Pemimpin dan Tim Menghadapi Tantangan Pasca Covid-19 | SWA.co.id

Pemimpin dan Tim Menghadapi Tantangan Pasca Covid-19

Oleh: Shaun Harper, Direktur People-Centric (perusahaan konsultan pelatihan yang berkantor di Indonesia dan UEA), Email: [email protected]

Shaun Harper (Foto: Dok. Pribadi)

Fenomena ‘pengunduran diri massal’ dan tantangan sumber daya manusia yang terkait menjadi satu dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Para pemimpin, tim pemasaran, dan tim penjualan perlu menyesuaikan tempat kerja dan target bisnis mereka dari dampak Covid-19 yang tak berkesudahan dan terus menciptakan dampak mendalam bagi manajemen dan operasional perusahaan sehari-hari. Setiap orang menghadapi tantangan baru yang belum pernah terjadi dan dialami sebelumnya.

Ada dampak jangka panjang yang tidak diketahui terhadap keberhasilan perusahaan. Tidak hanya mampu memenuhi target dan mencapai pertumbuhan, tetapi juga dalam mempertahankan karyawan.

Tenaga kerja di semua level menghadapi tekanan yang meningkat. Perubahan baru pada pemikiran dan prosedur operasional sedang dikembangkan yang dapat berdampak buruk, tidak hanya pada kesehatan mental dan fisik, tetapi juga kelincahan & kinerja bisnis.

Jalan kembali ke pemulihan membutuhkan pemimpin dan tim yang tangguh secara mental, yang mampu melakukan pekerjaan berat yang sangat dibutuhkan untuk membangun kembali jalur bisnis, mengaktifkan kembali operasi, dan membangun bisnis dan kepercayaan karyawan.

Bisnis berbicara tentang bagaimana mereka perlu menanamkan ketahanan sebagai pola pikir untuk terus mencapai keberhasilan. Kenyataannya, mereka tidak membutuhkan ketahanan, mereka membutuhkan ketangguhan mental.

Ketangguhan adalah tentang mengalami tekanan dan mampu menahannya atau bangkit kembali darinya. Sedangkan ketangguhan mental adalah kemampuan untuk bangkit di atas keadaan saat ini dan mencapai kinerja yang luar biasa selama periode tekanan dan tuntutan baru ini demi perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Ketangguhan mental sebenarnya menyumbang hingga 25% variasi kinerja menurut penelitian yang dilakukan oleh Profesor Peter Clough, Kepala Departemen Psikologi di Universitas Huddersfield di Inggris.

Lingkungan kerja baru membutuhkan manajemen dan karyawan yang dapat memberikan hasil melebihi apa yang telah mereka capai sebelumnya. Tingkat ketangguhan mental akan sangat menentukan bentuk kepemimpinan dan budaya tempat kerja yang baru.

Membuat keputusan yang tepat dalam kondisi seperti itu akan sulit bagi banyak orang, dan mentalitas dari ketangguhan mental akan sangat penting untuk membangun kepercayaan diri, harapan, dan bimbingan yang didambakan dan dibutuhkan karyawan.

Menurut laporan McKinsey, kepemimpinan paling penting dan paling sulit untuk dilakukan dengan baik ketika orang menghadapi ancaman objektif, ketika cara kerja lama tidak lagi memungkinkan, dan ketika kebingungan dan kecemasan bertumpuk. Ini adalah fakta kehidupan perusahaan yang brutal dan tanpa henti bagi puluhan ribu pemimpin yang merasa bertanggung jawab atas miliaran orang sebagai akibat dari krisis COVID-19

Ada empat elemen kunci dalam membantu mencapai ketangguhan mental. Kekuatan pendorong pertama untuk mencapai keberhasilan adalah dengan membangun motivasi yang kuat. Kami tahu bahwa untuk mencapai kinerja tinggi, perasaan ‘Baik’ saja tidak lagi cukup. Kinerja tinggi membutuhkan tujuan yang menginspirasi, motivasi tanpa henti untuk menguasai keterampilan dan strategi dalam konteks tantangan saat ini, dan menanamkan komitmen untuk mengupayakan standar kinerja yang lebih tinggi. ‘Baik’ tidak cukup baik!

Ketika anda memikirkan tim anda, lihat bagaimana hubungan mereka dengan peningkatan kecemasan mempengaruhi tujuan mereka? Bagaimana tekanan penjualan mempengaruhi motivasi mereka untuk menguasai keahlian dan pendekatan strategis mereka?

Kekuatan pendorong kedua adalah seperangkat keyakinan yang sangat memberdayakan, yang mengangkat karyawan keluar dari kecemasan, mengisi mereka dengan kekuatan batin, memastikan mereka tidak kehilangan kepercayaan pada kemampuan mereka sendiri.

Bagaimana hubungan penjualan dan tenaga kerja anda mempengaruhi keyakinan dan kepercayaan diri mereka di tengah kecemasan ini? Apakah persepsi atau ukuran keberhasilan mereka berubah?”

Selama 18 bulan terakhir, bekerja dengan klien global kami, kami pasti telah melihat tim yang telah berjuang, tidak hanya menemukan tingkat komitmen dan motivasi yang diperlukan, tetapi juga kepercayaan diri dan keyakinan pada diri mereka sendiri bahwa mereka memiliki apa yang diperlukan.

Faktor ketiga adalah mengembangkan dorongan kuat yang berfungsi di sekitar kecerdasan emosional & adaptif. Orang yang berkinerja tinggi tahu cara membaca situasi. Mereka memahami proses kognitif pemikiran mereka sendiri, sama seperti mereka memahami kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, dan aspirasi pelanggan mereka.

Apa yang kami lihat dengan tim, dan khususnya tim penjualan sepanjang tahun 2020 dan 2021 adalah bahwa mereka merasa tertekan dari berbagai perubahan yang harus mereka hadapi. Namun, dalam mengembangkan ketangguhan mental mereka, tim dapat menggunakan kecerdasan emosional untuk mengatasi kompleksitas dan ambiguitas dan menginspirasi orang-orang di sekitar mereka, termasuk pelanggan mereka, untuk melihat hal positif dan peluang terlepas dari keadaan saat ini.

Kekuatan pendorong keempat adalah tingkat fokus elit. Saat jalan kembali melakukan bisnis terbuka, karyawan harus mampu menyesuaikan fokus mereka minggu demi minggu, dan terkadang hari demi hari di dunia bisnis yang ambigu yang terus berubah ini. Penting bagi mereka memiliki kompetensi untuk dengan cepat mengembangkan dan menyesuaikan serta menjalankan strategi dan kembali fokus meskipun banyak persimpangan yang sedang berlangsung di depan.

Kesimpulannya, para pemimpin perlu merenungkan tim mereka dan terus-menerus menyadari tingkat kecemasan saat ini, menentukan apakah tekanan di sekitar semua ketidakpastian dan perubahan institusional dapat mempengaruhi kualitas fokus mereka? Apakah mereka mampu fokus pada hal yang benar pada waktu yang tepat? Apakah mereka dalam keadaan manajemen kinerja yang lebih behati-hati atau mungkin lebih dalam keadaan bereaksi terhadap kecemasan? Bagaimana hal ini membentuk dan menentukan tingkat kinerja mereka di pasar mereka saat ini?

Biar saya perjelas, akan ada campuran emosi, kebingungan, dan kekacauan dalam tim dan klien, yang ditimbulkan oleh banyaknya perubahan tak terduga yang dipaksakan kepada mereka oleh ketidakpastian COVID-19 dan perubahan tempat kerja dan kondisi. Namun, saat kami memperbaiki luka tak terlihat itu, jelas ada peluang bagi bisnis membuat permainan cerdas untuk maju di pasar mereka.

Dengan kata dan contoh, pola pikir dan perilaku anda membentuk masa depan bisnis anda hari ini dan di masa depan.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)