Cara Membuat Business Plan Kekinian  

Oleh Donny Susilo MBA, Pendiri cumajob.com, konsultan business plan dan pendiri Jakarta Business Plan Training Club.

Email: donnysusilo777@gmail.com

Bayangkan…

Bayangkan anda bangun melihat pada jam dinding yang menunjukan anda sudah terlambat 30 menit untuk berangkat ke kantor. Anda bangun dan bergegas menuju kamar mandi, lalu membuat sarapan namun ternyata mie instan yang biasanya dibuat sudah habis. Dikarenakan istri yang memiliki kemampuan lebih dalam memasak sedang mengantarkan anak pergi ke sekolah yang berlokasi di daerah kantor tempat anda bekerja maka segeralah anda keluar mencari sarapan di luar dimana ada restoran siap saji yang sangat lezat 15 menit berjalan dari rumah, anda berangkat ke sana namun ternyata pada hari itu, restoran tersebut tutup untuk beberapa hari. Anda harus pulang lagi ke rumah dalam keadaan lapar, segera memanaskan mobil untuk berangkat kerja karena takut terlambat. Setelah sampai di kantor, anda bergegas menuju ruang meeting dalam keandaan lapar untuk melakukan presentasi namun ternyata materi yang dipresentasikan salah.

Kini bayangkan skenario kedua, di mana anda telah menyalakan alarm di smartphone sehingga dapat bangun tepat waktu (scheduling), segera setelah itu anda menuju kamar mandi dan ketika sampai di ruang makan, ternyata istri sudah menyiapkan sarapan pagi untuk anda dan anak yang ingin berangkat ke sekolah (resource allocation). Segera setelah makan, anda pergi memanaskan mobil dan sembari menunggu mobil siap dipakai, anda melihat pada catatan mengenai materi presentasi pada hari ini (information), anda pergi mengantarkan anak ke sekolah kemudian langsung meluncur ke kantor menggunakan rute tercepat di google map karena keduanya berada di area yang sama.

Bisakah kita melihat perbedaan besar antara skenario kehidupan yang beruntung dan tidak beruntung? Akhir yang sedih dan bahagia, pecundang dan pemenang ini tidak hanya berbeda secara alami. Ada satu faktor mengapa pecundang bisa menjadi pemenang dan sebaliknya, itu adalah perencanaan. Orang selalu bertanya bagaimana saya bisa berhasil dalam menjalankan bisnis saya tetapi itu tidak terjadi secara kebetulan. Mengetahui apa yang akan Anda lakukan adalah 50% dari kesuksesan Anda, 50% lainnya akan bergantung pada eksekusi yang berarti faktor-faktor lain dari rencana tersebut. Menyiapkan bisnis akan membutuhkan anggaran dan siapa pun yang membelanjakan anggaran, mereka pasti perlu mengetahui bagaimana uang mereka akan dibelanjakan, apa risikonya, apa yang mereka dapatkan jika itu berhasil dan apa yang akan kita lakukan jika tidak berhasil. di luar.

Itulah manfaat dari business plan

Sulit untuk memastikan orang lain bahwa bisnis Anda akan berhasil tanpa business plan yang tepat. Business plan, menurut definisi, dapat dibuat di dalam kepala kita tetapi banyak informasi dan analisis yang perlu dituliskan. Oleh karena itu, biasanya dalam bentuk dokumen tertulis dan mencakup semua fungsi manajemen di dalam organisasi sebagai unsur-unsur seperti keuangan, operasi, pemasaran dan rencana sumber daya manusia, dari analisis makro ke mikro, strategis dan taktik. Fitzhugh Dodson  berkata, tanpa gol dan rencana untuk menjangkau mereka, anda seperti kapal yang berlayar tanpa tujuan,. Ini sangat benar dan investor akan melihat profesionalisme kami dari proposal business plan kami. Karena orang mengatakan kesan pertama itu penting, maka banyak perusahaan bahkan menyewa konsultan eksternal untuk membuat business plan karena keahlian, pengalaman, dan terkadang jaringan investor mereka.

Kapan kita membutuhkan investor?

Ada banyak jenis pendanaan dengan sistem dan ketentuan yang berbeda satu sama lain. Begitu banyak dari kita selalu terbuai dengan kata-kata investor, namun apakah benar investor adalah kebutuhan anda? Investor dibutuhkan dalam 3 kondisi, kondisi yang pertama adalah kondisi yang tidak pasti dimana anda memiliki ide yang ingin direalisasikan namun anda tidak yakin proyek ini sukses, sehingga walau anda sendiri memiliki dana pribadi untuk diinvestasikan, perlu mencari investor luar agar dapat membagi resiko ketika gagal dalam percobaan awal. Yang kedua adalah kondisi dimana anda kekurangan asset sedangkan modal yang dibutuhkan untuk jenis bisnis yang ingin dijalankan besar, sehingga mau tidak mau harus memakai dana investasi. Yang ketiga adalah ketika anda mampu memimpin bisnis sendirian, sehingga dibutuhkan co-founder yang diharapakan selain turut berinvestasi juga turut menyumbang pikiran dan tenaga untuk menjalankan usaha. Hendaknya ketiga hal diatas dipahami sebaik mungkin, begitu banyak orang yang hanya membutuhkan pendanaan jangka pendek dengan resiko investasi yang begitu rendah, mencari investor namun akhirnya menyesal karena ketika bisnis sudah besar, mereka baru sadar bahwa mereka sudah bukan lagi pemilik tunggal bisnis tersebut sehingga berapapun hasil kedepannya harus dibagi, semua keputusan juga harus memikirkan persetujuan dari investor sebagai anggota baru keluarga anda. Banyak pula orang-orang yang sebenarnya bisa memulai dengan angka yang kecil namun terlalu berambisi untuk mendapatkan investor, padahal jika kita kembangkan sendiri dari kecil, ada kesempatan lebih banyak untuk melakukan trial and error sebelum benar-benar mengelola dana yang besar, dan jika kita bisa investasikan kembali hasilnya, bisnis yang sudah besar nanti adalah milik anda bukan investor. Begitu banyak start-up di Indonesia yang didanai asing sekarang ini, sehingga walaupun kita terkenal sebagai pengusaha start-up yang sukses, namun pada akhirnya banyak dana yang akan kembali mengalir ke pihak asing.

Tips untuk perusahaan di Indonesia

Investor selalu melihat 3 hal dari kita. Yang pertama adalah ide, ini penting karena ini adalah produk yang ingin kita jual. Karena itu, ide yang bersifat inovatif dibutuhkan karena tanpa inovasi, kita harus bersaing dengan banyak sekali pesaing di luar sana yang tentu sudah lebih berpengalaman dan memiliki banyak konsumen loyal. Kita harus membuat perbedaan supaya dapat keluar dari persaingan tersebut. Yang kedua adalah tim kita, siapa orangnya? Apakah kita orang yang tepat untuk menjalankannya? Karenanya dalam perencanaan bisnis, jangan malu untuk menyebutkan semua pencapaian, kekuatan, dan pengalaman, mulailah membangun personal branding mulai dari sekarang. Pastikan Anda dan tim Anda solid dan saling melengkapi. Hal ketiga yang ingin dilihat investor dari business plan kita adalah pasar. Tidak masalah jika kita memiliki inovasi teraneh di dunia jika orang tidak membutuhkannya. Oleh karena itu riset pasar harus dilakukan sebelum inovasi dibuat, bukan setelahnya. Ini karena R & D membutuhkan anggaran dan selalu ingat bahwa menciptakan ide bisnis harus berasal dari apa yang diinginkan dan dibutuhkan pasar, bukan apa yang bisa kita lakukan. Ketiga hal ini adalah elemen penting untuk membuat business plan yang baik

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)