Business Check Up

 

Banyak data menunjukkan bahwa perusahaan atau organisasi bisnis mengalami kebangkrutan terbanyak dalam masa 5 tahun pertamanya. Hampir 99% bisnis yang muncul akan hilang dalam 10 tahun berikutnya. Sebuah gambaran yang pesimistis dan menakutkan. Namun, apakah hal ini harus terjadi ? Dan, mengapa semua itu bisa terjadi ? Bagaimanakah usaha kita agar hal ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan sama sekali ?

Firsyan Rachmil Deny, Corporate Coach Firsyan Rachmil Deny, Corporate Coach

Semua bisnis pasti memiliki potensi untuk mengalami kebangkrutan, tidak peduli sebaik dan sebesar apapun bisnis tersebut. Ambil  contoh Lehman brothers, sebuah perusahaan investasi yang sangat besar dan telah berumur lebih dari 100 tahun dapat bangkrut hanya dalam 1 malam saja. Namun tanda-tanda kebangkrutan yang ada tentu saja tidak muncul hanya dalam 1 malam. Pasti tanda-tanda tersebut sudah ada jauh sebelum kebangkrutan itu terjadi, dan bahkan mungkin banyak kejadian sudah dirasakan oleh perusahaan tersebut sebagai bentuk tanda pelemahan dan kemunduran. Tulisan di bawah ini dimaksudkan sebagai bahan masukan bagi banyak para pebisnis dan pengusaha dalam menjalankan kegiatan-kegiatan usahanya.

Perusahaan adalah organisasi hidup

Sebuah perusahaan diibaratkan sebagai sebuah tubuh manusia. Banyak dari kehidupan manusia yang merasakan tubuhnya baik-baik saja, namun kemudian tanpa mereka sadari bahwa tanda-tanda penurunan dan kerusakan sudah mulai diderita oleh orang tersebut. Dari penampilan luar, bisa jadi orang tersebut tidak menampakkan hal-hal yang negatif atau hal-hal yang menunjukkan rasa sakit. Namun bukan berarti orang tersebut sehat atau fit secara lahiriah. Ketika kemudian mereka melakukan medical check up, barulah diketahui bahwa mereka menderita banyak hal yang berpotensi menimbulkan sakit atau kerugian pada tubuh mereka (kolesterol tinggi, gula darah tinggi, asam urat, dll).  Ini berarti, orang tersebut membutuhkan apa yang disebut sebagai pemeriksaan kesehatan secara berkala. Agar mereka dapat mengetahui  saat ini dan apa yang perlu dilakukan untuk merespon keadaan tersebut secara terencana agar kualitas kehidupan mereka yang ada saat ini tetap baik atau bahkan dapat ditingkatkan. Demikian pula sebuah perusahaan atau organisasi bisnis. Kebanyakan para pemilik bisnis tidak merasakan kekurangan yang ada. Mereka merasa baik-baik saja. Mereka tahu bahwa ada resiko dalam setiap keputusan bisnis mereka, namun sepanjang bisnis tetap berjalan dengan baik. Mereka tetap akan beranggapan perusahaan masih oke-oke saja. Sampai kemudian mereka terlambat dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi sehingga mengakibatkan terhentinya usaha mereka selama ini.

Belajar dari hal tentang tubuh manusia, maka kita dapat pula menerapkannya dalam kehidupan bisnis kita. Aktivitas tubuh manusia bisa di kelompokkan menjadi 5 sistem besar. Yaitu, sistem otot dan rangka, sistem syaraf, sistem pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaran darah. Lima sistem ini yang mengatur kualitas kehidupan dan penghidupan manusia. Sekarang mari kita pakai pendekatan ini dalam aktivitas perusahaan kita.

  1. Sistem otot dan rangka.

Dalam ilmu kesehatan, sistem otot dan rangka dibuat untuk menegakkan dan memberikan bentuk dan perlindungan pada tubuh manusia. Sistem ini tergantung pada kesehatan otot dan kekuatan tulang dalam tubuh. Manusia membutuhkan kelenturan dan kekuatan rangka tersebut untuk melindungi organ-organ penting di dalam tubuhnya. Kesamaan dalam sistem ini dalam perusahaan adalah Organisasi dan Struktur. Perusahaan harus memiliki struktur dan organisasi  komando dan perintah. Masing-masing orang harus jelas bagian pertanggung jawabannya sehingga masing-masing orang dalam organisasi itu dapat accountable dan dapat diukur kinerja nya. Sehingga tidak timbul saling tumpang tindih. Ketika terjadi tumpang tindih, maka akan ada resiko sebuah pekerjaan tidak dapat diselesaikan karena tidak ada yang accountable untuk pekerjaan tersebut. Dalam struktur juga penting bagaimana informasi diteruskan dan keputusan diambil. Dalam struktur juga dapat dibuat sistem dan prosedur yang memungkinkan perusahaan melakukan bagian-bagian tugas secara lebih efisien dan efektif. Pengecekan secara mendalam dalam struktur dan organisasi perusahaan ini dapat menguraikan apa saja yang perlu diperhatikan dan diperbaiki, dimana bottle neck yang menghalangi efisiensi dan efektifitas perusahaan.

 

  1. Sistem syaraf.

Syaraf adalah organ yang berpusat di otak dan tulang belakang yang berfungsi untuk mengatur semua pergerakan yang ada dalam tubuh manusia. Sebuah tangan mendapat perintah digerakkan dilakukan melalui fungsi syarafnya. Ketika fungsi syaraf ini mati atau mengalami kerusakan, maka gerakan yang ada atau operasi yang ada menjadi rusak dan tidak dapat dikendalikan. Akibatnya akan menjadi lumpuh atau tidak terkontrol. Dalam organisasi sistem ini ada dalam LEADER. Leader ada karena organisasi membutuhkan kontrol. Ketika leader tidak melakukan kontrol atau merusak kontrol tersebut, maka banyak tugas dan fungsi akan mengalami gangguan. Karena itu penting sekali leader dan leadership ada dalam organisasi. Kebanyakan organisasi-organisasi besar yang mapan mengalami banyak kesulitan dalam bidang ini. Mereka membutuhkan leader yang visioner sekaligus yang membumi, yang mampu mengayomi dan memotivasi bawahannya. Sehingga organisasi berjalan dengan cepat, sigap namun tetap dalam koridor resiko yang dapat dikelola. Ketika sistem saraf ini tidak berjalan – leader dan leadership ini tidak berjalan sesuai harapan, maka akan terjadi saling sabotase, saling menutupi dan merusak yang kerusakannya sangat besar dan berskala luas. Pemeriksaan secara mendalam akan sistem ini, dapat menuntun perusahaan untuk menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan porsi yang ada, dan bagaimana mendapatkan sistem yang terbuka dan efisien.

 

  1. Sistem pernafasan.

Menurut Jeffrey W.Hayzlett dalam bukunya The Mirror Test, sebuah organisasi dapat disebut hidup dan berjalan baik jika organisasi itu masih bernafas. Apa maskudnya ? Si Jeffrey mengatakan bahwa organisasi yang bernafas adalah organisasi yang dalam kegiatannya menghasilkan uang dan bertumbuh kembang. Yaitu, perusahaan yang memilki jumlah pelanggan yang cukup dan menguntungkan. Organisasi itu memiliki cara bagaimana mendapatkan pelanggan yang tepat, dan bagaimana mereka mempertahankan pelanggan yang tepat itu secara tepat. Pelanggan adalah udara bagi organisasi bisnis. Ketika udara tidak ada, atau jumlahnya dikit, atau mengalami pencemaran sehingga organ pernafasan menjadi berat dalam aktivitasnya. Maka organisasi itu akan mengalami kemunduran, kesusahan dan kerusakan. Akibatnya, jika tidak segera dilakukan antisipasi dan perbaikan, maka kebangkrutan akan terjadi. Penelitian yang mendalam akan sistem ini, dan kondisi udara yang ada saat ini, dan bagaimana untuk merespon keadaan itu. Akan sangat membantu organisasi dalam menjaga tubuh dan fungsi di dalam organisasi tersebut dalam jangka panjang.

 

  1. Sistem pencernaan.

Sistem pencernaan digunakan oleh tubuh untuk memproses segala bentuk input makanan dan minuman yang masuk yang kemudian akan diproses dan dicerna untuk mendapatkan value yang lebih besar yang berguna bagi hidup dan kehidupan tubuh manusia. Sistem ini dalam organisasi diwakili oleh TEAM work. Sistem pencernaan yang bagus tergantung dari kinerja dari alat-alat pencernaan dan keadaan input yang dimasukkan dalam sistem tersebut. Keadaan alat-alat dalam sistem ini memegang peranan vital. Karena sistem pencernaan ini tidak hanya bagaimana mendapatkan output yang berkualitas, tapi juga bagaimana membuang efek samping dari proses yang ada. Bagaimana respon yang dilakukan dalam mengatur residu dari semua aktivitas pencernaan ini? Kegagalan dalam mengatasi residu ini juga dapat berakibat fatal dalam tubuh manusia. Begitu juga dalam organisasi, ketika team tidak dapat mengantisipasi efek negatif dan residu yang dihasilkan oleh sebuah proses kegiatan atau project, maka bisa dipastikan residu ini akan mempengaruhi keadaan seluruh team dan bahkan seluruh organisasi. Team perlu berkomunikasi dengan intens sehingga diperoleh kerja sama yang solid. Banyaknya kegagalan dalam team disebaban oleh diabaikannya pengelolaan team ini. Selain itu penting juga untuk menjaga vitalitas team, motivasi dan keunggulan team. Sistem reward dan punishment perlu ditetapkan secara fair dan adil. Sehingga organisasi dapat yakin bahwa team akan menghasilkan output terbaiknya dan dapat mengelola efek buruk dan negatif (resiko) setiap kegiatan yang ada.

 

  1. Sistem peredaran darah.

Dalam tubuh manusia. Darah lah yang membawa dan mendistribusikan udara dan sari makanan kepada seluruh unit-unit yang membutuhkan di dalam tubuh manusia, sekaligus mengkompensasi dan membersihkan sisa-sisa residu yang ada di dalam tubuh manusia. Sistem ini juga merupakan sistem pertahanan terhadap kehadiran penyakit. Dan merupakan early warning system dalam menghadapi bahaya yang mengancam dalam tubuh manusia. Kekurangan dan kegagalan dalam peredaran darah ini mengakibatkan kerusakan yang banyak di seluruh organ vital tubuh. Dalam organisasi,  sistem ini diwakili oleh  cash flow. Sepanjang peredaran darah masih dapat dijaga suhu, kecepatan dan kekentalan dan tekanan darahnya maka manusia tersebut masih dalam keadaan normal. Sama seperti perusahaan, sepanjang cash flow nya masih berjalan normal, tingkat, waktu dan besarannya maka perusahaan masih akan berjalan normal. Jika sebaliknya, maka perusahaan akan mengalami kegagalan bayar sehingga mengakibatkan runtuhnya reputasi dan kegagalan manajemen. Pentingnya cash flow  ini karena bahasanya bisnis adalah  keuangan. Output dari kerumitan  keuangan dalam organisasi atau perusahaan adalah penciptaan capital dan cash flow. Ketika organisasi tidak bijaksana dalam mengatur cash flow nya maka cepat atau lambat perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Manajemen cash flow  ini penting untuk mengatur dan menjamin semua fungsi dalam organisasi tetap berjalan normal. Namun ketika cash flow  mengalami kendala, maka banyak sekali hal dalam organisasi yang mengalami gangguan dan stagnasi karena tidak ada pembiayaan nya.

 

Demikian kira-kira bentuk kesamaan organisasi bisnis kita dengan organisasi hidup seperti manusia. Bahwa penting untuk memperlakukan organisasi layaknya seperti sebuah organisasi hidup, yang membutuhkan pengecekan secara berkala apa yang terjadi secara mendalam daripada apa yang sekedar tampak di luar. “Looking good is no measurement of health”. Dengan pengecekan ini, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah penting untuk melakukan penyesuaian dan merespon keadaan yang ada sehingga dalam jangka panjang perusahan memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola perubahan yang ada.  Semoga informasi ini berguna bagi para penggiat bisnis dan pengambil keputusan dalam organisasi. Segera lakukan bisnis cek up untuk organisasi anda.

Oleh: Firsyan Rachmil Deny, Corporate  Coach

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)