Kepemimpinan di Era Millennial (1)

Oleh Jazak Yus Afriansyah,IG and Twitter @jazakYA

Jazak Yus Afriansyah
Jazak Yus Afriansyah

Kepemimpinan di era millennial adalah merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi para pimpinan saat ini. Tantangan tersebut pada hakikatnya sudah sangat sering menjadi bahan perbincangan bahkan telah menjadi isu penting bagi kelangsungan hidup sebuah korporasi.

Apakah tantangan itu? Tantangan itu adalah kepemimpinan di era millennial, atau dengan kata lain bagaimana cara memimpin anggota tim yang terdiri atau didominasi para millennial?

Mengapa hal ini menjadi sangat krusial?

Faktanya, saat ini populasi generasi millennial dalam sebuah organisasi atau institusi telah mencapai rata-rata 50%-60%, dan diperkirakan jumlah populasi mereka diperusahaan akan terus tumbuh hingga menyentuh angka 75% di tahun 2025. Dengan jumlah yang sangat signifikan ini sungguh wajar jika perhatian dicurahkan kepada mereka, karena mereka inilah yang secara konsisten mengimplementasikan semua kebijakan dan strategi perusahaan.

Lebih penting lagi mereka adalah Generasi Penerus Kepemimpinan korporasi. Jika sebagian besar atau semua millennial ini mampu berkinerja dengan optimum, bisa dipastikan korporasi akan sangat mudah mencapai bahkan melampaui target bisnis mereka, sehingga perusahaan tersebut mampu tumbuh secara berkelanjutan dan tangguh didalam persaingan.

Sebaliknya, jika para millennial ini gagal memberikan kontribusi terbaik mereka, akibat salah asih, salah asuh dan salah asah, atau dengan kata lain salah kepemimpinan, bisa dipastikan perusahaan tersebut tinggal menunggu waktu akan tergilas dalam persaingan, dan ditinggalkan oleh para talenta terbaik.

Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan khusus dan berbeda untuk memimpin dan memberdayakan anggota tim di Era Millenial ini, terdapat 4 cara kepemimpinan yang relevan untuk para milenial. Empat cara tersebut  adalah 4 teknik memimpin yang harus dipahami dan dikuasai para Leader Generasi X dan Y dalam mengembangkan Generasi Z mencapai kinerja yang diharapkan, yaitu mereka mampu dan mau berkontribusi, dan lebih penting lagi mereka tetap berkomitmen untuk terus berprestasi maju bertumbuh bersama  dengan korporasi dimana berkarir.

Bersumber dari buku “Lead or Leave It to Millennial!” berikut mari kita kupas 4 cara itu:

Cara Pertama adalah, bangkitkan mereka dengan cara encouraging ideas”, atau mendorong mereka menyampaikan ide-ide kreatif dan inovatif-nya.

Ingat generasi millennial sangat loyal terhadap kepentingan mereka, berbeda dengan Generasi X yang sangat loyal dengan perusahaannya, atau berbeda dengan generasi Y yang loyal dengan profesinya.

Jadi jika anda sanggup bersinergi dengan Kepentingan mereka, maka percayalah mereka akan stay and stand strong dengan Anda.

Cara pertama ini terbukti secara efektif akan meningkatkan motivasi mereka, karena mereka merasa sangat dihargai dan sangat dilibatkan, meskipun generasi Z ini dipersepsikan rapuh oleh Generasi X dan Y, keunggulan mereka dibanding dengan Generasi X dan Y, adalah mereka sangat cepat dan tepat menemukan cara-cara baru untuk menyelesaikan tugas mereka, dengan kata lain mereka sangat Kreatif dan Inovatif.

Cara Kedua, berikan sentuhan “modifying ideas atau modifikasi ide-ide mereka. Mengapa?

Ya karena, meskipun Generasi Millennial ini sangat Kreatif dan Inovatif, jelas tidak semua ide-ide mereka applicable atau bisa dilaksanakan, dengan kata lain ada kalanya ide mereka belum realistis dan belum tentu cocok dengan kondisi saat ini.

Cara kedua ini sangat penting, karena seburuk apapun ide yang disampaikan, jangan dibuang semuanya dan jangan pula dihinakan.

Jika Anda memaksakan diri membuang ide-ide mereka tentu perbuatan anda ini sangat kontraproduktif dan menghancurkan motivasi mereka, sebab pada cara pertama kita mendorong ide, namun sayangnya pada cara kedua kita mematikan ide tersebut hanya gara-gara ide tersebut kurang realistis atau kurang pas.

Cara ketiga adalah “providing feedback atau menghadirkan umpan balik bagi mereka, cambukan ini begitu berdaya guna memastikan para generasi muda ini terus membara dengan Motivasinya yang tinggi, sehingga mereka akan mulai mengaum kembali.

Providing feedback akan memampukan Generasi Z yang anda pimpin belajar memahami siapa dirinya, termasuk kekuatan dan kelemahan mereka, dengan tetap menjaga harkat dan derajat mereka.

Providing feedback sangat bermanfaat unutk menggantikan teguran, cacian atau bahkan amarah yang selama ini digunakan oleh Generasi X dan Y, jika menemukan para milinial itu tidak becus melaksanakan tugas.

Cara keempat adalah give alternative and limited direction. Artinya, beri mereka alternatif dan arahan atau perintah yang terbatas.

Cara ini bisa digunakan jika ketiga cambukan di atas ternyata belum mampu membangkitkan semangat Singa atau dengan kata lain mereka masih saja lunglai dan mengembik.

Untuk melaksanakan cambukan keempat ini kita selaku leader harus sedikit bersabar, berikan kesempatan mereka berpikir saat kita libatkan dengan ketiga cara di atas, dan jika sampai batas waktu yang diberikan mereka tetap bungkam, maka saatnya kita beri mereka alternative agar mereka mulai belajar berpikir.

Karena beradasarkan kenyataan, ada beberapa Generasi Z walaupun jumlahnya tidak terlalu besar memang miskin ide dibandingkan dengan teman sebayanya, oleh sebab itu dengan anda memberikan alternative dan arahan yang terbatas, maka ini akan mampu memicu daya kreatifitas serta inovasi mereka.

Arahan yang terbatas akan mencegah mereka menjadi manja alias mengembik dan selalu mengandalkan anda, justru sebaliknya arahan yang terbatas ini akan mulai membuat mereka mengaum atau mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Sebagai akhir dari kajian kita tentang bagaimana memimpin Generasi Z atau Generasi Millennial, jangan pernah menyerah dan berputus asa, mereka adalah Singa-Singa Muda yang penuh Bakat Dahsyat serta Potensi yang luar biasa.

Yang harus kita lakukan sebagai pimpinan mereka, adalah memimpin mereka dengan cara dan teknik di atas yang terbukti yang cocok dengan tipikal mereka, karena hanya masalah waktu mereka akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan di korporasi Anda.

Di edisi berikutnya akan kita kupas secara lebih mendalam dan spesifik karakter khas millennial serta Leadership Gap Syndrome yang terjadi akibat dari pemahaman yang tidak tepat para pemimpin saat ini terhadamillennial.elamat Memimpin! Salam Sukses Selalu untuk Anda!

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)