Simplicity Of Branding

Oleh : Dianta Hasri ST.,MM, CEO Dh Consulting dan dosen di Universitas Katolik Parahyangan.

Dianta Hasri

Simplisitas adalah sebuah kebutuhan manusia pada umumnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita telah dijejali dengan begitu banyak informasi yang mudah ataupun sulit untuk dicerna, sehingga secara sadar ataupun tidak kita tidak berusaha untuk lebih mendalami sebuah pesan secara sungguh-sungguh.

Begitu juga bila dikaitkan dengan konsumen, mereka akan lebih fit in dengan suatu komunikasi yang simple, tidak menimbulkan disparitas pengertian. Karena mereka tidak mempunyai waktu lebih untuk dihabiskan sekadar mengerti konten yang hendak kita sampaikan kepada mereka.

Salah satu penelitian paling terkenal yang hingga kini digunakan dalam ilmu marketing adalah artikel psikologi tahun 1956 yang ditulis oleh George Miller dari Princeton. Dia menemukan bahwa seseorang hanya mampu mengingat maksimal sebanyak 7 buah hal (+/- 2) pada saat hendak mengambil sebuah keputusan. Sebagai contoh, coba anda lakukan riset kecil kepada beberapa orang secara random, dengan meminta mereka menyebutkan brand-brand yang mereka ingat untuk kategori produk yang anda jalankan. Kebanyakan orang hanya akan mampu mengingat 5-9 brand pada saat bersamaan.

Intinya adalah apa yang harus anda lakukan agar brand anda dapat masuk ke dalam top nine of their memory. Semakin banyak opsi yang mereka dapatkan maka akan semakin sulit bagi mereka untuk membuat sebuah keputusan, jadi secara natural otak bekerja dengan mengingat brand-brand yang paling sering dibaca, dilihat, didengar dan terutama adalah brand yang paling connect dengan konsumen.

Points of Simplicity of Branding

Jadi karena begitu banyak informasi yang diterima oleh konsumen, maka sebuah brand harus memiliki sebuah pesan, story ataupun konten yang memorable bagi konsumen. Berikut adalah beberapa tips yang dapat digunakan.

  1. Use powerful words

Kebanyakan konten informasi yang diberikan oleh sebuah brand cenderung bertele-tele. Ingat konsumen tidak punya banyak waktu untuk melihat iklan anda, gunakan kata-kata utama yang mencerminkan konten ataupun maksud anda secara powerfulldan provokatif. Bila anda khawatir konsumen tidak mendapatkan informasi lengkap mengenai brand anda, sertakan link web site anda. (konsumen pada saat ini sudah sangat pintar dan conneting to each othe

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)