6 Aksi Anti Basi di Era Disrupsi

Jazak Yus Afriansyah
Jazak Yus Afriansyah

Oleh: Jazak Yus Afriansyah, Author, Coach, Trainer, Founder and Managing Director Manuver Corp (IG, Twitter @jazakYA)

Selamat Tahun Baru 2019!

Di Era Disrupsi mari kita tetap dan terus bersyukur atas tambahan nikmat berupa kesempatan hidup yang kita terima hingga hari ini.

Sebagaimana kita maklumi, setiap mengakhiri tahun dan mengawali tahun baru sebagian besar manusia profesional seperti Anda memiliki berbagai macam harapan dan cita-cita. Secara normatif mereka ingin segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup akan lebih baik, lebih banyak, semakin bagus dan tetap indah.

Harapan-harapan tersebut mereka tuangkan ke dalam suatu pernyataan yang disebut dengan Resolusi. Dan, di saat yang sama sedikit di antara mereka, barangkali juga Anda, melakukan perenungan atau evaluasi tentang Aksi yang telah terjadi di tahun sebelumnya.

Lantas bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga memiliki ritual yang sama? Yaitu senantiasa merancang sebuah Resolusi dalam menyambut tahun baru dan mengevaluasi segala kejadian di tahun sebelumnya.

Mari kita tengok beberapa contoh resolusi yang sering dibuat, seperti “Di tahun 2018 saya ingin berat badan saya menjadi ideal dan lebih sehat”. atau ada juga yang menuliskan; “pada tahun 2018 ini saya mengharapkan bisa terbebas dari utang yang merisaukan hati nurani”. Jika dikaitkan dengan karier, ada yang membuat resolusi seperti ini; “akhir tahun 2018 saya bisa mendapatkan posisi sebagai manager atau setidaknya sebagai supervisor”.

Dan, setelah tahun 2018 berakhir apa yang terjadi? Ya, ternyata resolusi menjadi catatan yang indah, namun sayang tidak seindah aksi nyataannya. Akhirnya resolusi tersebut menjadi basi, sehingga tidak mengundang selera untuk memperjuangkannya lagi.

Inilah yang sering terjadi, dan apakah Anda juga pernah mengalaminya?

Jika ya, maka Anda tidak sendiri dan bukan yang pertama, karena sejatinya banyak sekali rekan-rekan kami mengeluhkan hal yang sama, sehingga mereka menjadi anti dan alergi untuk meneruskan Aksi mereka.

Apalagi saat ini kita telah masuk kedalam Era Disrupsi, sebuah kondisi di mana banyak sekali gangguan yang mendadak hadir menghalangi langkah kita mencapai prestasi, sehingga semakin mempersulit para profesional mewujudkan impiannya. Walaupun disisi lain Era Disrupsi juga menyimpan aneka peluang untuk pertumbuhan.

Agar resolusi tidak basi sebelum aksi dan realisasi, dan supaya kita sanggup tumbuh berkembang bersama dengan resolusi tersebut, inilah 6 Aksi yang wajib diikhtiarkan sebelum kita membuat resolusi lainnya, 6 Aksi ini memiliki keunggulan tidak akan pernah basi sampai dunia ini berhenti berputar.

Tidak percaya? Ayo kita buktikan!

Aksi pertama adalah Self Recognition. Nama lainnya dikenal sebagai Self Awareness, artinya adalah bagaimana kita mampu mengenal diri kita secara paripurna dan menyeluruh, termasuk disini adalah apakah kita sadar akan kelemahan dan kekuatan kita? Baik secara personal maupun profesional.

Kegagalan mengenali diri sendiri jelas merupakan sebab utama mengapa resolusi yang kita buat sulit dicapai dan akhirnya menjadi basi. Karena hanya dengan mengenali dengan cermat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, seorang individu akan mampu mengantisipasi kelemahan yang berpotensi menghambat, di saat yang sama mereka juga bisa memaksimalkan kekuatan yang ada untuk meraih harapan. Jadi, meskipun sederhana dan terlihat remeh, resolusi pertama ini wajib dilaksanakan dengan kesadaran tinggi dan konsisten.

Aksi kedua adalah Self Regulations, sinonimnya adalah Self Control . Artinya, kemampuan untuk mengendalikan diri kita masing-masing, termasuk di sini adalah kekuatan Anda dalam mengelola amarah atau emosi pada berbagai kondisi, resolusi kedua ini memang mudah diucapkan dan kami akui sangat menantang untuk dilakukan.

Jika seseorang tidak cerdas mengelola dan mengendalikan emosinya, niscaya dia akan terjatuh ke dalam kesesatan yang nyata, karena emosi yang tak terkendali akan mengebiri fungsi luhur otak untuk berpikir jernih dan logis. Sehingga sangat wajar mereka yang masih terbelenggu oleh panasnya emosi jiwa sering mengambil keputusan yang sembrono tanpa pertimbangan rasional.

Alih-alih resolusi tercapai, bahkan untuk dilakukan pun menjadi sulit karena memang keputusan tersebut tidak masuk akal. Sebagai tambahan penjelasan ilmiah akibat dari gagap mengendalikan emosi yang tak terbendung ialah, mereka cenderung frustasi ketika menghadapi aneka cobaan dalam rangka mewujudkan resolusi, sehingga wajar target tidak tercapai sebagaimana jauhnya api dari panggang.

Aksi ketiga adalah Self Motivate and Inspiration atau motivasi dan inspirasi pribadi, memiliki makna bagaimana Anda sanggup untuk terus memotivasi diri Anda sendiri sekaligus bisa memotivasi rekan atau sahabat disekitar kita. Self motivation juga berimplikasi kepada kemampuan kita menemukan motivasi diri sendiri untuk kemajuan kita. Jika dikombinasikan dengan self inspiration, akan lebih dahsyat lagi. Sebab, self inspiration artinya Anda mudah sekali menemukan berbagai macam inspirasi sukses dari segala peristiwa yang terjadi.

Mereka yang memiliki self inspiration yang bagus, bahkan sanggup menemukan inspirasi sukses dari sebuah kondisi atau kisah nyata yang buruk sekalipun.

Faktanya, motivasi bersama-sama dengan inspirasi adalah faktor pengkali sebuah kesuksesan sehingga apapun upaya keras yang kita lakukan harus senantiasa didorong oleh motivasi dan inspirasi yang konsisten.

Dan, Aksi keempat yaitu Self Rewarding atau kemampuan menghargai dan mensyukuri semua yang ada pada diri kita masing-masing. Kurangnya rasa bersyukur terhadap apapun karunia yang kita miliki hingga saat ini, terbukti sebagai penyebab utama mengapa banyak individu gagal total memperjuangkan segala resolusi yang dia ikhtiarkan.

Self Rewarding juga berarti bahwa seseorang telah mampu mewujudkan rasa syukur terhadap apapun dan berapapun capaian yang diraih, sehingga akan memicu motivasi untuk terus berjuang meraih target yang lebih menantang lagi.

Berkaitan dengan Era Disrupsi, perlu dipertimbangkan

Aksi kelima, yaitu Self Vision atau kemampuan menentukan visi secara lebih presisi. Memang tidak semua orang memiliki kemampuan membuat Visi yang dengan akurasi yang mendekati pasti, oleh sebab itu wajib hukumnya untuk terus mengasah kemampuan merancang visi, baik visi pribadi/personal maupun visi secara korporasi.

Cara sederhana yang dianjurkan oleh para ahli manajemen strategis adalah dengan membelah visi tersebut kedalama 3 bagian, yaitu visi jangka pendek (6 bulan hingga 1 tahun ke depan), visi jangka menengah (2-3 tahun ke depan) dan visi jangka panjang (3-5 tahun ke depan). Silahkan pilih di antara ketiga visi tersebut mana yang paling bisa dilakukan dengan segera.

Sampailah kita pada Aksi yang keenam, yaitu Self Agility atau Kelincahan Pribadi. Inilah Aksi yang benar-benar harus diperjuangkan tanpa pilihan di Era Disrupsi yang penuh dengan kejutan tanpa pemberitahuan. Dengan Self Agility kita akan lebih siap merespon apapun kondisi yang terjadi diluar perkiraan dan prediksi, dengan kelincahan kita akan mampu mengubah ancaman menjadi peluang untuk pertumbuhan karir dan bisnis.

Siapapun Anda, apakah Anda seorang entrepreneur, seorang employee atau seorang executive, kiranya tidak berlebihan jika kita menuliskan dengan tinta emas beberapa contoh resolusi anti basi di era disrupsi, misalnya: “di tahun 2019 ini saya ingin lebih lincah, sabar dan mudah termotivasi apapun kondisi yang saya terima”, atau “pada tahun 2019 saya pastikan saya tahu persis Visi saya beserta kekuatan yang selama ini saya abaikan, dan memahami kelemahan yang selama ini menghambat tanpa saya ketahui”.

Dengan 6 Aksi anti basi di atas, apapun visi yang anda tetapkan di tahun 2019 ini, akan lebih mudah terwujud, karena pada hakikatnya 6 Aksi yang dijamin anti basi ini adalah resolusi dasar sepanjang masa yang diperlukan oleh setiap individu guna mewujudkan semua harapan dan cita-cita mereka, khususnya kita yang hidup di era disrupsi ini.

Jadi tunggu apalagi, mumpung tahun 2019 baru saja dimulai, segera laksanakan 6 aksi ini menjadi bagian dari resolusi Anda di tahun 2019 yang masih akan diwarnai dengan aneka tantangan dan peluang.


Selamat berbisnis dan berkarier! Salam sukses selalu untuk Anda!

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)