Memilih Platform Bisnis Webinar

Sayyidah F. Az-Zahra, Mahasiswa SBM Institut Teknologi Bandung

Sayyidah F. Az-Zahra

Jumlah kasus pasien positif virus penyebab COVID-19 terus bertambah setiap harinya. Hingga saat artikel ditulis, tercatat 11,9 Juta penduduk di dunia terinfeksi virus Corona jenis baru ini. Selain menyebabkan kesakitan dan kematian, pandemi ini memicu adanya guncangan di perekonomian dunia termasuk di Indonesia. Berbagai usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) hingga perusahaan besar yang terancam gulung tikar sebagai dampak kolateral penyakit yang hingga kini belum tersedia vaksin pencegahan.

Bisnis yang paling menelan pil pahit imbas kondisi ini adalah usaha jasa seperti event organizer atau penyelenggara kegiatan (event organizer). Mengapa? Hal itu lantaran karena kebijakan pembatasan sosial (social distancing) yang digulirkan pemerintah. Kebijakan yang dimaksudkan untuk menekan penyebaran COVID-19 mengatur  pelarangan masyarakat mengadakan kegiatan pengumpulan orang banyak. Akibatnya, para penyelenggara acara terpaksa harus menunda bahkan membatalkan  acara yang telah terencanakan jauh-jauh hari. Bahkan tak sedikit perusahaan penyelenggara acara yang terancam gulung tikar karena pembatalan pesanan dari para klien menggerus  pundi-pundi finansial mereka.

Dalam menghadapi kebijakan pembatasan sosial, masyarakat justru beradaptasi untuk menghilangkan kejenuhan dengan beraktifitas di dunia maya. Berdasarkan pemaparan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Penggunaan internet dan media sosial meningkat sekitar 10 persen. Bahkan saat menjelang hari raya, kenaikan data tersebut hampir mencapai 40 persen. Pengusaha event organizer yang jeli dengan cepat memanfaatkan  peluang ini. Mereka menciptakan berbagai solusi seperti mengadakan virtual wedding dan memanfaatkan webinar untuk acara seminar, workshop, maupun pendidikan.

Salah satu event organizer seminar yang adaptif terhadap situasi ini adalah Inspira Talks, sebuah penyedia event edukasi dan pelatihan. Inspira Talks awalnya telah  merencanakan berbagai kegiatan workshop secara offline tetapi karena hambatan pandemi, mereka mengalihkannya  menjadi workshop online .

Dalam penyelenggaraan seminar atau workshop secara virtual, para pebisnis sering mengalami kebingungan memilih platform aplikasi video konferensi. Terdapat berbagai  media platform seperti Google Meet, Zoom, Webex, dan Skype. Sebelum menentukan platform pilihan maka lebih baik mengetahui kelebihan dan kekurangan masing masing plaftorm.

Google Meet

Siapa yang tidak kenal produk Google satu ini? Yup, google pun membuat layanan video konferensi yang dinamakan Google Meet. Wah apakah Google memang telah memprediksi adanya pandemi ini  sehingga menghadirkan Google Meet? Oh ternyata tidak, Google Meet sudah diluncurkan dari Februari 2017. Apa keunggulan yang dimiliki Google Meet? Google Meet terintegrasi dengan berbagai produk Google lainnya seperti Google Calendar, Gmail, Google Drive dan juga Google Classroom. Saya sendiri merasa termudahkan atas fitur ini karena jadwal rapat saya dapat secara otomatis ter-update di Google Calendar. Terlebih lagi rekaman dari Google Meet langsung tersimpan di Google Drive sehingga Anda tidak perlu takut jika rekaman hilang. Tak hanya itu, User Interface Google Meet juga simple sehingga para pemula tidak akan kesulitan untuk menggunakannya. Namun, Google Meet membatasi waktu untuk para penggunanya selama 60 menit, melebihi waktu tersebut maka harus membayar biaya tambahan. Tapi tenang saja, sebelum tanggal 30 September, Google Meet tidak menerapkan batas waktu tersebut untuk membantu pengusaha dan pengelola sekolah yang terdampak pandemi COVID-19.

Zoom

Sejak masa pandemi yaitu dalam kurun empat bulan terakhir, aplikasi Zoom sering di dielukan oleh masyarakat. Mayoritas para Event Organizer menggunakan platform Zoom untuk mengadakan virtual wedding karena salah satu kelebihan aplikasi Zoom adalah memiliki mode tampilan galeri sehingga dapat memperlihatkan wajah para penggunanya di satu layar langsung dalam jumlah banyak. Menurut saya, uniknya aplikasi Zoom adalah karena adanya fitur-fitur seperti Background Virtual dan Touch Up Appearance. Fitur tersebut bisa digunakan oleh para event organizer saat melakukan seminar online. Untuk apa? agar tampilan narasumber dapat terlihat lebih rapi dan profesional. Aplikasi Zoom juga memiliki fitur untuk host-nya mengatur audio, video, dan layar peserta. Terlebih lagi, Zoom memiliki fitur untuk melakukan chat personal antar peserta sehingga narasumber tidak akan terganggu oleh interaksi peserta. Sama seperti Google Meet, Zoom juga memiliki limit waktu yaitu selama 40 menit. Jika melebihi 40 menit, maka penggunanya harus membayar biaya tambahan. Walaupun banyak isu miring tentang Zoom, sampai saat ini saya masih menggunakan Zoom karena kemudahan penggunaan dan keragaman fitur yang diberikan oleh Zoom.

Cisco Webex

Webex juga merupakan aplikasi untuk video konferensi yang didirikan pada tahun 1995 dan diakuisisi oleh Cisco pada tahun 2007. Selama pandemi, Webex memperluas cakupan peserta rapat dari 50 menjadi 100 peserta. Untuk Webex berbayar, Webex dapat menampung hingga 40.000 peserta pasif. Kelebihan yang dimiliki Webex yaitu karena adanya fitur catatan atau notes yang juga bisa memudahkan para peserta seminar online untuk mencatat penjelasan narasumber. Tak hanya itu, terdapat juga fitur Q&A dan survei atau voting yang memberi nilai plus untuk Webex karena interaksi dengan para pengguna Webex lainnya dapat terjalin lebih optimal. Dengan Webex, baik perusahaan maupun pengguna perorangan bisa melakukan pekerjaan atau kegiatannya lebih efisien.

Skype

Skype dibentuk sejak bulan September 2003 dan dibeli oleh Microsoft di bulan Mei 2011. Penggunaan Skype melonjak 70% dalam satu bulan menjadi 40 Juta orang selama pandemi ini. Kelebihan aplikasi panggilan video milik Microsoft ini adalah karena pengguna Skype tidak perlu mendaftar akun dan mengisi data pribadi, sehingga keamanan pengguna dapat terjaga. Selain itu, Skype memiliki kualitas koneksi yang stabil dan juga penggunaan Skype untuk keperluan kerja semakin mudah karena bisa diintegrasikan dengan aplikasi Microsoft yang lain seperti Microsoft Outlook. Skype menyediakan platform yang komprehensif dengan biaya gratis. Sayangnya, Skype bukan pilihan bagus untuk para pebisnis, karena Skype tidak bisa digunakan oleh banyak pengguna atau peserta konferensi.

Itulah platform yang cukup sering digunakan oleh para pebisnis event organizer. Menurut saya, aplikasi Zoom merupakan aplikasi dengan fitur yang cukup lengkap dan harga terjangkau sehingga para pebisnis sangatlah cocok untuk menggunakan aplikasi ini. Senior UI/UX Designer dari perusahaan ternama, Muhammad Nizar, juga mengatakan bahwa user experience yang diberikan oleh Zoom sangatlah baik karena fitur-fiturnya yang lebih mudah dan lengkap. Tapi kembali lagi dengan kebutuhan masing-masing, karena semua aplikasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya dengan fiturnya yang berbeda-beda. Beradaptasi dengan dunia digital merupakan kunci agar para pebisnis bisa bertahan di masa pandemi ini. Hal ini juga dapat membuat masyarakat Indonesia lebih tercerdaskan dengan teknologi yang ada serta sistem roda perekonomian di Indonesia bisa terus berputar dan semakin berkembang. Perkembangan teknologi ini bekerja tanpa henti untuk menawarkan fitur-fitur baru sehingga dapat membantu efektivitas kegiatan bisnis. Saya yakin di masa mendatang video konferensi akan membantu membangun lingkungan kerja jarak jauh yang lebih kolaboratif dan dapat meningkatkan fleksibilitas serta produktivitas bisnis. Rapat virtual, wawancara, dan pelatihan dapat dilakukan dengan mudah bahkan berbeda lokasi. Video konferensi ini pun mampu menghubungkan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Hambatan geografis maupun waktu dapat dilewati dengan dunia digital ini. Kemudahan akses dan kemampuannya untuk memfasilitasi komunikasi membuat video konferensi merupakan teknologi penting bagi bisnis saat ini.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)