Merawat Legasi Pak Eka

Oleh: Dr. Rio Christiawan,S.H.,M.Hum.,M.Kn., Dosen Hukum Bisnis Universitas Prasetiya Mulya

Rio Christiawan
Rio Christiawan

Sabtu 26 Januari 2019 kabar duka kembali datang ke Tanah Air, Eka Tjipta Widjaja, pendiri grup bisnis Sinar Mas telah berpulang. Sontak saja para kolega dan media menyampaikan kabar meninggalnya Pak Eka, begitu biasanya Eka Tjipta Widjaja dan hari itu seluruh media sosial dan pemberitaan yang biasanya ramai memberitakan peristiwa politik yang sedang menghangat langsung sepi dan terinterupsi oleh kabar duka meninggalnya Pak Eka.

Tidak hanya keluarga besar Grup Sinar Mas, tapi bangsa ini kehilangan dengan berpulangnya Pak Eka. Melalui grup Sinar Mas yang telah dirintisnya selama lebih dari 80 tahun, telah memberi kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik bagi jutaan anak negeri. Tidak disangsikan lagi, hari ini legasi Pak Eka telah memenuhi negeri ini di berbagai sektor dan bertumbuh bersama negeri ini.

Beruntung saya pernah bergabung dalam salah satu legasi tersebut, Pak Eka tidak saja membesarkan bisnis dengan mengutamakan keuntungan tapi bagi beliau yang terpenting adalah nilai (value). Nilai (value) yang digunakan sebagai dasar membangun bisnis adalah bukan persoalan komersial semata, tetapi nilai humanisme dan kebersamaan dalam memberi dampak positif bagi bangsa adalah nilai yang selalu dipegang beliau. Kini di setiap anak usaha selalu terpampang core value sebagai dasar berkarya untuk negeri.

Hingga saat ini saya masih bergabung dalam legasi di sektor pendidikan yang di tinggalkan Pak Eka. Semasa hidupnya Pak Eka banyak berpartisipasi dalam membangun bangsa melalui pendidikan. Suatu kali beliau pernah berujar, bahwa pendidikan akan memperbaiki kehidupan bangsa. Banyak makna filosofis yang saya peroleh pada pengalaman saya ketika bergabung dalam legasi yang ditinggalkan pak Eka.

Salah satu motivasi mulia Pak Eka ketika membesarkan usaha adalah menyediakan lapangan kerja untuk banyak orang. “ Yang membuat saya bahagia adalah menyediakan lapangan kerja untuk banyak orang“ . Ucapan itu kini banyak menginspirasi banyak masyarakat dalam berkarya membangun negeri tercinta.

Legasi

Meskipun kini pak Eka telah berpulang, tapi dalam bidang bisnis legasinya nyata, yakni model family business yang dikembangkannya kini menjadi salah satu role model family business terbaik di Tanah air. Mengembangkan family business yang dapat mengispirasi tentu tidak semudah yang dibayangkan, seiring dengan naik turunnya perekonomian negeri tentu bepengaruh pada persoalan dalam bisnis. Namun, pak Eka selalu berpesan untuk tidak pernah lari dari masalah dan terbukti family business yang dibangun pak Eka hingga kini tetap steady mengawal perkembangan bangsa dan melayani masyarakat Indonesia.

Pak Eka juga merupakan contoh sejarah suksesnya estafet dari satu generasi ke generasi lainnya dalam membesarkan family business. Kini legasi yang ditinggalkan pak Eka telah menjelma saling bersinergi sebagai salah satu penopang kehidupan bangsa melalui penyediaan kebutuhan masyarakat. Semangat Pak Eka adalah tumbuh bersama masyarakat dan menolang bagi yang membutuhkan, sebagaimana yayasan Eka Tjipta secara rutin berpartisipasi dalam pemberian beasiswa bagi seluruh anak negeri.

Pak Eka juga menekankan pentinya modal sosial ketika membangun dan memesarkan usahanya, hal ini terbukti bahkan sejak jauh sebelum regulasi tentang corporate social responsibility (CSR) diundangkan pemerintah, seluruh business unit milik pak Eka telah menerapkan dan mengimplementasikan CSR dalam masing-masing business unit.

Konsep people, profit and planet sudah diimplementasikan pak Eka dalam membesarkan usahanya, jauh hari sebelum digagas dalam konvensi di Johanesberg, konvensi Stokholm dan konvensi di Rio De Jainero yang menekankan arti penting triple bottom line (people, profit and planet) dalam bisnis dan kini konsep tersebut sudah banyak diimplementasikan oleh kalangan usaha.

Berada dalam legasi yang ditinggalkan Pak Eka, para pemangku kepentingan tidak saja sakedar bekerja untuk mendapatkan keuntungan maupun mencari nafkah untuk keluarga, tetapi para pemangku kepentingan senatiasa terpacu untuk berkarya. Memahami makna ‘karya’ dalam legasi-legasi yang ditinggalkan pak Eka adalah sebuah perjalanan spiritual dimana akan membawa kita pada kinerja yang berpadu dengan core value dan semangat untuk berbagi dengan sesama untuk tujuan tumbuh dan berkembang bersama masyarakat dan bangsa.

Pak Eka bahkan berhasil memperluas konsep ‘family business’, bukan saja dimaknai sebagai usaha yang dijalankan oleh orang yang memiliki hubungan keluarga saja, tapi Pak Eka menjadi memperluas dengan seluruh pemangku kepentingan (karyawan, manajemen, masyarakat lokal maupun pemerintah dan piha-pihak lainnya) menjadi satu keluarga yang memiliki ikatan yang kuat dan semangat yang sama untuk berkarya membangun bangsa.

Philanthropy

Kedermawanan Pak Eka tidak perlu diragukan lagi. Konsep pak Eka tidak pernah hanya sekadar memberiikan, tapi pak Eka lebih memilih memberi kail. Mengapa memberi kail? “Agar masyarakat bisa berdaya dan jika mereka sudah berdaya maka masyarakat sudah berdaya maka masyarakat akan berkembang dan dengan kemakmuran yang merata negara akan maju,” ujar Pak Eka suatu ketika.

Pak Eka tidak lantas hanya fokus untuk mengembangkan usahanya yang semakin berkembang, dan setiap tahun pak Eka tidak pernah terlewat dari peringkat atas orang terkaya menurut versi Forbes. Dalam suatu wawancara dengan suatu majalah, Pak Eka menyatakan pentingnya philanthropy sebagai jembatan antara bisnis yang dikembangkan dan kemakmuran bangsa melalui pemerataan kesejahteraan masyarakat luas.

Philantropy yang selama ini telah dilaksanakan selain pada bidang kesehatan, pendidikan maupaun pada bidang bidang terkait community development. Satu hal yang terpenting pelajaran dari Pak Eka bahwa philanthropy itu tanpa pamrih dan tidak memandang sekat identitas apapun. Pak Eka memang milik seluruh bangsa, hal ini dibuktikan dari para pelayat yang menyambut rasa duka cita atas berpulangnya pak Eka, mulai dari Menteri, Capres, pejabat hingga para karyawan dan masyarakat tanpa memandang identitas apapun. Semua elemen bangsa kehilangan atas berpulangnya pak Eka.

Pak Eka secara ragawi memang telah berpulang, namun legasi-legasi dan semangat mulianya harus terus dirawat oleh seluruh komponen bangsa ini sebagai kenangan atas karya monumental beliau. Bangsa ini perlu kepeduliaan dan semangat berbagi sebagaimana semangat yang ditinggalkan pak Eka. Legasi-legasi Pak Eka harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai sarana berkarya untuk negeri. RIP Bapak Eka Tjipta Widjaja.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)