Memulai Karier sebagai Profesional Global

Setelah artikel  “Bagaimana Meramu Hard Skill dan Soft Skill” dimuat di SWA, yang antara lain menampilkan pengalaman saya menjadi profesional di luar negeri,  cukup banyak pertanyaan yang saya terima melalui e-mail, Facebook ataupun LinkedIn, menanyakan bagaimana cara merintis karier sebagai profesional di mancanegara.  Melalui kolom ini saya ingin berbagi ilmu yang saya sarikan dari pengalaman saya selama menjadi profesional di luar negeri.  Hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

 

Kuasai bahasa asing

 

Saya memulai karier resmi dalam arti bekerja di perusahaan, sebagai sales finance intern di General Electric. Manajer SDM yang mewawancarai saya saat itu mengatakan bahwa bahasa Inggris saya sangat baik dan menurut dia saya memiliki rasa percaya diri untuk sukses sehingga saya diterima bekerja.

 

Bangun percaya diri yang tinggi dan mental yang kuat

 

Setiap tahun, perusahaan tempat saya bekerja sekarang, Standard Chartered Bank, merekrut lulusan terbaik di seluruh dunia dalam program International Graduate yang pesertanya berasal lebih dari 50 negara.  Ada hal menarik. Peserta dari Asia Tenggara cenderung terlihat kurang percaya diri dan malu-malu dibanding rekan mereka dari Barat ataupun negara Asia lain seperti India, Cina, Hong Kong, bahkan Afrika. Selain di dalam kelas, di luar kelas pun mereka cenderung berkumpul dengan rekan dari satu negara sehingga membentuk zona nyaman.

 

Profesional dari India adalah salah satu contoh yang secara umum berhasil menunjukkan kemampuan intelektual mereka dan kemampuan komunikasi yang relatif lebih menonjol dari negara Asia pada umumnya.

 

Apa yang dapat dilakukan oleh profesional Indonesia? Jangan merasa terintimidasi dengan orang lain apabila Anda memang menguasai dan tahu subjek Anda, dan jangan takut mengemukakan pendapat.

Handi Kurniawan Handi Kurniawan

 

Dalam perjalanan karier, saya semakin yakin bahwa kemampuan orang Indonesia sama sekali tidak kalah dari profesional mancanegara. Ketika mendapatkan beasiswa di Hawaii, Amerika Serikat, dalam kelas yang berisikan profesional andal dari 9 negara, saya merupakan wakil Indonesia yang pertama kali menerima tiga penghargaan prestisius sekaligus.

 

Menghargai berbagai perbedaan dan terbuka terhadap ide baru

 

Patut disyukuri Indonesia punya semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kita melihat bahwa perbedaan adalah hal yang saling melengkapi sehingga kita menjadi lebih kuat dan bukan pemecah belah. Dalam kancah global, dikenal Diversity & Inclusion yang memiliki semangat sama. Banyak profesional yang terkesan sombong, serta menganggap dirinya paling hebat dan benar. Hal ini sangat tidak dianjurkan karena hanya mendatangkan masalah bukannya kelancaran.

 

Miliki akses atau jaringan yang mendukung

 

Apabila sekarang Anda telah bekerja di perusahaan multinasional atau perusahaan nasional yang memiliki jaringan di luar negeri, tentunya kesempatan menjadi profesional global relatif lebih besar. Biasanya di organisasi ini, Anda memiliki akses atau jaringan yang lebih luas dalam konteks luar batas negara.

 

Sebelum penempatan jangka panjang saya seperti saat ini, jauh sebelumnya sering kali saya ditugaskan ke mancanegara dalam durasi yang lebih pendek, mulai dari pelatihan beberapa hari di luar negeri, terlibat dalam proyek 1-2 minggu, rotasi internasional 2-6 bulan, dan banyak jenis kesempatan lain di mana selain bekerja saya juga dapat belajar banyak. Hal ini sangatlah membantu kemampuan berinteraksi dan bekerja sama dengan profesional dari mancanegara, serta menjadikan curriculum vitae lebih dipertimbangkan. Pada saat kesempatan itu datang, semua pembelajaran ini menjadi sangatlah berguna.

 

Miliki pemimpin dan mentor yang ingin menjadikan Anda sukses

 

Faktor eksternal yang mendukung sukses Anda sebagai profesional global adalah memiliki pemimpin dan mentor yang melihat Anda dapat berkembang, sukses, dan memiliki akses untuk memberi Anda “kesempatan”.

 

Dukungan dari keluarga dan orang terdekat

 

Dilema dari banyak profesional global adalah waktu yang dibutuhkan untuk bekerja, belajar, jalan-jalan, perencanaan, pelaksanaan program kerja dan sebagainya menuntut waktu Anda. Dukungan dari keluarga dan orang terdekat mengenai pembagian waktu dan kualitas interaksi sangatlah penting. Yang perlu diingat, tentukan prioritas Anda. What’s the most important thing in your life. Semua adalah pilihan, dan pilihan itu ada di tangan Anda. I wish you all the best. God bless Indonesia!

Handi Kurniawan, Praktisi HR yang Pernah Berkarier di Malaysia

 

(Tulisan ini pernah dimuat di Majalah SWA, Edisi 25/2011)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)