Empati & Design Thinking untuk Meningkatkan Pembelajaran di Rumah

Oleh: Nina Ivana SatmakaTrainer di PPM Manajemen

Nina Ivana Satmaka

Sudah lebih dari setengah tahun pandemi COVID-19 berlangsung, dan tak terasa sudah sekian lama juga para pelajar dan mahasiswa mengalami perubahan mendasar dalam aktivitas yang memakan kurang lebih 1/3 waktu hidupnya, yaitu perubahan dari pembelajaran tatap muka di sekolah menjadi pembelajaran daring di rumah.

Meskipun sudah lebih dari setengah tahun kita menjalani Home Learning, kenyataannya masih banyak kendala yang dialami oleh guru, orang tua maupun siswa dalam proses belajar mengajar secara daring. Tentunya sudah ada perbaikan dan peningkatan dari sisi teknis dan materi yang merupakan cara sekolah menyesuaikan sistem pembelajarannya setelah melalui learning curve selama periode ini.

Namun tetap tidak dapat dipungkiri bahwa rasa frustrasi dan kesulitan yang dialami orang tua, murid maupun guru masih berseliweran di media sosial dalam bentuk meme, quote, atau curhatan-curhatan di status media sosial.

Tentunya hal ini bukan tanpa alasan. Meksipun pandemi dan pembelajaran di rumah sudah berlangsung lebih dari enam bulan, jangan lupa bahwa kita sudah terbiasa dengan sistem pembelajaran di dalam kelas yang konvensional selama puluhan tahun.

Ekspektasi dan persepsi kita masih terus saja meyakini rendahnya efektivitas belajar secara daring dibandingkan di dalam kelas. Tentunya ini tidak luput dari kenyataan bahwa manusia itu adalah mahkluk kebiasaan. Hal ini membuat kita sulit menerima perubahan atau sulit move on dengan sistem yang lama. Susah move on ini akan semakin parah jika disertai dengan persepsi bahwa pembelajaran daring ini rasanya memiliki beban (pain) yang lebih berat dibandingkan dengan sistem yang lama.

Para pihak dalam sektor pendidikan sebetulnya dapat memanfaatkan pola pikir Design Thinking (DT) dalam memahami permasalahan apa yang sebetulnya dihadapi agar dapat meningkatkan efektivitas Home Learning. Design Thinking (DT) merupakan sebuah pendekatan pemecahan masalah yang berpusat pada manusia, sehingga dapat menghasilkan solusi yang inovatif, meningkatkan pengalaman pengguna serta meningkatkan penerimaan pengguna atas solusi yang dihasilkan.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)