Perbedaan OKR dan BSC dalam Membantu Melipatgandakan Kinerja Perusahaan

Oleh: Jimmy Sudirgo, Head of Indonesia Best Practices of Corporate University 2018, ICF Certified Coach dan C-IQ Leadership & Sales Training Coach Pertama di Indonesia. (http://www.jimmysudirgo.com/blog)

Setelah kita memahami apa itu OKR, dalam sharing kali ini, saya ingin berbagi pendapat tentang apa perbedaan OKR (Objectives & Key Results) dengan BSC (Balanced Scorecard). Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan peserta pelatihan atau workshop OKR yang saya adakan. Wajar sih, karena pertama kali saya mendengar OKR timbul pertanyaan serupa juga.

Tujuh tahun yang lalu saya menggeluti secara intensif dunia manajemen strategis, ketika itu mendapat kesempatan memimpin unit strategy & initiatives management office pada salah satu grup perusahaan nasional terkemuka di Indonesia. Selama kurang lebih lima tahunan saya bergelut dengan framework strategy management, yaitu BSC atau Balanced Scorecard. BSC dipopulerkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton sejak tahun 1992. Saya belajar teori tentang BSC sendiri saat mengambil MBA sekitar tahun 2000. Kala itu, BSC belum begitu populer di Indonesia.

Nah, saat saya menangani strategy & initiatives Management office itulah, saya mengalami sendiri bagaimana implementasi secara praktis di dunia korporasi di Indonesia. Kesimpulan saya cuma satu, BSC ini memang sistem manajemen yang dahsyat, sistematis dan komprehensif yang akan membawa kesuksesan bagi perusahaan yang Anda pimpin. Tidak heran dalam salah satu hasil survey yang pernah saya baca, Balanced Scorecard menempati urutan paling atas dalam sistem manajemen yang paling banyak digunakan oleh korporasi di dunia.

Jadi pertanyaan pertama yang muncul di benak saya waktu mendengar OKR, sama dengan pertanyaan peserta training OKR di atas. “Apa bedanya sih OKR dan BSC?”

Secara singkat, sebenarnya OKR dan BSC sama-sama mempunyai tujuan membantu suatu organisasi mencapai sasaran atau goal yang diinginkannya. Kita bisa melihat itu dalam sejarah OKR. Hanya pendekatannya saja yang beda. Ibaratnya, banyak jalan menuju rumah. Anda bisa menggunakan jalan ke kiri atau ke kanan, yang penting sampai tujuan yakni rumah Anda, masuk akal kan? Apakah hanya itu saja, tentu saja tidak.

Berikut pendapat saya apa perbedaan OKR dan BSC.

Pertama, OKR dan BSC berbeda dalam memandang horison waktu. Ketika kita mendesain sistem Balanced Scorecard di sebuah organisasi, horison kita memandang minimal setahun ke depan bahkan seringkali hingga beberapa tahun mendatang. Sedangkan OKR umumnya kita fokus prioritas kerja hingga tiga bulan (1 kuartal) ke depan.

Pada waktu saya mengembangkan BSC di perusahaan, kita menurunkan dari visi dan misi, kemudian menjadi tujuan jangka panjang yang ingin kita capai secara kuantitatif, dan diturunkan lagi menjadi tujuan jangka pendek (biasanya setahun). Dari sana, dijabarkan dalam empat perspektif Balanced Scorecard. Tujuan tahunan ini yang kemudian menjadi target KPI (key performance indicator) perusahaan. Kemudian diturunkan menjadi KPI divisi dan departemen di bawahnya, hingga level individual.

Adapun OKR melihat apa tujuan atau sasaran yang ingin dicapai perusahaan itu dalam 90 hari (tiga bulan) ke depan. Kita menentukan tujuannya apa (objectives) kemudian menentukan bagaimana cara mengukurnya apabila kita mencapai tujuan tadi. Dalam OKR disebut key results, yakni apa ukurannya (metrics) dari objective tadi.

Yang saya pahami, OKR menjadi sangat populer terutama di startup karena fokusnya yang jangka pendek. Jangka waktu  tiga bulan itu cocok dengan perubahan lingkungan yang sangat dinamis dan cepat seperti saat ini. Orang bilang jaman VUCA (volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity). OKR ini membantu perusahaan menjadi lebih agile atau lincah menghadapi perubahan yang terjadi di sekelilingnya.

Perbedaan kedua antara OKR dan BSC adalah dalam hal sifat komprehensifnya. Komprehensif artinya memandang segala sesuatu dengan luas dan lengkap, meliputi seluruh aspek atau ruang lingkup yang luas.

Balanced ScoreCard

Sistem Balanced Scorecard memandang dari empat perspektif secara lengkap, yaitu: aspek finance, customer, internal process dan learning & growth. Seluruh ruang lingkup dan fungsi di sebuah organisasi termasuk semua disini. Jadi BSC memberikan sudut pandang yang lebih menyeluruh. Bahkan horison masa lalu, masa kini dan masa akan datang. Masa lalu, misalnya, kinerja keuangan dan kepuasan pelanggan. Disebut masa lalu karena kinerja disini sudah terjadi dan tidak bisa diubah. Masa kini, misalnya day to day operation dalam proses kerja apakah efisien dan efektif. Dan masa depan, misalnya, perspektif learning & growth untuk menyiapkan sumber daya manusia, budaya dan teknologi untuk antisipasi kebutuhan jangka panjang organisasi tersebut. Kata kuncinya disini adalah komprehensif dan sistematis. Dengan kata lain, bila di perusahaan Anda ingin memiliki kerangka sistem manajemen yang menyeluruh dan sistematis patut mempertimbangkan untuk menerapkan BSC.

Di sisi lain, perpektif OKR hanya melihat pada area apa yang menjadi prioritas kuartal ini. OKR memfokuskan diri pada sasaran yang ingin dicapai dalam jangka pendek tersebut. Apa saja inisiatif-inisiatif yang diperlukan supaya tujuan ini tercapai. Untuk situasi perubahan yang sangat dinamis, horison OKR ini sangat membantu perusahaan untuk bergerak cepat. Yang perlu digaris bawahi disini, ketika Anda menggunakan OKR jangan lupakan gambaran besarnya yaitu tujuan semula organisasi Anda berdiri itu untuk memberikan nilai tambah apa bagi orang lain. Dan dengan tetap mengingat bahwa di sebuah perusahaan itu ada aspek-aspek lain yang perlu diurus juga, seperti kinerja keuangan, kepuasan pelanggan, internal proses yang efisien serta pengembangan sumber daya manusia dan berbagai fungsi-fungsi lain yang menunjang kelancaran bisnis Anda.

Menurut saya, kedua hal di atas adalah poin utama perbedaan antara OKR dan BSC. Peserta pelatihan saya tadi terus bertanya kembali,”Pak, kalau begitu kita gabungkan saja, kan beda di horison dan perspektif saja.” Jawaban saya setuju sekali! Tidak perlu kita mempertentangkan antara OKR dan BSC. Prinsip saya mari kita ambil apa kelebihan masing-masing sistem, kemudian kita kombinasikan menjadi sistem yang lebih baik. Ini namanya open mind atau growth mindset. Jadi mungkin ke depan saya namakan saja program “BSC-OKR” atau “Agile BSC”. Biar rukun bersatu ya, hehe.

Demikian sharing saya, semoga bermanfaat buat kita semua. Salam hangat dan tetap semangat!

Tags:

#John Doerr #Measure What Matters Objective & Key Result (OKR)

#Jimmy Sudirgo #OKR #ApaituOKR

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)