Kaizen dan Amigala

Oleh N. Rengka Johanes, Direktur Lesca Dana Jakarta

N. Rengka Johanes, Direktur Lesca Dana Indonesia

Anda pernah merasa takut atau terancam? Penulis yakin, hampir semua kita pernah mengalaminya. Apapun bentuk ancamannya. Peran utama dari amigdala adalah memberikan response untuk melawan atau menjauh dari suatu ancaman ( fight or flight response ).  Konon, otak manusia terdiri dari tiga bagian. Bagian batang otak yang paling bawah sering disebut dengan otak reptil ( reptilian brain ). Otak reptil berfungsi untuk membangunkan anda pada pagi hari, tidur pada malam hari, juga untuk mengatur detak jantung anda. Lalu pada bagian tengah ada bagian otak yang disebut otak mamalia ( mammalian brain ) atau sering disebut Amigdala ( Amygdala ).

Fungsi otak mamalia adalah mengatur suhu tubuh, mengatur emosi, dan juga mengatur apakah kita melawan atau menjauh dari suatu ancaman.   Bagian otak yang ketiga adalah cortex. Cortex sering disebut oleh para ahli psikologi klinis sebagai bagian yang bertunggung jawab atas  the miracle of being human. Ya, tentang keajaiban manusia. Sebab peradaban, seni, ilmu pengetahuan, musik, pikiran rasional dan kreatifivitas manusia bermula dari sana. Ketika kita ingin melakukan suatu perubahan, atau memulai proses kreatif anda harus akses ke cortex.

Tiga bagian otak yang disebutkan di atas, sayangnya tidak selalu seirama. Sekedar contoh. Otak bagian tengah atau otak mamalia salah satu fungsinya memberi alarm apabila bagian tubuh kita dalam ancaman. Ini kadang justru menghalangi akal sehat atau proses kreatif.  Karena itu, ahli piskologi klinis, Robert Maurer, dari UCLA School of Medicine, mengatakan bahwa Amigdala memiliki lonceng atau alarm ketika seseorang ingin berubah dari suatu kebiasaan. Amigdala cenderung untuk mencari aman. Karenanya, bagian otak ini dirancang agar setiap ada tantangan baru, kesempatan baru, atau keinginan, akan memicu tingkat rasa takut tertentu.  Apakah itu berkaitan dengan pekerjaan baru, berjumpa orang baru, amigdala selalu memberi sinyal ke bagian tubuh seseorang untuk mempersiapkan sesuatu. Bahkan cenderung memberi reaksi yang “ merugikan “.  

Namun sebagian orang tertentu, melawan rasa takut ini justru dengan emosi yang positif, yaitu dengan memacu semangat ( excitement ). Semakin besar tantangannya semakin besar semangat untuk menantangnya. Sayangnya sebagian besar orang ketika menghadapi tantangan baru, cenderung takut dan enggan berubah. Lebih suka zona nyaman. Tidak mau berubah dengan berbagai dalih atau alasan.   

Lalu, apa hubungan penjelasan di atas dengan Kaizen?  Kaizen berasal dari Bahasa Jepang, yang kurang lebih artinya perbaikan berkesinambungan. Perbaikan yang terus menerus itu, biasanya pada hal-hal kecil.  Totota di Jepang salah satu perusahaan yang konsisten menerapkan Kaizen. Sekali lagi mengutip Prof Robert Maurer, yang mengatakan bahwa Kaizen salah satu solusi yang paling efektif untuk  keluar dari rasa takut yang berlebihan. Bahkan tindakan kecil atau langkah kecil justru akan meredam rasa takut, sehingga seseorang mampu nengakses ke cortex yang kemudian memicu kreativitas.

Maurer mengatakan, Goal yang besar, jika diikuti dengan rasa takut atau khawatir, maka jalan ke cortex akan terhalang, yang pada akhirnya akan menuai kegagalan. Namun sebaliknya, goal yang kecil, akan mengabaikan rasa takut, sehingga akses ke cortex akan terhubung, yang pada akhirnya akan menuai kesuksesan.  Maurer menulis, ..Your brain is programmed to resist change.  Jadi, karena otak kita cenderung menolak perubahan, maka dengan tindakan kecil atau dengan langkah kecil anda malah akan efektif menekan rasa takut yang berlebihan itu.

Prof Maurer mengusulkan empat langkah praktis yang mesti dilakukan oleh setiap orang ketika hendak melakukan sesuatu yaitu Pertama, buatlah pertanyaan kecil (ask small questions); kedua, berpikir tentang hal-hal kecil ( Think small thoughts ); Ketiga, Ambil tindakan-tindakan kecil ( Take small actions ) untuk memulainya; dan keempat, selesaikan masalah-masalah kecil ( solve small problems ). Dengan melakukan empat langkah ini secara konsisten dalam setiap kegiatan anda, maka apapun tujuan anda, entah itu untuk menurunkan berat badan, berhenti merokok, ingin menulis novel, melakukan jalan kaki setiap hari, niscaya akan tercapai. Hal yang sama dapat diterapkan pada perusahaan anda. Lakukan perbaikan kecil terus menerus.  Selamat mencoba !!  

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)