Pengaruh Medsos dalam Tren Rekrutmen Saat Ini

Oleh: Pratidina Kartika PutriManajer Rekrutmen dan Seleksi Divisi Asesmen PPM Manajemen

Pratidina Kartika Putri

Seiring berkembangnya waktu, media sosial menjadi hal yang tak asing dan bahkan dimiliki hampir setiap orang di seluruh dunia. Harus disadari bahwa media sosial memiliki tren dan berkembang secara cepat.

Bicara tentang media sosial ini menarik, pemilik akun media sosial secara terbuka melengkapi data diri selengkap mungkin secara suka rela lalu “diserahkan” ke media sosial miliknya. Tidak hanya nama dan alamat email, namun juga latar belakang pendidikan, pekerjaan, hobi, hingga jalinan lingkungan pertemanan.

Disadari atau tidak, hal ini merupakan data-data yang sangat penting dan tentu menimbulkan dampak tersendiri. Hampir seluruh pengguna media sosial menjadikan media sosial miliknya sebagai ruang pribadi secara online. Mereka bebas membagikan konten, foto, dengan siapapun dan mereka bisa secara bebas juga menyampaikan apa yang hendak diperlihatkan pada “dunia”.

Media sosial menjadi salah satu bukti dari terjadinya revolusi dalam proses berkomunikasi. Melalui media sosial, kita bisa bertemu dengan siapapun, mengirim pesan kepada siapapun berbagi berbagai hal ke siapapun, di mana pun.

Tidak dipungkiri, perkembangan teknologi dan pengaruh media sosial merupakan suatu hal yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan saat ini, tak terkecuali dalam proses rekrutmen dalam beberapa tahun terakhir. Bukanlah sesuatu yang mengejutkan bahwa saat ini perusahaan menggunakan media sosial untuk menemukan kandidat/calon pekerja yang berbakat.  Bahkan saat ini ada pekerjaan yang dikhususkan untuk meneliti, merencanakan, hingga mengeksekusi media sosial yang disebut sebagai sosial media officer.

Dalam sebuah perusahaan ada istilah yang disebut Media Social Qualification. Di mana sebelum menerima karyawan, perusahaan melakukan penelusuran rekam jejak aktivitas keseharian calon pegawainya melalui media sosial.

Di tahun 2020, tren media sosial ini akan semakin berkembang, diawali dengan proses screening melalui platform seperti Linkedin, Jobstreet, Facebook dan lain-lain. Banyak perekrut yang meminta calon pekerjanya untuk menunjukkan media sosialnya guna menunjukkan informasi terkait minat dan latar belakang pekerja.

Sangat penting bagi Anda para pencari kerja untuk memiliki dan mengatur feed atau profil di media sosial, karena itu bijaklah saat membuat postingan di media sosial, apalagi saat Anda sedang mencari pekerjaan.

Sebagai makhluk sosial yang punya kebutuhan untuk menjalin relasi dengan orang lain, berbagi dengan orang lain, dan bersama-sama dengan orang lain, media sosial dapat digunakan sebagai personal branding.

Selanjutnya timbul pertanyaan, “Apakah media sosial bisa menjadi salah satu alat bantu untuk menjalankan proses rekrutmen ke depannya?”. Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Pada dasarnya, kebutuhan dalam proses rekrutmen adalah mengidentifikasi kecocokan kualifikasi kandidat dibandingkan dengan kualifikasi kebutuhan pada target jabatan tertentu.

Proses identifikasi kecocokan kualifikasi ini bisa dilakukan dengan ragam cara yang tentunya dengan tetap mempertimbangkan keandalannya. Di sini peran rekruter juga perlu dipersiapkan. Rekruter harus mampu menganalisis setiap data, pernyataan, keterangan, dan apa pun materi yang tercantum dalam media sosial seseorang. Namun, bila rekruter belum memenuhi kemampuan tersebut, maka data sebanyak apa pun yang diperlihatkan seseorang di media sosial tidak berarti apa-apa.

Di sisi lain, Informasi di media sosial juga sebaiknya tidak serta-merta diambil, karena tidak ada yang dapat memastikan setiap pengguna media sosial akan mengungkapkan dan menampilkan ”the real” dari dirinya. Tidak sedikit yang ‘menyamar’, ada juga yang asal bikin data, sehingga belum tentu datanya akurat. Maka penting untuk memastikan kebenaran/kevalidan data yang tersaji di media sosial.

Lebih jauh lagi, menghadapi tuntutan perkembangan jaman diharapkan rekruter tidak gagap teknologi. Terlebih media sosial yang terkait langsung dengan dunia HR, karena media ini bukan hanya menjadi habit tetapi sudah menjadi gaya hidup pegawai saat ini.

Idealnya sebagai bagian dari HR bisa memahami bahwa media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan saat ini. Sebagai bagian dari HR perlu memiliki keterlibatan yang proporsional dengan karyawan agar mempunyai wawasan dan pertimbangan yang cukup baik tentang pegawai tersebut.

Media sosial dalam konteks tertentu bisa menjadi salah satu jembatan bagi HR untuk mengetahui dan mendapatkan masukan tentang kondisi atau situasi karyawan maupun keadaan kantor. Jadi, tidak hanya lingkungan terdekat kita saja yang mencari tahu tentang informasi kita di media sosial. Bersiaplah, para rekruter perusahaan-perusahaan juga mencari tahu tentang profil diri kita.Yuk, mulai sekarang lebih bijak lagi dalam mengunggah konten di media sosial, siapa tahu ada yang tertarik dengan profil kita dan memperkerjakan kita di perusahaannya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)