Keahlian Negosiasi dengan Produktivitas Tinggi (3)

Oleh Jazak Yus Afriansyah, Author, Coach, Trainer, Founder and Managing Director Manuver Corp

@jazak YA

Melanjutkan kajian kita tentang keahlian bernegosiasi, maka edisi kali ini akan kita sajikan cara praktis yang terbukti ampuh secara empiris untuk memecah kebuntuan dari sebuah proses negosiasi.

Setidaknya, ada 3 cara yang kami anjurkan untuk mengatasi proses negosiasi yang macet atau deadlock. Tiga cara ini bisa Anda gunakan secara bersamaan atau bias juga dilakukan secara berurutan sesuai dengan kondisi yang kita hadapi.

Harus diakui bahwa salah satu kemungkinan yang bisa terjadi dalam proses negosiasi adalah situasi di mana semua pihak yang bernegosiasi “sepakat untuk tidak sepakat”. Karena itu, untuk mengurangi risiko tersebut, 3 cara ini layak dipertimbangkan.Jazak Yus Afriansyah

Cara pertama adalah ACCOMODATING atau Aaomodasi, pada dasarnya cara ini berusaha mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan pribadi, sehingga akan ada pihak yang berada pada posisi kalah.

Di samping itu, dengan cara ini ada kecenderungan untuk lebih mengutamakan harmonisasi hubungan diantara semua pihak yang berkepentingan. Dan, dengan pendekatan ini terdapat kemungkinan pihak yang satu akan memanfaatkan pihak yang lain, ini adalah risiko yang harus dipilih daripada negosiasi menemui titik buntu.

Kapan kita menggunakan cara pertama ini?

Anda dan tim negosiasi bisa menggunakan cara ini jika ternyata salah satu pihak yang bernegosiasi mengetahui dirinya salah, sehingga cara ini dipandang sebagai kompensasi untuk menunjukkan rasa tanggung jawab yang berwibawa.

Situasi berikutnya adalah jika dalam negosiasi itu ternyata isu yang dibahas lebih penting daripada kepentingan pribadi atau kepentingan golongan. Yang terpenting, cara pertama ini wajib digunakan dalam rangka meminimalkan kerugian yang lebih besar.

Cara kedua adalah PROBLEM SOLVING and COLLABORATING and INTEGRATING atau berkolaborasi menyelesaikan masalah dan melakukan integrasi. Berbeda dengan cara pertama, cara kedua ini dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kedua belah pihak dan diarahkan pada pemecahan masalah sehingga kegiatan lebih difokuskan pada mencari solusi atas konflik yang terjadi

Keunggulan dari cara kedua ini adalah, meningkatkan kemungkinan akan munculnya hasil yang bersifat win-win solution bagi semua pihak yang sedang duduk bernegosiasi.

Situasi apakah yang cocok dengan cara ini?

Menggunakan cara kedua ini akan tepat jika semua pihak ingin mencapai solusi yang terintegrasi dan memuaskan sehingga bermanfaat untuk meningkatkan komitmen dengan cara pengambilan keputusan berdasar pada consensus.

Pendekatan yang kedua sangat cocok apabila salah satu pihak ingin mengetahui dan memahami pihak lain yang mempunyai perspektif dan sudut pandang yang berbeda

Kita teruskan kepada cara ketiga, yaitu COMPROMISING atau Kompromi. Cara ketiga ini mirip dengan cara kedua yaitu berusaha untuk memuaskan kedua belah pihak, namun yang membedakan adalah dengan cara ini kedua belah pihak sepakat mengorbankan beberapa kepentingan yang dipunyai agar terjadi titik temu.

Dengan cara ini, akan ada kecenderungan masih menyisakan permasalahan yang kemungkinan memiliki potensi kuat untuk menimbulkan konflik lagi di kemudian hari. Oleh sebab itu, perhatikan kondisi yang dianjurkan untuk mengaplikasikan cara ini.

Dan kondisi tersebut adalah manakala semua pihak ingin mencapai pemecahan masalah sementara dan segera, dan ini berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai sangat penting tetapi tidak perlu menimbulkan gejolak dalam waktu dekat.

Jangan lupa bahwa, Anda bisa menggunakan cara ketiga ketika situasi yang dihadapi masih membutuhkan dukungan untuk bertindak lebih lanjut sehingga cara kompromi ini bisa digunakan sebagai middle ground dan pendekatan back up yang bagus ketika pendekatan lain gagal untuk menyelesaikan konflik

Sekali lagi, secara realistis kita harus sadar bahwa mencapai solusi yang memenangkan semua pihak adalah harapan mereka yang bernegosiasi, dengan 3 cara diatas akan meningkatkan kemungkinan kita mencapai harapan tersebut secara paripurna.

Selamat Berbisnis dan Salam Sukses Selalu untuk Anda!

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)