Memanfaatkan Fenomena Korean Wave!

 

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, perkembangan budaya Korea telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Indonesia pun tidak luput menjadi salah satu negara tempat berkembangnya budaya Korea. Berbagai produk dari Korea, mulai dari drama, musik, makanan, kosmetik, pakaian, film, telah menyebar luas. Ekspor produk-produk budaya Korea bahkan menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

Proses penyebaran budaya Korea ke seluruh dunia inilah kemudian dikenal dengan istilah Korean Wave. Sebuah budaya populer, kemudian menjadi sebuah brand image suatu negara, kurang lebih seperti itulah Korean Wave. Brand image sendiri merupakan suatu hal atau apa yang orang pikirkan ketika mendengar atau melihat sebuah merek (Hawkins & Mothersbaugh, 2013).

Dewi Fitrina, M.M. - Sales Manager for Executive Development Program | PPM Manajemen Dewi Fitrina, M.M. - Sales Manager for Executive Development Program | PPM Manajemen

Korean Wave merupakan suatu fenomena terhadap lajunya pertumbuhan budaya Korea lewat media massa. Istilah ini pertama kali muncul dalam sebuah halaman gosip selebriti pada tahun 2001 yang ditulis oleh Hwan (Joang, 2005). Fenomena dari Korean wave juga menjelaskan perkembangan budaya Korea ke dunia internasional. Keberhasilan Korea mengekspor produk budaya menjadikannya masuk dalam sepuluh besar negara pengekspor budaya pada delapan tahun silam.

Fenomena Korean Wave di Indonesia diawali dengan kemunculan sebuah drama seri dari Korea berjudul Endless Love di sebuah stasiun TV swasta. Saat ini, fenomena Korean Wave yang sedang melanda Indonesia banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat khususnya kawula muda. Banyak generasi muda yang saat ini menggandrungi tayangan entertainer Korea mulai dari drama, film, maupun musik. Hal ini juga membuat menjamurnya fanbase-fanbase atau Korean community di Indonesia.

Sejak awal kemunculan Korean Wave di Indonesia hingga saat ini, Korean Wave masih berjalan pada track-nya di Indonesia. Korean wave juga memiliki penggemar masing-masing. Pastinya, Korean Wave telah nyata mempengaruhi banyak aspek kehidupan para penggemarnya. Fenomena Korean Wave yang melahirkan fanatisme, perubahan perilaku serta perubahan loyalitas konsumen ini sangat menarik untuk dipetik pelajaran dan tentu saja menjadi peluang bisnis yang menggiurkan.

Tertarik berbisnis dengan dengan memanfaatkan Korean wave? Kenapa tidak, pengaruh Korean Wave dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik disadari atau tidak telah meliputi segala aspek dari drama, musik, hair style, fashion style, makanan bahkan Korean way of life. Dalam laporan khususnya berjudul “Business Hallyu Status and Strategy in Southeast Asia”, Korean Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA) mengatakan bahwa Korean wave di Indonesia menyebabkan konsumen lokal menjadi tertarik dengan gaya hidup Korea (Lee, 2012).

Korean Wave juga telah menyebabkan pencintanya memburu segala hal yang berkaitan dengan Korea. Hal ini nampak jelas dari semakin meningkatnya industri Korea di Indonesia, banyaknya masyarakat Indonesia yang mempelajari bahasa dan budaya Korea. Dari situ dapat dilihat peluang nyata bisnis dalam gelombang Korea ini bukan?

Pesatnya permintaan pasar akan produk makanan Korea tidak luput juga dari pengaruh fenomena Korean wave. Hal tersebut seharusnya dimanfaatkan oleh perusahaan untuk masuk dan diterima oleh konsumen Indonesia. Karena bukan tidak mungkin produk makanan Korea akan lebih diterima oleh masyarakat luas, bukan hanya dalam lingkup penggemar Korean wave saja.

Cermati kiat berikut ini bila Anda ingin ikut bermain dalam gelombang bisnis Korea ini, terutama dalam bidang kuliner. Berkaitan dengan kualitas, perusahaan dapat terus meningkatkan kualitas dari produk makanan Korea yang mereka produksi. Bukan tidak mungkin bahwa produk makanan Korea tersebut diadaptasi untuk menyesuaikan dengan rasa lokal. Sehingga, masyarakat pun akan lebih merasa familiar dengan produk makanan tersebut. Secara keseluruhan baik kualitas, harga dan nilai produk yang penting bagi konsumen, perusahaan dapat menjadikan acuan untuk terus melihat permintaan pasar dan selera konsumen akan produk makanan Korea.

Perusahaan juga harus lebih menekankan pada sisi R&D (Research and Development) agar produsen dan pengusaha dapat menciptakan terobosan-terobosan baru bukan hanya soal rasa, namun mengenai kualitas produk agar memenuhi selera atau kebutuhan bagi konsumen Indonesia.

Adaptasi diperlukan bagi sebuah produk agar bisa masuk dan diterima oleh masyarakat luas. Adaptasi disini, dalam artian bahwa produk disesuaikan dengan selera dan kondisi di masyarakat. Misalnya, mengusahakan sertifikasi kehalalan produk makanan. Mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam sehingga masalah kehalalan produk sangat diperhatikan. Perusahaan juga harus memperhatikan penggunaan bahan baku produk makanan Korea tersebut.

Selain itu, aktivitas promosi dan komunikasi juga perlu dilakukan oleh perusahaan, jangan sampai mengabaikan unsur keunggulan produk dan harga yang kompetitif. Jika konsumen sudah semakin yakin dan memiliki persepsi positif terhadap kualitas, harga serta nilai yang ditawarkan oleh sebuah produk maka akan semakin tinggi pula niat beli konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Sehingga ketika tidak ada yang mengintervensi proses keputusan pembelian oleh konsumen, pembelian produk yang sesungguhnya dapat tercipta.

Bagaimana, tertarik ikut masuk gelombang Korea?

Oleh : Dewi Fitrina, M.M. - Sales Manager for Executive Development Program | PPM Manajemen

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)