Alamsyah Cheung, Sukses Menjadi Distributor GPS | SWA.co.id

Alamsyah Cheung, Sukses Menjadi Distributor GPS

Alamsyah Cheung

~~

Kesulitan hidup menjadi kawan akrab Alamsyah Cheung, si bungsu dari empat bersaudara. Di usia delapan tahun, ayahnya meninggalkan keluarganya. Dalam kondisi ekonomi keluarga yang morat-marit, kakak pertama dan keduanya menjadi TKI di Taiwan. Kemudian, ketika baru menginjak usia 11 tahun, ibunya dengan berat hati menyusul anak pertama dan keduanya, menjadi TKI di Taiwan, meninggalkan Alamsyah berdua bersama anak ketiganya. Tak berapa lama kemudian, sang kakak pun menyusul jejak kakak-kakak dan ibunya menjadi TKI di Taiwan dan menitipkan Alamsyah di keluarga tantenya.

Pria kelahiran Jakarta, 8 Desember 1987, itu pun sadar beratnya beban keluarganya. Karena itu, di sela-sela waktu luangnya saat bersekolah di STM, ia menyambi berjualan jaket. “Dulu, kalau yang lain pulang sekolah main, saya ke Glodok nyari barang,” tuturnya mengenang masa sulitnya.

Untunglah, keluarganya di Taiwan rela menyisihkan sebagian penghasilan mereka agar si bungsu tercinta bisa kuliah. Namun, Alamsyah tak mau berpangku tangan menikmati fasilitas gratis dari kakaknya. Karena itu, seraya kuliah di Jurusan Public Relations di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, ia menjadi agen asuransi, mengikuti pemasaran berjenjang,dsb. “Saya dulu waktu kuliah pengen juga jadi tenaga sales, tetapi karena tampang kurang ganteng, nggak pernah dapat, hahaha,” ujarnya seraya tertawa ketika diwawancara SWA di kantor GPS Super Spring, Jalan Sungai Sambas 6/3B, Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Menjelang lulus kuliah, tepatnya pada semester VII, tahun 2010, peruntungannya mulai berubah. Seorang teman kuliah menawarinya menjajakan produk GPS dan pelacak GPS merek Super Spring, yang diluncurkan di pasar Indonesia setahun sebelumnya. Produk GPS merek lokal yang diproduksi di China itu pun disanggupinya untuk dijual.

Bermodal nekat, sebuah sepeda motor butut dan lima unit produk titipan kawannya, Alamsyah menyambangi satu persatu toko variasi mobil di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.Saat awal berjualan alat yang bisa melacak posisi kendaraan, menyadap suara di kabin mobil, sampai menghentikan mesin via pesan pendek itu, ia bisa menjual tiga unit per hari. Jumlahnya perlahan naik hingga ia bisa menjual 20 unit per hari dan dibanderol Rp 1 juta lebih per unit.

Tanpa diduga, pada akhir tahun pertamanya itu, ia menjadi distributor dengan penjualan tertinggi; mencapai miliaran rupiah. Sejak itu, hingga akhir tahun lalu, posisi distributor terbaik terus dipegangnya tanpa pernah lepas sekali pun.

Alamsyah mengaku, sebagian suksesnya berkat kejujuran dan kerja keras. “Intinya, bisa dipercaya pegang uang dan mau kerja keras,” ungkapnya. Sebagai seorang penjual, tentu saja ia mengklaim keunggulan produk dan layanannya.Selain memiliki beragam fitur yang memungkinkan pemantauan pergerakan kendaraan, keunggulan Super Spring lebih karena layanannya. Pusat layanan teknologi informasi Super Spring berada sepenuhnya di Indonesia. “Ketika konsumen keluar uang untuk beli GPS, yang dia beli 20% adalah produk, dan servisnya 80%,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk bisa memakai alat pelacak GPS, konsumen harus masuk ke situs web penjualnya. Masalahnya, ketika penjualnya bangkrut, otomatis produk mereka seketika jadi tak berguna lantaran situs webnya tak lagi diurus. Ia mengklaim, produk pelacak GPS Super Spring mementingkan layanan pelanggannya yang ditunjukkan dengan kehadiran 37 kantor cabang di seantero Indonesia, bahkan sampai Jayapura, Papua. Layanan pelanggannya pun benar-benar bisa diakses 24 jam sehari ke telepon kantornya.“Karena, ada yang bilang bisa dihubungi 24 jam, tetapi ternyata hanya ke handphone,” ujarnya menyindir pesaingnya.

Salah satu kontribusi Alamsyah, kini Super Spring sukses merebut 1.000 klien perusahaan kakap seperti Bank BRI, Bank BNI, Sekretariat Negara, Direktorat Topografi TNI AD, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum, Kepolisian Republik Indonesia, Telkom, Indosat, Astra Daihatsu, Conoco Philip dan Greenpeace Indonesia. “Awalnya, kebanyakan konsumen adalah perorangan yang menyewakan mobilnya. Sekarang, kami mulai masuk ke korporat, perusahaan logistik, pengiriman dan ekspedisi. Mereka sekarang jadi pelanggan kami.”

Alamsyah kini memiliki 16 gerai atau kantor cabang Super Spring, di antaranya di Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Cikarang, Karawang, Bekasi, Lampung, Padangdan Palembang. Adapun omsetnya mencapai 40% dari penjualan total Super Spring di Indonesia — ia enggan mengungkapkan angkanya. Dan, sejak 2012, ia pun menjadi Direktur Pengembangan Bisnis Super Spring. “Artinya, tetap sebagai distributor, tetapi juga membantu dalam pengembangan bisnis,” ungkap pria yang tak hanya berhasil menuntaskan pendidikan S-1 Public Relations, tetapi juga S-2 Komunikasi Pemasaran di LSPR ini.

Dengan pencapaiannya saat ini, ia mengaku betah menjadi distributor Super Spring. Pasalnya, perusahaannya memungkinkan distributor bermodal nol seperti dirinya berkembang hingga memiliki kantor cabang sendiri. “Ada juga distributor lain yang seperti saya, dia lulusan SMA, modal nol, tetapi sekarang bisa memiliki dua kantor cabang,” ujarnya seraya tersenyum. Ia masih mencari sejumlah distributor untuk memasarkan GPS Super Spring di kawasan Yogyakarta, Banjarmasin dan Bengkulu.

Ternyata, selain mengembangkan Super Spring, Alamsyah juga memiliki bisnis lain, makanan beku vegetarian bermerek Hiratake Cheese Nugget. “Ini produksi sendiri dengan istri, pakai resep mertua.Nanti saya mau kembangkan di Indonesia,” ujarnya bersemangat.

Teguh Gigih Hidajat selaku distributor produk Panasonic telah dua tahun menggunakan GPS Super Spring di kendaraannya. Sejauh ini, ia mengaku puas. “Selama ini bagus, tidak ada masalah yang signifikan. Namun ke depan, mungkin bisa ditingkatkan lagi servis dan kualitasnya di berbagai sisi,” kata Teguh menyarankan.

B O K S

BIODATA

Nama :Alamsyah Cheung

Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 8 Desember 1987

Posisi:

Head of Business Development Super Spring GPS Indonesia

Direktur HRD Super Spring GPS Indonesia

Pendiri Ratu GPS yang memiliki 16 cabang Super Spring

Top National Distributor Super Spring 2010 – 2014

CEO Hiratake Food Corporation

 

Aulia Dhetira Haryadi dan Eddy Dwinanto Iskandar

Riset: Gustyanita Pratiwi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Asupan Harian Omega 3 Anak Indonesia Masih Kurang

Di Indonesia, tidak ada data nasional untuk asupan lemak esensial, hanya ada data untuk lemak jenuh dan lemak tidak jenuh...

Close