Aditya M, 5 Kali Hadapi Pre Opening Hotel Baru

unnamed

Pengalaman tentu membuat seseorang ingin selalu berupaya menjadi yang lebih baik. Tak canggung-canggung mereka mendobrak pintu menuju jalan kesuksesan. Begitu pula yang sedang dirasakan oleh Aditya M. Manager Fave Hotel Jababeka itu memulai perjalanan karier menjadi waiters hingga kini ia menjabat sebagai manager.

Bagaimana kiprahnya di dunia perhotelan? Berikut wawancara tim SWA Online bersama dengan Aditya M.

Bagaimana kiprah karier Anda di Fave Hotel?

Saya memulai pendidikan perhotelan dari Enhai ( Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung ). Awal karier saya menjabat sebagai waiter di Ritz Carlton Singapore di tahun 1999 dan Golden Tulip Beekbergen Nehterland di tahun 2001. Kemudian hijrah ke Indonesia berawal dari Banyantree Bintan sebagai Restaurant Supervisor hingga Chief Butler.

Setelah itu, saya ke Bandung dan bekerja di beberapa hotel terkemuka, merintis karier dan pindah di salah satu hotel Accor yaitu Mercure Pontianak. Setelah itu saya pindah lagi ke Bandung ( Aston Tropicana ) dan Jakarta ( Neo Tendean ) hingga akhirnya sekarang saya di Fave Jababeka.

Inovasi apa yang telah Anda perbaharui di Fave Hotel?

Hotel Fave Jababeka baru berdiri 2 minggu, sehingga jujur saya katakan saya belum mulai dengan inovasi, tetapi sudah ada beberapa rencana di kepala saya untuk melakukan terobosan - terobosan yang masih saya rahasiakan ( kita lihat saja nanti ).

Namun menurut saya tantangan yang saya hadapi di setiap pre opening hotel adalah bagaimana kita berhadapan dan melakukan negosiasi dengan kontraktor, owner dan bahkan beberapa vendor dan suplier di dalam menyelesaikan bangunan, yang mana sebenarnya saya tidak memiliki pengetahuan di bidang bangunan, akan tetapi hal ini memaksa saya untuk harus tahu dan bahkan terjun ke dalamnya. Untuk informasi, ini pengalaman pre opening hotel ke- 5 saya, sehingga saya sudah banyak makan asam garam di dalam membuka hotel.

Apa saja tantangan terberat Anda selama bekerja di Fave Hotel?

Tantangan terberat saya yaitu tadi, bagaimana kita berhadapan dengan bangunan yang belum seutuhnya jadi, namun di sisi lain saya dituntut untuk mendapatkan bisnis sebanyak-banyaknya. Intinya bagaimana saya harus meyakinkan customer dengan kondisi hotel yang belum sempurna

Bagaimana Anda mengatasinya?

Cara mengatasinya sangat sederhana yaitu dengan mempertahankan hubungan baik dengan semua pihak, melakukan meeting harian dengan semua department head saya, kontraktor, dan tentunya melakukan inspeksi secara personal ke semua area di hotel dengan demikian saya lebih mengetahui secara detail inti permasalahan yang terjadi di hotel saya.

Bagaimana Anda menghadapi persaingan bisnis?

Tentunya dengan cara melakukan analisa. Artinya kita harus mempelajari tingkat hunian hotel hotel pesaing, produk mereka, bahkan sampai tamu tamu mereka sekalipun. Setelah itu baru kita melangkah lebih lanjut kepada strategi pemasaran yaitu dengan melakukan terobosan terobosan tadi, membuat paket paket menarik dengan design design yang menarik, dan yang pasti memberikan harga yang bersaing, karena saya yakin faktor harga menarik sangat penting, apalagi fave itu sendiri adalah salah satu dari konsep budget hotel, artinya secara range harga kita termasuk harga yang ekonomis, sehingga potensi kami untuk melakukan terobosan dari sisi harga sangat dominan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)