Potensi Peluang Bisnis Berbasis Teknologi Telemedicine di Afrika Timur

Zefanya Norman Todoan, Economic Cooperation Officer Kedutaan Besar RI di Tanzania

Zefanya Norman Todoan

Berbicara mengenai bisnis tidak akan pernah ada habisnya. Bisnis akan selalu hadir dengan berbagai macam inovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Di Indonesia bisnis berbasis teknologi dan online sudah cukup menjamur. Kini para pengguna ponsel dan internet, dapat dengan mudahnya melakukan transaksi jual beli produk dan jasa, dimana pun dan kapan pun. Berbagai macam perusahaan penyedia jasa transportasi, seperti gojek dan telemedicine seperti halo dokter sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Karena penyedia jasa tersebut dianggap dapat memenuhi keinginan para konsumen secara efektif dan efisien. Negara – negara dari berbagai belahan dunia pun, sudah sangat lazim dengan bisnis berbasis teknologi ini. Namun berbeda dengan negara – negara di benua Afrika. Salah satunya adalah negara di Afrika Timur seperti Tanzania dan Rwanda.

Saat ini saya bekerja dan berdomisili di Tanzania dan pernah beberapa kali mengunjungi Rwanda. Beberapa hari yang lalu saya dan rekan kerja mendapatkan tugas untuk mencari data dan informasi terkait bisnis berbasis teknologi di Tanzania dan Rwanda, khususnya dalam bidang kesehatan yaitu telemedicine. Tujuannya adalah untuk melihat peluang bisnis telemedicine di kedua negara yang berbasis di Afrika Timur tersebut, serta guna memperlebar penetrasi pasar Indonesia yang akan  masuk ke Afrika Timur, agar kerja sama antar dua negara ini tercipta. Interaksi konsumen Tanzania dan Indonesia dengan produk kedua negara pun semakin terjalin.

Mungkin belum banyak dari kita yang mengetahui kondisi pasar di Tanzania dan Rwanda. Sebelum masuk kedalam poin utamanya saya akan menjelaskan sedikit gambaran tentang  Tanzania dan Rwanda. Kedua negara ini merupakan negara yang bisa dibilang sebagai permata Afrika, karena kecantikan alamnya dan  keeksotisan budayanya. Tanzania dan Rwanda merupakan negara yang terletak di Afrika Timur. Berbatasan dengan beberapa negara lain yaitu Kenya, Uganda, Burundi, Democratic Republic of Congo, Zambia, Malawi, dan Mozambique dll. Keduanya memiliki daya tarik wisata alam, seperti National Park yang besar dengan variasi hewan yang iconic. Selain itu kedua negara ini juga memiliki sumber daya alam yang kaya. Rwanda memiliki gold, cassiterite (tin ore), wolframite (tungsten ore), methane, hydropower, arable land sedangkan Tanzania mempunyai hydropower, tin, phosphates, iron ore, coal, diamonds, gemstones, gold, natural gas, nickel. Namun, untuk ukuran Tanzania memiliki luas wilayah yang lebih besar daripada Rwanda dan perairan disekelilingnya, sedangkan Rwanda adalah negara landlock yang tidak memiliki pantai disekitarnya. Kondisi alam Tanzania dan Rwanda masih sangat terjaga. Anda masih bisa menemukan lahan hijau yang terbentang luas dan udara yang terasa segar, karena minimnya polusi udara.  

Mari kita beralih pada potensi peluang bisnis telemedicine di Tanzania dan Rwanda. Melihat peluang bisnis berbasis teknologi di kedua negara tersebut bisa dilihat dari beberapa faktor diantaranya, sudah tersedianya National Health Coverage System, fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang berkualitas, kondisi kesehatan masyarakat, jumlah senior citizen, jumlah pengguna ponsel pintar, internet dan sosial media, serta online service provider yang sudah ada di kedua negara tersebut, tidak ketinggalan cooperation scheme yang berlaku di tiap negara. Dari beberapa faktor tersebut maka dapat diambil kesimpulan tentang investment opportunity dalam bidang telemedicine baik di Tanzania maupun Rwanda. Apakah negara ini merupakan potensi yang baik untuk bisnis telemedicine? Demikian uraian informasi terkait kemajuan bidang kesehatan di Tanzania dan Rwanda.

1. National Health Coverage System dan Fasilitas Kesehatan Tanzania dan Rwanda

Tanzania dan Rwanda sudah memberlakukan sistem asuransi untuk penduduknya, National Health Coverage system seperti BPJS di Indonesia. Di Tanzania dikenal dengan National Hospital Insurance Fund (NHIF) sedangkan Di Rwanda disebut dengan Community Based Health Insurance (CBHI) Mutuelles de Santé. Tanzania dan Rwanda juga memiliki fasilitas kesehatan, apotek, tenaga medis (dokter, perawat, bidan, fisioterapis) yang memadai untuk seluruh populasi. Menurut Report of the 19th Joint Annual Health Sector Technical Review Meeting 2018, Tanzania mengatakan bahwa sertifikasi fasilitas kesehatan yang sepenuhnya terdaftar oleh Ministry of Health, Community Development, Gender, Elderly and Children. Saat ini, lebih dari 7.900 fasilitas kesehatan dengan berbagai tingkat akreditasi dengan kategori

  • National Referral,
  • Zonal Referral,
  • Regional Referral,
  • District Hospitals,
  • Diagnostic Centers
  • Specialized Clinics,
  • Health Centers,
  • Dispensaries,
  • Pharmacies, and
  • Accredited Drugs Dispensing Outlets.

Di Rwanda berdasarkan jurnal Ministry of Health Republic of Rwanda –Private Health Facilities in Rwanda Health Services Packages – January 2017 Kementerian Kesehatan Rwanda telah mengidentifikasi akreditasi layanan kesehatan sebagai cara untuk menjaga kualitas dan keamanan layanan kesehatannya. Beberapa fasilitas terdiri dari rawat inap dan layanan khusus seperti kebidanan dan ginekologi, pediatri, oftalmologi, gigi, fisioterapi, kesehatan mental, dan laboratorium. Sebagian besar layanan berada di Kigali.

Hal ini menunjukan bahwa Tanzania dan Rwanda tergolong serius dalam memperhatikan tingkat kesehatan warganya, dengan adanya asuransi, fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang berkualitas dan tersertifikasi.  Oleh karena itu, layanan kesehatan online, telemedicine dapat bersinergi dengan elemen kesehatan yang sudah tersedia di Tanzania dan Rwanda.

2. Kondisi Kesehatan Masyarakat di Tanzania dan Rwanda

Ingin melihat peluang bisnis telemedicine di Tanzania dan Rwanda, maka kita juga harus memahami kondisi kedua negara ini, dalam hal kondisi kesehatan warganya. Data Annex 5 Tanzania, menyatakan bahwa jenis penyakit yang dihadapi oleh masyarakat di Tanzania adalah penyakit tropis seperti, Malaria, diare, kedua penyakit ini telah lama menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat di Tanzania. Penyebab utama kematian di Tanzania meliputi: HIV 17%, infeksi saluran pernapasan bawah 11%, malaria 7%, penyakit diare 6%, TBC 5%, kanker 5%, penyakit jantung iskemik 3%, stroke 3%, STD 3% dan sepsis 2%.

Sedangkan Di Rwanda Menurut Borgen Project, Rwanda dengan populasi lebih dari 11 juta menghadapi beragam permasalahan kesehatan dengan penyebab kematian utamanya adalah infeksi saluran pernapasan bawah, HIV, penyakit diare, cacat lahir bawaan, kanker, komplikasi kelahiran prematur, ensefalopati, sepsis neonatal, kekurangan energi protein dan, kecelakaan.

Melihat besarnya masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat Tanzania dan Rwanda, hadirnya layanan kesehatan online, telemedicine dapat menjadi  jawaban bagi masyarakat kedua negara.

3. Jumlah Warga Usia Lanjut di Tanzania dan Rwanda

Menilik hal terkait populasi warga usia lanjut di kedua negara, dapat membuka tabir pengetahuan akan kesempatan untuk melakukan bisnis telemedicine di Tanzania dan Rwanda, karena dengan begitu kita dapat membidik target market yang disasar sudah sesuai. Menurut data Tanzania NBS 2018, bahwa Tanzania memiliki 1,9 juta senior citizen dengan rasio perbandingannya adalah 2,8% dari total populasi 55.451.343. Di Rwanda berdasarkan data dari Indeks Mundi Demografis Rwanda 2018, memaparkan bahwa ada sebanyak 1,5% senior citizen di negara ini dari total populasi 12.187.400.

Pada dasarnya jasa layanan yang berbasis teknologi dengan sistem online, sangat diminati oleh masyarakat muda, populasi produktif. Masyarakat mudah menyukai inovasi baru dan kecepatan dalam mengakses sesuatu. Oleh karena itu telemedicine dapat dengan mudah memasuki pasar Tanzania dan Rwanda melihat perbandingan jumlah populasi produktif dan usia lanjut yang cukup jauh.

4. Jumlah Pengguna Ponsel Pintar Internet dan Sosial media di Tanzania dan Rwanda

Layanan internet 3G dan 4G sudah tersedia di Tanzania dan Rwanda. Di Tanzania Ada 44,13 juta koneksi seluler pada Januari 2020. Jumlah koneksi seluler di Tanzania meningkat 709 ribu (+ 1,6%) antara Januari 2019 dan Januari 2020. Jumlah koneksi seluler di Tanzania pada Januari 2020 setara dengan 75% dari total populasi. Sedangkan di Rwanda, terdapat 9,37 juta koneksi seluler pada Januari 2020. Jumlah koneksi seluler di Rwanda pada Januari 2020 setara dengan 73% dari total populasi. 

Pengguna internet di Tanzania sebesar 14,72 juta pada Januari 2020. Jumlah pengguna internet di Tanzania meningkat sebesar 428 ribu (+ 3,0%) antara 2019 dan 2020. Penetrasi internet di Tanzania mencapai 25% pada Januari 2020. Di Rwanda terdapat sebanyak 3,31 juta untuk pengguna internetnya pada Januari 2020. Jumlah pengguna internet di Rwanda meningkat 267 ribu (+8,8%) antara 2019 dan 2020. Penetrasi internet di Rwanda mencapai 26% pada Januari 2020. 

Pengguna Media Sosial di Tanzania sebanyak 4,50 juta pada Januari 2020. Jumlah pengguna media sosial di Tanzania meningkat 514 ribu (+ 13%) antara April 2019 dan Januari 2020. Penetrasi media sosial di Tanzania meningkat sebesar 7,6% pada Januari 2020. Pengguna Media Sosial di Rwanda sebanyak 1,2 juta pengguna pada Januari 2019. Ada 610,0 ribu pengguna media sosial di Rwanda pada Januari 2020. Jumlah pengguna media sosial di Rwanda meningkat sebesar 103 ribu (+ 20%) antara April 2019 dan Januari 2020. Penetrasi media sosial di Rwanda mencapai 4,8% pada Januari 2020.

Meningkatnya pengguna ponsel pintar, pengguna internet dan sosial media tiap tahunnya memperlihatkan bahwa tren bisnis layanan berbasis teknologi seperti telemedicine dapat dijajaki di Tanzania dan Rwanda. Masyarakat yang semakin sering terpapar dengan teknologi pada akhirnya akan memiliki kebiasaan baru. Mereka lebih memilih mengakses segala sesuatunya secara efisien dengan menggunakan teknologi, seperti menggunakan aplikasi di ponsel pintarnya. Oleh karena itu, pelayanan telemedicine dapat menjadi  jawaban bagi para pengguna teknologi ini.

5. Online Service Provider di Tanzania dan Rwanda

Tanzania memiliki penyedia layanan online besar atau startup yang beroperasi diantaranya:

1. Uber (Penyedia layanan taksi online)

2. Piki (Belanja dan pengiriman online)

3. Jiji.co.tz (E-commerce / belanja online)

4. Zoom Tanzania (E-commerce / belanja online)

5. KIKUU (E-commerce / belanja online)

6. MobiDhobi (Layanan dry-cleaner online)

(Datareportal Tanzania 2020)

Rwanda memiliki penyedia layanan online besar atau startup yang beroperasi diantaranya:

1. https://www.jumia.rw/ (toko, makanan, perjalanan, real estat dan lain-lain)

2. http://www.gurisha.com/ (iklan)

3. http://www.beautyofrwanda.com/products/ (kerajinan tangan)

4. http://grocewheels.com/ (grosir)

http://www.carisoko.com/ (kendaraan)

(Export.gov - E-commerce Rwanda)

1. Wisata Augustine (operator tur)

2. Yubeyi.com (situs belanja online)

3. Carisoko (jual beli mobil, motor, dan truk)

4. Isokonow (platform untuk berinteraksi dengan pembeli dan penjual. Pengguna dapat membeli, menjual rumah, produk ponsel, komputer)

5. Mobayilo (teknologi nirkabel)

(Startuprangking.com Rwanda)

Berdasarkan informasi diatas, menunjukkan bahwa masyarakat Tanzania dan Rwanda mulai terbiasa dengan aplikasi online. Namun layanan online yang terdapat di Tanzania dan Rwanda masih terbatas pada layanan jual beli produk keseharian, dawai, kerajinan tangan mobil, motor dll. Oleh karena itu dengan hadirnya layanan kesehatan online, telemedicine dapat menjadi inovasi baru bagi masyarakat di Tanzania dan Rwanda.

6. Cooperation Scheme Atau Skema Kerja Sama Yang Berlaku di Tanzania dan Rwanda

Di Tanzania, tidak ada skema khusus untuk kerja sama terkait dengan layanan kesehatan online di Tanzania. Namun, Tanzania Revenue Authority (TRA) merupakan Lembaga yang mengatur kerjasama dan pendirian bisnis di Tanzania.Sebaliknya di Rwanda, terdapat skema khusus untuk kerja sama terkait dengan pendirian bisnis online. Hal ini diatur oleh Lembaga bernama Rwanda Development Board. Di dalam website Rwanda Development Board anda dapat dengan mudah mencari informasi terkait pendirian bisnis online di Rwanda. Seperti disebutkan diatas bahwa Tanzania tidak memiliki skema khusus kerja sama terkait layanan kesehatan online. Namun di Rwanda terdapat skema khusus terkait pendirian bisnis online. Akan tetapi, skema kerja sama kedua negara masing – masing  diatur oleh Lembaga di negara yang bersangkutan. Hal ini memperlihatkan bahwa pihak pemerintah Tanzania dan Rwanda mendukung hadirnya kerja sama dengan negara lain terkait pendirian bisnis online.

7. Peluang Investasi Berbasis Teknologi Telemedicine di Tanzania dan Rwanda

Melihat dari berbagai aspek diatas maka dapat disimpulkan bahwa Tanzania dan Rwanda adalah negara yang dapat dijajaki untuk peluang bisnis investasi berbasis teknologi, telemedicine. Tanzania dan Rwanda memiliki fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang tersertifikasi dan berkualitas. Selain itu kedua negara ini juga sudah memberlakukan National Health Coverage System untuk masyarakatnya. Hal ini tentunya dapat bersinergi dan menjadi pelengkap terbentuknya bisnis layanan kesehatan online, telemedicine.

Selain itu, syarat target market yang dimiliki Tanzania dan Rwanda juga terpenuhi, karena

Dalam 5 - 10 tahun Tanzania akan memiliki dividen Demografis, generasi muda yang produktif.

a. 0-14 tahun: 43,4% (pria 12.159.482 / perempuan 11.908.654)

b. 15-24 tahun: 20,03% (pria 5.561.922 / wanita 5.543.788)

Generasi milenial, generasi produktif yang memiliki minat yang besar terhadap inovasi dan teknologi. Mereka mendukung kemajuan teknologi guna mengembangkan keterampilan mereka, membangun kepercayaan diri dan mengeksplorasi peluang dalam digitalisasi ruang kerja. Selain itu pengguna ponsel pintar, internet dan sosial media yang terus bertumbuh dapat menjadi lahan baik bagi berdirinya bisnis telemedicine ini. Melihat masih terbatasnya startup dan variasi layanan online di Tanzania dan Rwanda sebagian besar masih belum dimanfaatkan, menjadikan peluang besar untuk dihadirkannya layanan baru yaitu telemedicine.

Selain itu, skema kerja sama kedua negara masing – masing negara yang diatur oleh Lembaga memperlihatkan bahwa pihak pemerintah Tanzania dan Rwanda mendukung hadirnya kerja sama dengan negara lain terkait pendirian bisnis online. Rwanda menawarkan visa wirausaha, dan proses registrasi cepat untuk bisnis.  Hal ini menjadikan Tanzania dan Rwanda adalah negara yang patut untuk dijajaki untuk bisnis berbasis teknologi dalam bidang kesehatan, telemedicine.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)