Adrian Lesmono, Belajar Kunci untuk Beradaptasi

Adrian Lesmono, Consumer Segment Manager Lenovo Indonesia, membawa Lenovo mengalami peningkatan size bisnis  hampir dua kali lipat. Pria berusia 35 tahun ini, sempat berkecimpung di dunia consumer goods selama 6 tahun hingga akhirnya memutuskan memutar haluan ke dunia electronik IT.

Belajar menjadi kunci sukses Adrian agar mampu beradaptasi dengan cepat saat berpindah bidang. Berikut paparan lengkap lulusan IT di Amerika Serikat  ini kepada reporter SWAonline, Destiwati Sitanggang.

Adrian Lesmono
Sejak kapan bergabung dengann Lenovo?

Saya bergabung dengan Lenovo Januari 2013, kurang lebih selama 2 tahun. Saya langsung masuk dengan posisi sebagai Consumer Segment Manager Indonesia.

Apa tanggung jawab Anda?

Saya bertanggung jawab untuk semua consumer bisnis di Indonesia, termasuk PC, notebook, sama tablet.

Sebelum di Lenovo, pernah bekerja di mana saja?

Saya dulu pernah bekerja di HP, Microsoft, dan terakhir saya di Lenovo. Sebelum masuk dunia IT, saya pernah bekerja selama 6 tahun di consumer goods, di salah satu perusahaan tembakau. Total pengalaman kerja saya selama 13 tahun, 6 tahun di consumer goods dan 7 tahun di bidang IT.

Mengapa memutuskan pindah dari consumer goods ke bidang IT?

Karena menurut saya IT ini cukup menarik. Dimana dunia consumer goods ini saya rasa sudah cukup matang, jadi marketnya sudah flat. Di sisi lain, dunia electronic IT itu masih berkembang dan bisa tumbuh cepat sekali, belum sematang consumer goods. Jadi, masih banyak kesempatan untuk melakukan hal yang berbeda dan baru. Selain itu, dari sisi peraturan juga berbeda, dimana consumer goods benar-benar diregulasi. Sedang di electronic IT ini masih memiliki banyak area yang masih bisa diperbaiki.

Ketika memutuskan pindah bidang, adakah mengalami kesulitan?

Awal-awalnya mungkin saya mulai belajar lagi, karena ketika pindah saya juga merasa kaget. Dari industri berbeda, bisnis partner juga berbeda, tapi saya tidak membutuhkan waktu lama, langsung bisa mengerti, karena tentang masalah menjaga hubungan baik dengan partner, logika bisnis semuanya sama tidak jauh berbeda, hanya masalah bidang.

Langkah-langkah apa yang Anda tempuh agar bisa mengerti dengan cepat?

Kuncinya adalah open minded, dan mau adaptasi serta gerak cepat. Satu hal yang paling penting adalah mau belajar. Karena saya rasa setiap kali pindah industri sudah pasti proses yang sama dan kita pasti sudah terbiasa. Tapi saat masuk industri baru, kita akan menghadi kultur yang baru, kucinya adalah adaptasi dan mau cepat belajar agar bisa bergerak terus.

Prestasi apa yang Anda buat untuk Lenovo?

Saya bekerja sama dengan tim  berhasil meningkatkan bisnis size kita. Dari awal kita masuk sudah hampir 2 kali lipat. Ini merupakan hasil kerja saya dan tim saya, tapi ke depannya bagaimana kita memperkuat ini untuk semakin lebih kuat lagi. Jadi, secara fundamental bisnis Lenovo dapat diterima oleh customer dan partner bisnis kita juga. Itu yang saya harapkan ke depannya.

Apakah Anda sudah merasa puas dengan prestasi tersebut?

Ya, masih belum. Jadi, di sini bagaimana komunitas bisnis partner Lenovo merasa happy dengan kita, sama-sama merasa happy dan untung, dan customer kita juga merasakan happy dengan Lenovo melalui produk terbaik kita, servis yang bagus, dan mereka menjadi loyalis untuk Lenovo.

Langkah-langkah apa saja yang akan ditempuh untuk mencapai target tersebut?

Sudah pasti saya harus kerja keras dengan tim saya. Kita juga harus mengenal market juga, mendengarkan masukan dari semua orang, baik consumers, bisnis partner. Balik lagi ke poin adaptasi dan bergerak cepat, karena bisnis ini sangat cepat sekali, dimana sosial media sangat mendominasi di tengah kebutuhan konsumen yang sangat cepat juga. Kita harus mampu melihat tren pasar dan bergerak lebih cepat daripada tren pasar. Jadi, itu yang kita lakukan selama ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)