh menopang ekonomi mereka, yaitu properti.

Maka tidak heran hari ini banyak gedung jangkung dibangun dan diperkirakan dalam 5 tahun kedepan 7 Gedung Pencakar Langit tertinggi di dunia akan dimiliki oleh Dubai.

Dengan 3 Manuver di atas kita akan mampu untuk bertumbuh dalam rangkaian perubahan yang sering membawa ketidakpastian, terpenting adalah kita memahami situasi seperti apakah yang paling cocok untuk memilih satu diantara 3 Manuver tersebut.

Termasuk kita juga wajib paham, kondisi seperti apakah yang bahkan memungkinkan kita menggunakan 3 Manuver tersebut secara bersama-sama.

Selamat Berbisnis dan Salam Sukses Selalu untuk Anda!

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)