Bagaimana Pebisnis Ritel Memodernisasi Gudang untuk Mengimbangi Permintaan Online

Ben Marvin Tan, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pasifik

Menurut program penelitian multitahun berjudul e-Conomy SEA, ekonomi digital Indonesia telah berkembang lebih dari empat kali lipat sejak tahun 2015, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 49 persen menjadi US$ 40 miliar tahun 2019. Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar dan paling cepat berkembang di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk melewati batas US$130 miliar pada tahun 2025.

Di sisi lain, tekanan sangat dirasakan oleh operasi toko fisik, terutama industri ritel yang cenderung lamban. Penutupan sejumlah gerai oleh rantai supermarket besar menunjukkan tekanan yang mereka hadapi. Pengecer dan para pemasok mereka yang masih berjuang merasa tertekan untuk menimbun barang sebagai langkah persiapan. Mereka berharap dapat menghindari kekurangan persediaan, yang sering menyebabkan keterlambatan pemenuhan permintaan, kehilangan penjualan dan kehilangan pelanggan.

Tantangannya adalah gudang dan pusat distribusi tengah mendekati kapasitas maksimum. Pebisnis ritel dan supermarket harus menemukan cara baru untuk memaksimalkan ruang lantai yang tersedia jika mereka ingin memenuhi harapan pelanggan dan menutup biaya rantai pasokan selama masa-masa sulit ini.

Mereka juga harus menerapkan struktur alur kerja pergudangan baru untuk meningkatkan kecepatan pemenuhan permintaan. Taktik pemasaran seperti janji pengiriman hari berikutnya dan notifikasi ‘stok tersedia’ melalui email mengisi kotak pesan masuk konsumen setiap harinya dengan harapan dapat meraih keuntungan dari pembelian impulsif maupun pembelian berulang. Pembeli yang didesak untuk 'membeli sekarang' mengharapkan pengecer untuk ' mengirim sekarang.' Jika kualitas atau kecepatan layanan kurang, mereka akan dengan mudahnya berbelanja di toko pesaing yang dapat memenuhi permintaan mereka.

Pengusaha ritel harus memodernisasi gudang mereka agar dapat bertahan

Ada beberapa cara untuk mengakomodasi semua barang berbeda yang diinginkan oleh pelanggan dalam beberapa tahun mendatang dan memungkinkan pengiriman barang-barang tersebut dengan kecepatan yang diperlukan guna memenuhi standar tinggi para pelanggan:

1. Menambahkan gudang dan memperluas ruang.

Menurut Warehouse Vision Survey 2024 dari Zebra Technologies, 87 responden berencana untuk mengimplementasikan sistem eksekusi mobile agar dapat mengelola pekerja dengan lebih baik di lantai gudang. Belanja online mendorong perusahaan untuk mengkonfigurasi ulang rantai pasokan mereka dan menemukan ruang di, atau dekat dengan, kota-kota besar.

Keberhasilan berkelanjutan dari bisnis ritel digital dan start-up e-commerce yang lebih kecil merupakan bukti apa yang dapat dicapai dengan memperluas ruang gudang.

2. Memobilisasi karyawan dengan komputer mobile kelas enterprise, augmented reality dan banyak lagi.

Efisiensi gudang dimulai dari para karyawan, yang merupakan tulang punggung perusahaan. Memobilisasi staf operasional dengan teknologi komputer pintar adalah cara terbaik untuk memulai karena dapat menghadirkan kecerdasan yang dibutuhkan para pekerja untuk melakukan tugas dengan cepat dan akurat.

Komputer mobile Android™ kelas enterprise yang tangguh saat ini memiliki pemindai barcode bawaan, layar sentuh dan key capture, yang mampu mengambil dan mendistribusikan data yang diperlukan untuk menyusun pesanan, mengonfirmasi ketersediaan inventaris dan lokasi atau menyiapkan barang untuk pengiriman. Perangkat canggih ini juga dapat mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti sensor atau sistem penentuan lokasi RFID, dan terhubung dengan teknologi canggih, seperti augmented reality atau sistem otomatisasi, untuk menyederhanakan proses yang kompleks. Misalnya, aplikasi AR pada smartphone dapat memberi tahu pekerja lokasi yang tepat dari suatu barang dalam daftar atau tempat menyimpan barang-barang.

Sebagai bonus, sebagian besar pebisnis ritel sudah menggunakan perangkat Android di toko mereka. Jadi, ada keberlanjutan dalam manajemen platform mobile, bahkan jika pekerja gudang menggunakan komputer genggam Android dengan opsi input data berbasis dual key atau layar sentuh, sementara karyawan toko menggunakan komputer mobile yang sepenuhnya layar sentuh.

3. Berpindah dari 'sistem catatan' ke 'sistem realitas'.

Pebisnis ritel membutuhkan visibilitas terhadap seluruh kegiatan perusahaan agar tetap lincah di tengah kondisi ekonomi dan harapan konsumen yang berubah-ubah. Mereka membutuhkan visibilitas di semua saluran pemenuhan untuk memastikan mereka memiliki apa yang diinginkan pelanggan mereka, kapan dan bagaimana mereka menginginkannya.

Di sinilah solusi mobilitas, sistem pelacakan, dan bahkan otomatisasi bertenaga Internet of Things (IoT) dibutuhkan. Bersama-sama, teknologi-teknologi tersebut memungkinkan pengecer untuk 'merasakan' apa yang tengah terjadi dan apa yang disimpan di dalam gudang dan toko secara real-time. Namun, catatan dan laporan saja tidak memberikan hasil. Teknologi-teknologi ini menginformasikan tindakan yang memberikan hasil.

Itu sebabnya 'modernisasi' harus difokuskan pada penciptaan 'sistem realitas' yang juga memungkinkan pebisnis ritel untuk 'menganalisis' kecerdasan enterprise yang dikumpulkan melalui solusi mobilitas, sensor, dan IoT. Di saat perusahaan memahami dengan tepat apa yang perlu dilakukan, menjadi mudah untuk mengarahkan para pekerja yang diberdayakan secara mobile atau bahkan co-bot di gudang untuk melakukan tindakan tertentu guna memberikan hasil yang lebih baik untuk mendukung operasi baik di dalam toko maupun online.

4. Gudang yang super terhubung akan membantu Anda dalam meraih keunggulan kinerja meskipun tantangan terus berkembang.

Tidak mungkin untuk mengetahui persis bagaimana mempersiapkan tahun ini seusai Brexit, tetapi satu hal yang pasti: pebisnis ritel yang ingin tetap kompetitif, mempertahankan loyalitas pelanggan, dan tetap meraih keuntungan baik di dalam toko maupun online, harus memodernisasi gudang mereka. Mereka harus menerapkan teknologi untuk mempertahankan prinsip-prinsip operasional tradisional dan membangun operasional yang lebih cerdas demi mengoptimalkan inventaris dan meningkatkan pengalaman pelanggan di era 'ekonomi now’ saat ini.

Penulis: Ben Marvin Tan, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pasifik

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)