Ade U. Savitri, 20 Tahun Berkarier di Dunia Marketing

Mengawali karier di dunia marketing membuat Ade Umiyana Savitri semakin ketagihan dan mencintai pekerjaannya. Setamat S1 Teknik Industri dari Universitas Trisakti, Jakarta, dia mulai bekerja di Unilever Indonesia.  Tak dinyana, seiring berjalannya waktu, dia sudah 10 tahun mencurahkan waktu dan tenaganya di perusahaan raksasa consumer goods asal Belanda tersebut.

bebelac

“Saya merasa kalau waktu itu bekerja di bagian industrial kurang cocok. Jadi,  saya pikir kenapa tidak masuk Unilever saja, apalagi Unilever adalah salah satu perusahaan besar di Indonesia,” cerita Ade.

Diakui Ade, menekuni pekerjaan yang berbeda dengan backgound pendidikan yang tidak sejalan memang tidak mudah.

“Tantangan awal yang saya temui adalah apa yang saya pelajari dan realitanya ternyata banyak perbedaan. Yang saya pelajari ketika kuliah adalah bagaimana berpikir selogis mungkin, karena engineering harus berdasarkan proses dan struktural untuk decision making. Namun, di dunia marketing ini sangat penting untuk memahami konsumen,” katanya menjelaskan.

Selama 10 tahun bekerja  di Unilever, ibu dengan 2 orang anak ini rupanya ingin merasakana bagaimana rasanya bekerja di tempat lain. Lalu, dia  pindah ke Kraft Food. Alasannya, sederhana karena ia mengaku sangat menyukai produk-produk dari perusahaan tersebut. “Sudah 6 tahun ini saya bergabung di Kraft karena saya suka sekali dengan produk Kraft dan kebetulan juga hobi memasak,” kenangnya.

Perjalanan karier Ade tidak berhenti di dua perusahaan itu. Selanjutnya, dia ingin menjajal tantangan karier di PT Nutricia Indonesia Sejahtera sebagai Manajer Pemasaran Bebelac sejak tahun 2012. “Sebagai seorag perilaku pemasar kita juga harus percaya sekali dengan produk yang dikelola. Oleh karena itu, saya pun tidak akan bekerja kalau perusahaan tersebut tidak bisa saya percaya 100% baik dari mutu dan kualitasnya,”dia menegaskan.

Hampir 20 tahun berkarya di dunia marketing tentunya membuat Ade semakin lihai dalam bidang ini. Strategi marketing yang ia lakukan misalnya, mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi. “Kami melihat dan fokus dulu siapa yang akan menjadi target konsumen. Setelah itu, juga harus bisa memahami aspirasi yang diinginkan konsumen,” jelasnya.

Dari analisa mengenai beberapa hal di atas, Ade membuat konsep misalnya dengan membuat suatu kampanye. Seperti yang baru-baru ini diadakan adalah Kampanye Grow Them Great mencari Bebehero 2016. Kampanye ini mengajak para ibu untuk saling berbagi inspirasi bahwa setiap anak memiliki kemampuan untuk menjadi anak hebat.

Kampanye yang diadakan menjadi strategi juga untuk menghadapi kompetitor. “Membuat kampanye yang baik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen sangat penting. Kami juga harus melakukan engagement dengan konsumen. Caranya tidak hanya melalui aktivitas langsung tapi juga melalui dunia digital. Baik dalam social media seperti live chat maupun melalui website,” ungkapnya. Kampanye ini menunjukkan antusiasme konsumen yang sangat baik terhadap Bebelac. Dari tahun sebelumnya, pertumbuhan penjualan Bebelac hingga April 2016 Alhamdulillah bagus dan terus meningkat,” ucap Ade menutup pembicaraan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)