Innovation Distinguishes Between a Leader and a Follower

Aspek kepemimpinan dalam manajemen inovasi sudah sering dibahas dalam berbagai tulisan dan memberikan banyak pencerahan dan inspirasi. Steve Jobs pernah mengungkapkan pendapatnya yang sangat terkenal, “Innovation distinguishes between a leader and a follower.”  Dan, dengan ucapan tersebut kita mengetahui apa yang telah sungguh-sungguh dibuktikan oleh Jobs ketika dia memimpin Apple dan memahami kekuatan luar biasa yang ditinggalkannya disana. Lebih jauh dari itu, kepemimpinan inovatif yang telah dilakukan oleh Jobs membawa pengaruh dan implikasi yang begitu luas di bidang industri dan juga dunia hingga saat ini.

Sesungguhnya pemimpinlah yang mampu memberikan perbedaan dalam mengelola kelangsungan bisnis suatu perusahaan. Para pemimpin memiliki tanggung jawab untuk membentuk tim yang solid untuk memperoleh kinerja perusahaan pada titik yang paling optimal. Salah satu indikator yang merefleksikan berjalannya kepemimpinan perusahaan yang efektif adalah ketika pemimpin memiliki kemampuan meramu unsur keragaman (diversity) anggota tim dari berbagai aspek untuk memperoleh hasil kerja terbaik dari mereka. Keragaman secara alami adalah refleksi dari berbagai perbedaan yang seringkali menjadi kendala yang sulit untuk disatukan. Namun, di tangan seorang pemimpin yang hebat perbedaan tersebut justru dihubungkan satu sama lain menjadi satu kesatuan yang utuh untuk membentuk sebuah kekuatan dahsyat guna mengejar tujuan-tujuan besar dari sebuah perusahaan.

Dalam konteks inovasi, kemampuan menyatukan keragaman unsur-unsur inilah yang berhasil memupuk dan menumbuhkan pemikiran dan hasil kerja kreatif dan inovatif bagi kesuksesan suatu perusahaan menghadapi persaingan bisnis yang terus berlangsung.

Wall Street Journal pernah memuat sebuah artikel berjudul ‘Together We Innovate’. Walaupun artikel disajikan tahun September 2007, muatannya masih sangat aktual hingga saat ini, apalagi untuk konteks bisnis di Indonesia yang akan mengahdapi MEA akhir 2015. Artikel tersebut menekankan pentingnya semua elemen perusahaan bekerja sama dalam upaya untuk melahirkan ide-ide baru dari berbagai sumber tanpa harus terbelenggu pada cara pandang hierarki atau kedudukan seseorang dalam perusahaan. Memang hal tersebut relevan diangkat kembali karena banyak perusahaan (meskipun memiliki ukuran besar sekalipun) mempercayai bahwa inovasi hanya berasal dari individu-individu jenius, yang terbaik, dilakukan oleh sedikit orang, sebuah tim yang bekerja secara misterius, yang menghilang dari pandangan dan kemudian mereka kembali dengan memabawa ide-ide besar ke dalam perusahaan. Artikel tersebut justru berargumen dengan menyatakan dengan cara sebaliknya dimana kebanyakan inovasi diperoleh melalui jaringan – sekelompok orang yang bekerja layaknya memainkan sebuah konser.Glenn Llopis (2014)sependapat dengan substansi artikel tersebut dan meyakini bahwa pemimpinlah yang menentukan bagaimana suatu konser akan berhasil mempersembahkan karya-karya terbaik mereka. Dalam konteks inovasi, para pemimpin terbaik memahami bahwa inovasi harus datang dari berbagai sumber, baik dari sumber internal maupun eksternal yang memberikan ruang dan kesempatan terbaik bagi mereka untuk secara bersama-sama menghasilkan berbagai inovasi yang hebat layaknya persembahan sebuah konser.

Untuk menjadi seorang pemimpin konser yang hebat,Llopis berbagi pendapat tentang 5 cara yang harus dilakukan pemimpin untuk menumbuhkembangkan proses-proses inovatif bagi bisnis perusahaan, yaitu :

Trust yourself enough to trust others

Inovasi membutuhkan keberanian pemimpin untuk mematahkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan baru. Cara berpikir baru mendorong semua anggota tim untuk lebih terbuka (transparan) dibandingkan praktek-praktek sebelumnya. Dengan demikian, pemimpin dan setiap anggota tim harus memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk bisa mempercayai orang lain. Ketika mencapai tahap tersebut seorang pemimpin menjadi lebih sabar, mampu menjadi pendengar yang baik dan menghargai pola hubungan positif yang sedang terbentuk. Kemudian dengan kesediaan untuk mundur selangkah, seorang pemimpin menempatkan posisinya yang setara dalam pola hubungan kekeluargaan yang memungkinkan tumbuhnya budaya baru yang lebih kondusif di lingkungan kerja.

Collaborate and discover

Kolaborasi tidak akan berakar apabila tidak didasarkan pada kepercayaan terhadap orang lain. Kolaborasi bukan sekedar bekerja bersama tetapi berkaitan juga dengan upaya membangkitkan keyakinan bersama untuk menemukan cara berpikir baru serta memperoleh hasil-hasil yang lebih besar. Dengan meningkatnya keyakinan bersama tiada seorangpun pernah tahu kemana suatu ide dapat menghasilkan suatu inovasi baru yang memberikan dampak dan pengaruh di pasar, baik dalam bentuk sebuah proses baru, produk baru, kemasan baru atau tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi perusahaan.

Communicate to learn

Tanpa komunikasi yang kuat suatu tim tidak dapat membangun kepercayaan dan memberikan kesediaannya berkolaborasi dengan baik. Gaya dan cara komunikasi pemimpin yang baik akan menentukan pembentukan pola pikir ke berbagai arah guna menemukan inovasi-inovasi baru. Pemimpin harus meyakinkan anggotanya untuk melihat bahwa sebuah tim adalah suatu laboratorium inovasi yang secara terus-menerus menantang satu sama lain untuk belajar dari ide-ide dan cita-cita masing-masing dan menanam berbagai benih untuk inovasi masa depan.

Be a courageous change agent

Agar tim mampu berinovasi, pemimpin harus menantang setiap anggota tim untuk berpikir lebih kritis dan melihat segala sesuatu dari sudut pandang perbaikan terus-menerus. Pemimpin harus berani mengambil alih tanggung jawab dan merangkul peran agen perubahan untuk mendukung pemikiran disruptif yang konstruktif. Seorang pemimpin harus menjadi agen perubahan atau bersiap diri menghadapi kepunahan. Untuk itu semua anggota tim harus diberi tanggung jawab yang sama melakukan dan mewujudkan hal tersebut. Memainkan peran sebagai agen perubahan berarti memiliki sikap dan perilaku enterpreuner, menerima risiko sebagai hal yang normal, dan melihat peluang atas segala hal. Jika pemimpin dapat melakukan hal tersebut dengan baik maka inovasi akan muncul dengan sendirinya.

Course correct to perfect

Untuk memperoleh kombinasi anggota tim yang sempurna, pemimpin harus selalu bertindak benar. Kesempurnaan memang sebuah utopia, namun dengan bertindak benar pemimpin mampu mengarahkan pencapaian budaya baru yang sedang dibentuk. Bertindak dengan benar juga akan memberikan pelajaran kepada anggota tim untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dimana mereka dapat menampilkan kemampuan dan keterampilan dalam situasi dan lingkungan yang berbeda.

Mudah-mudahan Anda masih ingat siapa yang menemukan Tip-Ex, wiper (penghapus kaca pada waktu hujan dan bersalju), kevlar, gergaji bundar dengan rantai berputar, mesin cuci piring otomatis, chocolate chip cookies dan sebagainya. Mereka adalah wanita biasa dalam arti sebenarnya, namun memiliki kehebatan dalam melihat kesempatan. Karena itu, jangan sepelekan kekuatan apapun dalam perusahaan Anda.

Oleh Lawang M. Siagian
 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)